5 Langkah Strategi Setelah Kena PHK Agar Tak Hilang Arah karena Sedih dan Kecewa

setelah kena PHK

Di masa-masa pandemi yang serba sulit ini, banyak orang yang terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Tak hanya mereka yang mengandalkan penghasilan harian namun juga mereka yang bekerja sebagai karyawan kantoran. Tak ada yang bisa disalahkan karena nyatanya begitulah keadaan yang mengharuskan banyak lini kehidupan terpaksa mandeg. Demi perusaahaan bisa tetap bertahan, beberapa perusahaan menerapkan kebiijakan untuk merumahkan karyawannya. Mungkin saat ini kamu menjadi salah satu yang terkena imbasnya saat ini dan masih berjuang untuk bangkit kembali.

Advertisement

Merasa sedih maupun kecewa wajar saja, namun ingat. Kehidupan akan terus berputar dan berbagai kebutuhan sudah menunggu di depan mata. Makanya kamu perlu terus move on dan menata hidup kembali ke depannya. Tak apa jika dilakukan pelan-pelan, yang penting kamu terus tetap berjalan. Begini panduannya agar kamu tak hilang arah di tengah jalan. Simak dan catat baik-baik ya!

1. Setelah terkena PHK, ada baiknya kamu mengetahui apa saja hak-hak yang bisa kamu dapatkan dan harus dibayarkan perusahaan. Kamu jangan buru-buru mutung dan menghilang

Kena PHK/ Credit: Pexels via www.pexels.com

Sebenarnya ketentuan ini tergantung dengan perjanjian kerja yang dibuat di awal, namun berdasarkan Pasal 156 Undang-undang No 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, berikut besaran pesangon yang harus dibayarkan perusahaan berdasarkan lama kerja:

  • < 1 tahun = 1 bulan gaji
  • ≥1 – 2 tahun = 2 bulan gaji
  • ≥2 – 3 tahun = 3 bulan gaji
  • ≥3 – 4 tahun = 4 bulan gaji
  • ≥4 – 5 tahun = 5 bulan gaji
  • ≥5 – 6 tahun = 6 bulan gaji
  • ≥6 – 7 tahun = 7 bulan gaji
  • ≥7 – 8 tahun = 8 bulan gaji
  • ≥8 tahun = 9 bulan gaji.

Selain itu, kamu juga berhak mendapatkan uang pengganti cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, biaya atau ongkos pulang, penggantian perumahan dan perawatan serta pengobatan, dan hal lain yang ditetapkan di perjanjian kerja.

2. Tak perlu terburu-buru namun tak bisa juga terus-terusan meratapi keadaan. Coba gunakan waktu sejenak untuk menenangkan diri

Kontemplasi/ Credit: Pexels via www.pexels.com

Rasa kecewa dan sedih mungkin terus mengganggumu, namun hal ini tak bisa terus-terusan karena hidup harus terus berjalan. Namun, tak perlu terburu-buru juga. Menghadapi berbagai gejolak di masa pandemi ini sudah terasa sangat sulit. Kamu bisa mulai melamar di tempat baru sambil mengambil waktu untuk istirahat sejenak apalagi jika  tak memiliki tanggungan selain diri sendiri.

3. Walau bersantai kamu juga tetap perlu memperhitungkan kondisi keuangan dan memperkirakan bisa berapa lama akan bertahan

Disimpan/ Credit: Pexels via www.pexels.com

Kini kamu harus memperhitungkan berapa uang yang dimiliki, cicilan apa saja yang harus dibayar, serta berapa pengeluaran sehari-hari yang harus dibutuhkan. Hal ini perlu dicatat supaya tahu kira-kira sampai berapa lama bisa bertahan dengan aset yang dimiliki saat ini. Misalnya jika sekarang uang yang kamu miliki sebanyak Rp30juta dan pengeluarann serta cicilan yang harus dibayar setiap bulannya di angka Rp5 juta maka uang tersebut maksimal bisa digunakan selama 6 bulan. Setelahnya harus ada lagi strategi baru. Selain menghemat, mencari pekerjaan juga perlu dimulai kembali.

Advertisement

4. Walaupun banyak yang mengurangi karyawan, namun beberapa perusahaan tetap membuka lowongan kok di masa pandemi ini

Sering buka gawai/ Credit: Pexels via www.pexels.com

Namun mungkin kini proses recruitment akan lebih banyak menggunakan sistem online jadi sebaiknya kamu banyak mencari informasi melalui internet dan berjejaring di sana. Prinsip yang idealis mungkin juga perlu ditinggalkan sejenak demi bertahan hidup di keadaan yang sulit ini. Yang paling memungkinan sebenarnya mencari pekerjaan yang terdekat dari lokasi tempat tinggal atau pekerjaan yang bisa dilakukan remote. Kamu bisa mulai mencoba mempromosikan keahlianmu dan mendapat customer langsung dari internet.

5. Jika dirasa sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena keahlian atau pengalaman yang sedang tidak dibutuhkan, maka kamu bisa memulai sebuah usaha sendiri

Pelan-pelan/ Credit: Pexels via www.pexels.com

Sudah memasukkan lamaran namun tak kunjung mendapatkan panggilan? Atau justru kamu ingin mengembangkan bakat terpendam yang selama ini kamu miliki dalam bidang jualan? Momen ini bisa dimanfaatkan untuk memulai usahamu sendiri. Jika merasa belum memiliki cukup ilmu, kamu bisa mengikuti banyak sekali seminar online yang digelar di berbagai platform di internet. Atau kamu bisa juga belajar dari teman yang sudah berpengalaman. Pilih usaha yang paling menjanjikan di era pandemi ini.

Dikeluarkan dari sebuah pekerjaan di mana selama ini kamu mencurahkan segala kerja kerasmu mungkin akan mengecewakan, namun hidup harus terus berjalan dan kamu masih juga perlu bertahan. Masih ada banyak sekali kesempatan kok di luar sana. Jangan lupa ya selain berusaha kamu juga tetap perlu berdoa. Semangat terus ya, Teman!

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE