Jebakan di Balik Self Reward. Hati-Hati ‘Hadiahi Diri Sendiri’ tapi Berujung Jadi Pemborosan

self reward berlebihan

Ada yang baru dapat bonus, insentif, atau tambahan uang saku eh nggak lama kemudian sudah habis begitu saja? Nggak tahu ke mana perginya. Lalu kamu mungkin ingat bahwa semua uang habis untuk pengeluaran-pengeluaran yang mementingkan kesenangan semata walau sebenarnya nggak benar-benar membutuhkannya. Ujung-ujungnya berdalih “Nggak apa-apa, sesekali self reward. Kan sudah kerja keras selama ini.”

Advertisement

Yakin cuma sesekali atau jangan-jangan malah keterusan?

Memberikan penghargaan pada diri sendiri tentu nggak apa-apa kalau dalam porsi yang pas tapi kalau sudah berlebihan sampai uang habis melulu, jangan-jangan self reward cuma kedok saja? Nah, untuk mengetahui porsi pas dari self reward dan beragam fakta menarik tentangnya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini yuk!

Self reward merupakan hal yang wajar dilakukan sebagai bentuk penghargaan pada diri sendiri tapi tentunya tetap perlu ada kontrol

Jajan teross | Credit: Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Memberikan sesuatu kepada diri sendiri setelah bekerja keras untuk meraihnya merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Akan tetapi, akan lebih baik lagi jika self reward ini masuk ke dalam hitungan untuk dimasukkan ke dalam bujet bulanan. Misalnya kamu bisa menetapkannya sebesar 10% dari total pendapatan yang diraih dalam sebulan dan tak boleh melampauinya. Penetapan bujet ini sekaligus sebagai kontrol supaya uang yang kamu miliki nggak bablas begitu saja. Jangan hanya karena merasa stres lalu selalu memutuskan nongkrong atau belanja kapan saja dengan kedok self reward.

Advertisement

Nggak perlu buru-buru untuk menghadiahi diri sendiri karena ternyata mereka yang mau menunggu punya kesempatan yang lebih bagus ke depannya

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Ketika mendapatkan sebuah pencapaian atau bonus mungkin sebagian dirimu ingin lekas memanfaatkan momen ini untuk menghadiahi diri sendiri. Akan tetapi, ada istilah bernama delayed gratification yaitu ketika kamu bisa mengontrol dirimu untuk nggak buru-buru memberi hadiah pada diri sendiri.

Ada sebuah penelitian terkenal dari tahun 1970 bernama The Marshmallow Experiment terkait hal ini yang melibatkan beberapa anak dengan memberikan mereka pilihan. Pilihannya mereka bisa mendapatkan satu camilan saat ini atau menunggu dalam jangka waktu 15 menit untuk mendapat dua camilan. Kebanyakan mengambil satu camilan dengan segera dan hanya beberapa yang mau menunggu. Setelah dilihat selama beberapa tahun, anak-anak yang mau menunggu camilan mereka ternyata memiliki kemampuan akademik yang lebih bagus daripada yang tergesa-gesa mengambilnya. Mereka yang mau menunggu juga memiliki permasalahan kepribadian yang lebih sedikit.

Advertisement

Delayed gratification erat kaitannya dengan self control yang juga berhubungan dengan kebiasaanmu memberikan self reward

Tahan…tahan… | Credit: Photo by Los Muertos Crew from Pexels

Memberikan self reward secara berlebihan artinya kamu masih belum begitu bisa melakukan self control, padahal beradasarkan penelitian hal ini erat kaitannya dengan kesuksesanmu di masa yang akan datang. Jika kamu mau bersabar sejenak maka seperti contoh pada penelitian yang sudah disebutkan bisa jadi kamu bisa menghadiahi diri dengan kado yang berkali lipat lebih bagus. Hal ini juga bisa terjadi misalnya saat kamu membuka bisnis.

Jika sekarang dapat keuntungan bukan berarti kamu bisa langsung membelanjakannya sesuai kemauan tapi akan ada baiknya kalau uang tersebut diputar dulu sampai balik modal. Setelahnya, baru deh kamu bisa menghadiahi diri dengan kado yang lebih baik.

Memberikan self reward itu nggak apa-apa sebagai bentuk penghargaan diri tapi jangan lupa juga untuk mengontrolnya ya. Jangan setiap lihat ada yang menarik selalu berdalih self reward-self reward padahal sebenarnya alasan semata. Lagipula, kado untuk diri sendiri nggak melulu harus barang yang mahal kok, meluangkan diri untuk me time sambil maraton serial seharian di akhir pekan juga bentuk self reward dari minggu yang panjang.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE