Tantangan Finansial di Usia 20, 30, 40, dan 50 Tahun. Jangan Lengah Biar Nggak Nyesal Nanti

masalah keuangan sesuai usia

Setelah lulus sekolah atau kuliah dan memulai kerja serta mendapatkan penghasilan sendiri, maka kamu akan bertanggung jawab terhadap gaji yang kamu peroleh dan bagaimana menghabiskannya. Sayangnya biasanya masih ada saja yang merasa clueless tentang bagaimana sebaiknya uang tersebut digunakan akhirnya akan mengalami berbagai permasalahan keuangan. Lagipula, sebenarnya masalah-masalah itu kadang tak terhindarkan seiring berjalannya waktu dan berbeda tergantung usia kita.

Advertisement

Nah, supaya kamu bisa siap-siap mulai dari sekarang dan melihat kira-kira apa yang akan terjadi nantinya, maka nggak ada salahnya mengintip berbagai permasalahan keuangan yang mungkin saja terjadi di berbagai tingkatan usia. Apa saja sih tantangan finansial di di tiap tingkatan usia?

1. Usia 20 tahun biasanya seseorang baru mulai bekerja, saat ini pula mereka biasa impulsif membeli barang yang diinginkan

Belanja terus/ Credit: gpointstudio on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Pada saat menerima gaji pertama maka seseorang yang berusia 20-an biasanya akan impulsif membeli barang yang sebelumnya nggak mampu mereka beli. Pun ketika ada suatu brand yang mengeluarkan produk baru maka akan ada keinginan untuk memiliki supaya tak dianggap ketinggalan. Kalau nggak dikontrol bisa-bisa pengeluaranmu jadi bablas.

Nah, makanya penting untuk mulai membuat catatan keuangan di usia ini, investasi juga bisa mulai dilakukan. Akan tetapi, pelajari dulu ya jika ingin banyak untungnya. Walau masih awal perjalanan di bidang karier, namun waktu ini akan tepat untuk kembali meninjau apa saja tujuanmu supaya bisa mulai menerapkan strategi.

Advertisement

2. Usia 30-an mungkin banyak yang sudah menikah, akhirnya tanggungan juga sudah bertambah di usia ini

Pindah rumah/ Credit: ArturVerkhovetskiy on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Di usia ini mungkin kamu sudah mulai mapan secara finansial. Akan tetapi, jika kamu memutuskan menikah di usia 20-an, maka pada saat memasuki kepala 3, tanggunganmu bisa jadi makin banyak, apalagi kalau sudah punya anak. Mungkin kamu sudah mulai mendapatkan promosi namun rasanya gaji masih segitu-gitu saja. Kamu mulai bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan pendapatan dari pekerjaan sampingan, selain itu menabung untuk anak juga sangat penting. Dana darurat juga perlu mulai disiapkan, juga asuransi kesehatan maupun jiwa yang sebaiknya tak ketinggalan.

3. Jika direncanakan dengan benar, maka usia 40 tahun seharusnya sudah mulai mapan secara keuangan

Sudah mapan/ Credit: Deposit Photos via id.depositphotos.com

Di usia ini biasanya pendapatan sudah stabil baik dari pekerjaan utama maupun sampingan. Jika dana darurat dan asuransi sudah mulai disiapkan maka harusnya usia 40 juga sudah menjadi usia yang aman. Karena sudah mulai memiliki keluarga dengan anak yang memasuki usia sekolah maka alokasi dana akan banyak ke sana. Yang menjadi permasalahan adalah jika masih ada utang konsumtif yang masih ditanggung sehingga sebaiknya lekas bereskan supaya lebih aman.

4. Usia 50 tahun biasanya sudah mendekati pensiun, ada yang bisa fokus menikmati masa ini namun ada juga yang justru jadi beban

Advertisement

Menikmati pensiun/ Credit: ArturVerkhovetskiy on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Biasanya di usia ini, orang-orang sudah tidak tergiur dengan berbagai kesenangan yang berbentuk benda atau material. Yang menjadi fokus adalah masa depan sang anak karena mereka mungkin sudah masuk kuliah atau baru mulai bekerja. Jika sudah memiliki tabungan pensiun mungkin hidup akan nyaman dengan melakukan hobi, tapi kalau belum memiliki dana pensiun dan masih utang di sana-sini bisa jadi di usia tersebut kerja keras masih dilakukan. Pilihannya kalau berhenti kerja bisa jadi beban bagi sang anak.

Masalah-masalah keuangan mungkin akan selalu ada, namun hal tersebut bisa diminimalisir sejak kamu masih berusia muda. Menyesuaikan gaya hidup dengan pemasukan yang dimiliki, menabung, serta berinvestasi sejak dini bisa dilakukan bahkan saat baru mulai masuk kerja.

Tags: keuangan, investasi, tabungan, finansial

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE