Mengenal 5 Sociopreneur Sukses, Pebisnis yang Bukan Hanya Kaya tapi Juga Beri Dampak Sosial

tokoh sociopreneur

Selain karena tak ingin bergantung pada atasan, kebanyakan orang yang memutuskan untuk berbisnis karena memiliki orientasi terhadap uang. Tujuan tersebut memang tak bisa dimungkiri karena kita juga perlu memenuhi kebutuhan dan berhak memiliki hidup yang layak. Akan tetapi, ternyata ada juga lo mereka yang berbisnis selain untuk menghasilkan uang juga memiliki tujuan sosial. Mereka yang berkecimpung di dunia ini sering disebut seorang sociopreneur.

Advertisement

Tujuan dari sociopreneur bukan hanya untuk keuntungan pribadi tapi juga menyejahterakan banyak orang di sekitarnya. Meskipun banyak yang disumbang, beberapa sosok berikut ini nyatanya tetap bisa sukses lo menjadi seorang sociopreneur. Simak yuk siapa saja!

1. Bill Drayton adalah sosok berpengaruh yang pertama kali mengenalkan istilah sociopreneur pada dunia

Pertama kita kenalan dulu dengan sosok yang menemukan istilah ini, Bill Drayton. Ia masuk ke jajaran 25 pemimpin terbaik Amerika di tahun 2005 menurut US News and World Report. Ia juga merupakan seorang pendiri dan pimpinan Ashoka yang merupakan sebuah organisasi dengan klaim Innovators for the Public. Organisasi ini dibuat dengan tujuan untuk menemukan dan membantu sociopreneur di seluruh dunia yang pada tahun 2010 saja sudah menjadi sponsor bagi 2.145 organisasi di 73 negara.

2. Berawal dari pengalamannya ketika menjadi model dan mahasiswa, Lauren Bush mengawali kariernya jadi seorang sociopreneur

Advertisement

Saat masih menjadi mahasiswa, Lauren mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi negara-negara berkembang seperti Laos, Kamboja, hingga Zimbabwe. Saat kunjungan itulah, ia melihat sendiri bagaimana pemasalahan kurang gizi benar-benar terjadi di sana. Dari sana muncul keinginannya untuk membantu anak-anak tersebut hingga akhirnya pada tahun 2004 ia mewujudkannya dalam sebuah bisnis fesyen yang sekaligus bisa membantu anak-anak tersebut. Melalui FEED, ia menjual tas dan setiap penjualannya maka satu anak di dunia akan mendapatkan makanan yang bergizi.

3. Sepatu TOMS mungkin sudah tidak asing di telinga, ternyata pendirinya juga seorang sociopreneur lo

Sepatu yang satu ini erat dengan kesan modern dan kasual yang cocok untuk anak muda, tetapi ternyata awal cerita merek sepatu ini cukup mengharukan lo. Saat itu, Blake Mycoskie sang pendiri TOMS mengaku pergi ke Argentina dan melihat banyak anak yang kakinya terluka karena mereka tak memiliki sepatu. Tahun 2006 akhirnya ia mendirikan usaha ini dengan mendonasikan satu pasang sepatu untuk setiap satu pasang sepatu yang terjual. Kini sudah ada lebih dari satu juta pasang sepatu yang didonasikannya. Tak hanya itu, tahun 2011 Mycoskie juga menginisiasi gerakan kacamata atau operasi mata untuk setiap kacamata yang terjual.

4. Air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang sulit dipenuhi di beberapa tempat, Scott Harrison akhirnya menjadi sociopreneur di bidang ini

Scott Harrison mengawali kariernya sebagai seorang pemilik nightclub dan hal-hal yang bersinggungan dengannya. Setelah 10 tahun di dunia tersebut, ia pergi menjadi sukarelawan di Liberia dan belajar banyak tentang makna kehidupan dari sana. Salah satu yang menyadarkannya adalah bahwa di luar sana masih ada yang kesulitan mencari air bersih. Dari sana, ia mendirikan sebuah perusahaan charity bernama Water di mana ia menyumbangkan 100% keuntungan yang didapatkan untuk wilayah yang belum bisa mengakses air bersih.

5. Ada juga seorang sociopreneur yang fokusnya adalah terhadap lingkungan seperti Jeffery Hollender

Pada tahun 1988, Jeffery memulai sebauh bisnis yang bergerak di bidang produk kebersihan, kertas, dan kebutuhan pribadi bernama Seventh Generation. Melalui perusahaan ini, ia berusaha untuk menciptakan produk-produk yang tidak berdampak buruk pada lingkungan. Tak hanya itu, 10% dari keuntungan yang belum dipotong pajak juga akan disumbangkan untuk mendanai kegiatan nonprofit dan bisnis yang fokus pada komunitas, lingkungan, dan kegiatan yang memberikan manfaat pada banyak orang. Tahun 2010, ia mundur dari jabatannya di Seventh Generation namun tidak berhenti dari kegiatan seorang sociopreneur. Ia bahkan bergabung dengan American Sustainable Business Council dan mendirikan Community Capital Bank.

Walaupun berfokus pada kegiatan sosial, para sociopreneur ini tetap bisa sukses dan tidak bangkrut lo. Kuncinya adalah membangun relasi yang baik, memperhitungkan segalanya dengan detail, dan mantap untuk mengubah orientasi yang awalnya hanya uang saja jadi memberikan manfaat bagi orang lain juga.

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE