Mengenal Gejala Sinusitis Selain Meler Terus Hidungnya. Ini Bukan Flu Biasa, Mesti Lebih Waspada

Gejala sinusitis

Mendadak sering pilek? Hati-hati, jangan-jangan kamu kena sinusitis!

Advertisement

Penyakit sinusitis membuat seseorang merasa tak nyaman. Sebab, rongga hidung akan dipenuhi dengan lendir yang mengganggu saluran pernapasan. Tak jarang, sinusitis bisa bikin suara seseorang jadi sengau. Menyebalkannya, sinusitis ini bisa terjadi kapan saja, terutama ketika cuaca dingin atau di malam hari.

Sinusitis juga bisa menyerang orang dewasa maupun anak-anak. Meski seringnya mereda sendiri, kamu tetap mesti waspada terhadap bahaya sinusitis. Sebab, sinusitis yang nggak diobati bisa mengakibatkan terjadinya polip hidung akibat peradangan dalam jangka panjang. Mengenali gejala sinusitis memang agak sulit karena hampir mirip dengan flu biasa. Meski begitu, kamu tetap harus bisa membedakannya supaya tahu bagaimana cara mengobati sinusitis.

Nah, sebelum terlanjur dan makin parah, ketahui gejala-gejala sinusitis yang kerap kali terjadi baik pada anak-anak maupun dewasa. Setidaknya, dengan mengetahui gejala awal sinusitis, kamu bisa melakukan beberapa tindakan pengobatan supaya penyakit ini bisa segera disembuhkan. Sebagai gambaran, simak ulasan Hipwee Tips berikut.

Advertisement

Mungkin beberapa dari kamu masih belum bisa mendefinisikan, sebenarnya sinusitis itu apa sih?

infeksi di area hidung via www.idntimes.com

Penyakit sinusitis adalah infeksi atau pembengkakan pada sinus alias rongga kosong di hidung akibat adanya sumbatan di dalamnya, melansir laman Hello Sehat.  Sebenarnya, semua orang bisa saja mengidap penyakit sinusitis ini. Hanya saja, beberapa dari mereka bisa mengurangi faktor risiko. Kecuali, jika faktor risiko tersebut ialah kelainan struktur tulang di hidung.

Jika melihat dari lama perjalanan penyakitnya, sinusitis ini ada beberapa tipe

jenis sinusitis via www.halodoc.com

  1. Sinusitis akut, jenis sinusitis yang paling umum terjadi dan berlangsung selama dua hingga empat minggu.
  2. Sinusitis subakut, biasanya berlangsung selama empat hingga 12 minggu.
  3. Lebih parah dari itu, sinusitis kronis gejalanya bisa terjadi lebih dari 12 minggu atau bahkan berlanjut hingga berbulan dan bertahun-tahun.
  4. Sinusitis kambuhan, merupakan jenis sinusitis akut yang bisa terjadi hingga tiga kali dalam setahun.

Berikut gejala sinusitis yang umum terjadi pada orang dewasa

Advertisement

gejala sinusitis pada orang dewasa via bcp-manual.com

Umumnya, seseorang yang menderita sinusitis akan mengalami gejala utama seperti hidung tersumbat, ingus kental, air lendir mengalir ke belakang hidung, nyeri wajah, hingga gangguan penciuman. Di samping itu mereka juga akan merasakan nyeri otot, bau mulut, hingga terasa merasa kelelahan.

Gejala sinusitis subakut biasanya akan terjadi selama empat hingga 12 minggu. Dalam waktu tersebut, penderita akan mengalami gejala seperti lendir yang berubah warna menjadi hijau atau kuning, nyeri wajah, hidung mampet, batuk, bau mulut, sakit gigi, kelelahan, hingga indra penciuman yang memburuk. Pada penderita sinusitis kronis, setidaknya dibutuhkan dua hingga empat tanda untuk mengonfirmasi peradangan di hidungnya. Tanda-tanda tersebut seperti:

  • Penyumbatan hidung yang bikin sulit bernapas.
  • Nyeri, sensitif, hingga bengkak di area sekitar mata, pipi, hidung atau kening.
  • Menurunnya indra penciuman dan pengecapan pada orang dewasa atau batuk di anak-anak.
  • Adanya cairan kental berwarna yang keluar dari hidung.

Nah, untuk gejala sinusitis pada anak-anak biasanya berlangsung hingga 10 hari dengan tanda-tanda sebagai berikut

gejala sinusitis pada anak via www.liputan6.com

  • Sulit bernapas akibat adanya sumbatan hidung yang berlangsung lebih dari 10 hari
  • Batuk dan pilek yang tak kunjung membaik
  • Munculnya lendir berwarna hijau atau kekuningan
  • Nyeri yang terasa di sekitar dahi dan pipi
  • Merasa seolah ada lendiri yang tertelan dalam tonggorokan
  • Demam yang membuat tubuh terasa lemas
  • Pembengkakan di sekitar mata dan hidung
  • Bau mulut tidak sedap
  • Nafsu makan menurun

Umumnya, gejala sinusitis pada bayi atau anak-anak ini tampak seperti flu biasa. Tapi gejalanya berlangsung lebih lama.

Selain karena faktor risiko, penyebab sinusitis bisa terjadi karena hal-hal berikut

penyebab sinusitis via www.diadona.id

Sinusitis seringnya disebabkan oleh bakteri, alergi, polusi, atau polip hidung (pertumbuhan daging jinak di hidung yang bisa menyumbat saluran pernapasan). Apalagi kalau kamu baru saja terkena flu. Untuk sinusitis kronis, umumnya disebabkan oleh sinus sempit bawaan atau yang terlalu kering.

Sekilas memang terlihat sama, tapi sebenarnya sinusitis dan flu memiliki perbedaan

beda dengan flu via www.halodoc.com

Umumnya, flu biasa dimulai dengan sakit tenggorokan yang akan berangsur hilang setelah satu sampai dua hari. Beda dengan sinusitis yang bisa datang tiba-tiba atau kambuhan karena rongga hidung kontak dengan alergen. Seorang penderita sinusitis juga bisa merasakan penyakit ini dalam kurun waktu yang lama.

Saat pilek, hidung akan mengeluarkan cairan yang berasal dari sekresi rongga hidung selama beberapa hari. Setelah itu, cairan ini akan mengental dan berubah warna menjadi kekuningan atau kehijauan. Meski demikian, ingus kental ini nggak selalu berarti sinusitis lo! Kamu tetap perlu memastikan gejala sinusitis lainnya juga ke dokter.

Selain tipe sinusitis berdasarkan lama perjalanan penyakitnya, ada juga jenis sinusitis maksilaris dan sinusitis frontalis

jenis sinusitis lain via gema.id

Pada sinusitis maksilaris, peradangan terjadi di sekitar area maksilaris atau sekitar pipi, melansir dari laman RSI Jakarta. Penyebabnya tidak lain adalah karena lendir yang mengalir ke sinus maksilaris. Atau, karena ada gigi yang terinfeksi dan membawa  jamur masuk ke maksilaris melalui koneksi mulut dan rongga hidung. Sebenarnya, gejala sinusitis maxillaris hampir sama dengan sinus lainnya, hanya saja penderita akan merasa nyeri berlebih di sekitar area pipi dan gigi atas.

Peradangan pada penyakit sinusitis frontalis biasanya terjadi di sekitar area dahi. Penyebabnya beragam, biasa karena alergi, bakteri, atau infeksi virus. Bahkan kadang, virus seperti flu biasa pun bisa menjadi penyebabnya karena saluran udara terblokir dan membuat  jumlah lendir di sinus frontal meningkat. Gejala sinusitis frontalis ditandai dengan munculnya perasaan tertekan pada area sekitar mata.

Sebelum makin bahaya, sinusitis harus segera disembuhkan dengan melakukan beberapa pengobatan

harus diobati via www.mysinusitis.com

Gejala sinusitis dan penyembuhannya bisa diketahui setelah kamu berkonsultasi dengan dokter. Untuk meringankan gejala sinusitis kambuh, biasanya dokter akan memberikanmu obat semprot dan tetes dekongestan. Umumnya, obat sinusitis yang dipakai mengandung parasetamol agar bisa menghilangkan rasa sakit di sekitar sinusnya.

Selain itu, biasanya dokter juga akan meresepkan antihistamin atau obat sinusitis yang bisa disemprot ke hidung, serta korkosteroid untuk mengurangi pembengkakan di sinus. Penggunaan obat ini ternyata juga efektif untuk meringankan gejala polip ringan lo! Tapi kalau makin parah, biasanya dokter akan memintamu melakukan operasi sinusitis.

Atau, kamu bisa melakukan pengobatan sendiri di rumah jika sinusitismu masih bisa ditoleransi

mengobati sinusitis di rumah via www.alodokter.com

Meski sederhana, mengobati sinusitis di rumah bisa membantu penyembuhannya lo! Mumpung belum parah, coba deh lakukan beberapa hal berikut

  • Siapkan air panas di mangkuk besar, hirup uap yang keluar agar jalan napas terasa lebih lega.
  • Sesekali cobalah bersihkan saluran hidung dengan menggunakan air garam.
  • Kompres bagian hidung dengan air hangat atau kain hangat.
  • Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari posisi kaki untuk mengurangi tekanan di sekitar sinus biar rasa sakitnya berkurang.

Jika kamu merasa sinusitis yang diderita mulai mengganggu, baiknya segera hubungi dokter untuk mendapat penanganan yang pas. Meski bukan termasuk penyakit yang membahayakan, tapi kalau dibiarkan terus, sinusitis juga bisa mengganggu saluran pernapasanmu yang lain lo. Yuk, lebih berhati-hati dengan menghindari faktor risikonya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE