Fakta Seputar Nasi Shirataki yang Jadi Primadona Diet. Nggak Ada Kalorinya Sama Sekali lo!

Nasi shirataki

Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, makan belum terasa kenyang kalau nggak kemasukan nasi. Padahal bagi pelaku diet atau mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu, mengonsumsi nasi putih justru tak disarankan karena kalorinya yang cukup tinggi. Alternatifnya, kamu dapat mengonsumsi nasi shirataki. Konon nasi yang berasal dari negeri Sakura ini aman dikonsumsi penderita diabetes hingga bisa menurunkan berat badan.

Advertisement

Meski sudah banyak orang yang mengonsumsi, belum banyak yang tahu betul apa itu nasi shirataki. Untuk itu, Hipwee Tips beberkan faktanya mulai dari nasi shirataki terbuat dari apa hingga bagaimana cara benar memasaknya.

Apa sih nasi shirataki ini? Kok bisa sampai sebegitu hits dan dibilang ampuh menurunkan berat badan?

nasi shirataki asal Jepang | credit: Kompasiana via www.kompasiana.com

Nasi shirataki adalah nasi (lebih tepatnya beras) yang terbuat dari akar konnyaku alias konjac. Konjac sendiri merupakan tanaman iles-iles berupa umbi yang banyak ditemui di tengah hutan. Menurut pakar kuliner, almarhum Bondan Winarno, dalam laman Wolipop, umbi ini kerap dikonsumsi sebagai pengganti nasi di masa penjajahan dulu.

Di Jepang sendiri, ada dua jenis shirataki yang biasa diolah, yakni berbentuk mi mirip bihun serta beras yang kalau dimasak jadi nasi shirataki. Belakangan ini, nasi shirataki tengah populer di Indonesia untuk menggantikan peran nasi putih dalam proses penurunan berat badan.

Advertisement

Bagaimana dengan kandungan nutrisi dalam nasi shirataki? Kalau membandingkan nasi shirataki vs nasi merah, mana sih yang lebih bagus untuk diet?

nasi shirataki vs nasi merah | credit: Healthline via www.healthline.com

Nasi shirataki terbuat dari umbi yang mengandung serat glucomannan. Dalam serat ini terdapat 16 asam amino, vitamin dan mineral aktif seperti zat besi, potasium, fosfor, selenium, dan kalsium yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Menurut data nutrisi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), dalam 100 gram nasi shirataki hanya terkandung karbohidrat sebanyak 1,18 gram saja. Kalau begitu, nasi shirataki berapa kalori? Mengutip laman Sehatq, nasi shirataki ternyata tak memiliki kalori sama sekali, alias nol kalori. Bahkan kandungan gulanya pun sangat rendah, sehingga nasi shirataki untuk diabetes sudah pasti aman. 

Kalau merujuk dari data nutrisi di atas, bisa disimpulkan bahwa nasi shirataki lebih unggul daripada nasi merah. Menurut beberapa review nasi shirataki yang bisa ditemukan di internet, rasanya juga lebih enak, nggak hambar kayak nasi merah. Cuma ya, harga nasi shirataki memang lebih mahal. Kalau kamu mengecek ‘nasi shirataki Shopee’, kamu bisa lihat bahwa harga nasi shirataki per kg bisa mencapai 200 ribu. Jauh lebih mahal dari nasi putih dan nasi merah biasa, kan?

Meski kandungan karbohidratnya rendah dan bebas kalori, berikut porsi ideal nasi shirataki yang dianjurkan

porsi nasi shirataki | credit: DEBM Indonesia via debm-indonesia.com

Sama dengan mengonsumsi nasi lainnya, makanlah nasi shirataki secukupnya dan jangan sampai kekenyangan biar nggak begah atau mual. Baiknya tetap konsumsi nasi shirataki dengan lauk lain supaya tubuh nggak lemas dan gizi pun tercukupi. Imbangi dengan mengonsumi buah, sayur, dan sumber serat lain seperti kacang-kacangan dan biji-bijian kalau pengin dietmu segera berhasil.

Advertisement

Selain bisa membantu proses penurunan berat badan, nasi shirataki juga memiliki banyak manfaat lainnya

manfaat lain nasi shirataki | credit: Matt Chesin via unsplash.com

Seseorang yang rutin mengonsumsi nasi shirataki halal dalam kurun waktu tertentu, perlahan-lahan dapat mengembalikan kadar gula, insulin, dan juga kolesterolnya ke angka normal. Mengutip laman Dokter Sehat, sebuah penelitian mengungkap kalau kandungan glucomannan dalam nasi shirataki dapat menurunkan kadar kolesterol LDL sampai 16 mg/dL dan trigliserida hingga 11 mg/dL.

Bagi penderita diabetes tipe 2, konsumsi nasi shirataki dalam tiga minggu dapat mengurangi fruktosamin secara signifikan yang merupakan penanda kadar gula darah. Selain itu, nasi shirataki juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi sembelit dan menjaga kesehatan usus karena kandungan seratnya yang tinggi. Tapi ingat, jangan konsumsi berlebihan lo!

Supaya manfaat nasi shirataki benar-benar didapat, cara masaknya pun mesti tepat

cara masaknya | credit: The Mom 100 via themom100.com

  1. Cuci bersih beras shirataki dengan air mengalir sebanyak dua atau tiga kali.
  2. Masukkan beras ke panci rice cooker kemudian tuang 2,5 gelas air matang ke dalam pancinya.
  3. Masak seperti menanak nasi biasanya dan tunggu sampai matang.
  4. Setelah matang, diamkan sekitar 5 sampai 10 menit dulu baru dikonsumsi. Kalau pengin digoreng, bisa dibumbui seperti nasi goreng biasa pada umumnya.

Terakhir yang mungkin membuatmu penasaran adalah pertanyaan,

“Nasi shirataki tahan berapa lama?”

Sama dengan nasi pada umumnya, nasi shirataki pun bisa tahan seharian. Tapi kalau pengin lebih enak makannya, dimasak mendadak saja supaya tetap terasa pulennya. Gimana, tertarik untuk mencoba nasi shirataki?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE