ISPU Kalimantan Masuk Kategori Berbahaya, Lewati Indeks 300!

ISPU Kalimantan lewati angka 300, warga tercekik udara tercemar!

Kondisi ISPU Kalimantan hari ini, Senin (31/8/2026), menunjukkan kualitas udara yang sangat buruk di sejumlah wilayah. Kalimantan Tengah menjadi daerah dengan indeks pencemaran udara tertinggi di Indonesia pada pemantauan pagi, disusul Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Kondisi ini terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemerintah mencatat ratusan titik panas masih terdeteksi, sementara asap karhutla telah berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang di beberapa daerah.

Advertisements

Data terbaru menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara di Kalimantan saat ini bukan hanya kekhawatiran akibat kabut asap yang terlihat secara kasatmata. Sejumlah stasiun pemantauan juga mencatat konsentrasi PM2.5 pada level sangat tinggi.

Update ISPU Kalimantan Hari Ini

ispu kalimantan hari ini

Sumber gambar: ispu.kemenlh.go.id

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipublikasikan pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, tiga provinsi di Kalimantan berada dalam kategori berbahaya.

Kalimantan Tengah mencatat ISPU 788, menjadi yang tertinggi dalam daftar pemantauan tersebut. Kalimantan Barat berada di posisi berikutnya dengan ISPU 762, sedangkan Kalimantan Selatan mencatat angka 403. Kalimantan Timur juga berada pada kategori sangat tidak sehat dengan ISPU 201.

Dengan demikian, pada pemantauan pagi tersebut, seluruh empat provinsi Kalimantan yang tercantum dalam data berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Advertisements

Berdasarkan ketentuan ISPU, nilai 0-50 termasuk kategori baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan lebih dari 300 masuk kategori berbahaya. Pada kategori berbahaya, pencemaran udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan serius sehingga membutuhkan penanganan cepat.

Kalimantan Tengah Jadi Wilayah dengan ISPU Tertinggi

Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama hari ini karena angka ISPU mencapai 788 pada pukul 08.00 WIB.
Angka tersebut jauh melampaui batas kategori berbahaya, yaitu 300. Kondisi ini menunjukkan adanya pencemaran udara yang sangat tinggi pada lokasi pemantauan yang menjadi sumber data tersebut.

Kondisi di lapangan juga memperlihatkan dampak kabut asap. Kementerian Kehutanan melaporkan bahwa pada Senin pagi, Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya mengalami kondisi berasap dengan jarak pandang sekitar 1,5 kilometer pada pukul 08.00 WIB.

Data BMKG kemudian menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya masih berada pada level berbahaya. Pada pukul 13.00 WIB, konsentrasinya tercatat 296,4 µg/m³ dan dikategorikan berbahaya oleh BMKG.

Advertisements

Perlu dicatat, angka 296,4 µg/m³ tersebut adalah konsentrasi PM2.5, bukan nilai ISPU. Keduanya adalah indikator yang berbeda meskipun sama-sama digunakan untuk menggambarkan kualitas udara.

Kalimantan Barat Juga Mengalami Pencemaran Berat

Kalimantan Barat mencatat ISPU 762 pada pemantauan pukul 08.00 WIB. Angka ini menempatkannya sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk kedua dalam daftar pemantauan nasional tersebut.

Kondisi ini sejalan dengan tingginya aktivitas karhutla di provinsi tersebut.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu (30/8) pukul 21.02 WIB menunjukkan terdapat 455 high confidence hotspot di Kalimantan Barat . Angka ini adalah jumlah tertinggi di antara wilayah Kalimantan yang tercatat dalam laporan tersebut.

BMKG juga mencatat kondisi udara yang buruk di Kubu Raya. Pada pukul 13.00 WIB, konsentrasi PM2.5 mencapai 224,2 µg/m³, yang dikategorikan sebagai sangat tidak sehat.

Sementara itu, Bandara Supadio Pontianak dilaporkan mengalami kondisi berasap dengan jarak pandang sekitar 1,3 kilometer pada pukul 08.00 WIB.

Bagaimana dengan Kalimantan Selatan?

Advertisements

Kalimantan Selatan juga belum terbebas dari persoalan kualitas udara. Data ISPU pukul 08.00 WIB menunjukkan angka 403, yang masuk kategori berbahaya.

Pemantauan BMKG pada siang hari menunjukkan kondisi di Kalimantan Selatan bervariasi antarwilayah. Di Banjarbaru, konsentrasi PM2.5 pada pukul 14.00 WITA mencapai 105,7 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, Kotabaru mencatat 18,9 µg/m³ atau kategori sedang.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara tidak selalu sama di seluruh wilayah dalam satu provinsi. Faktor lokasi sumber asap, arah angin, kondisi atmosfer, dan karakteristik wilayah bisa mempengaruhi konsentrasi polutan.

Apa Penyebab ISPU Kalimantan Memburuk?

karhutla

Sumber gambar: canva.com

Salah satu faktor utama yang menyebabkan memburuknya ISPU Kalimantan adalah karhutla.

Kementerian Kehutanan melaporkan hingga 30 Agustus pukul 21.02 WIB terdapat 946 hotspot high confidence secara nasional. Dari jumlah tersebut, 455 berada di Kalimantan Barat, 308 di Kalimantan Tengah, dan 18 di Kalimantan Selatan.

Pada saat yang sama, pemerintah masih menangani sejumlah kejadian karhutla. Dari 93 laporan kejadian di 12 provinsi yang tercatat hingga 30 Agustus pagi, sebanyak 60 lokasi masih dalam proses pemadaman. Kalimantan Tengah memiliki 21 lokasi penanganan, Kalimantan Barat 16 lokasi, dan Kalimantan Selatan 11 lokasi.

Namun, hotspot tidak boleh disamakan dengan jumlah kebakaran. Kementerian Kehutanan menjelaskan bahwa hotspot adalah indikasi titik panas yang dideteksi melalui satelit dan masih perlu diverifikasi di lapangan. Satu kebakaran juga bisa menghasilkan beberapa hotspot.

Mengapa Kondisi Udara Bisa Sangat Buruk?

Asap dari karhutla mengandung berbagai jenis polutan, salah satunya partikulat halus PM2.5. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga menjadi parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.

Ketika asap terakumulasi di dekat permukaan, konsentrasi partikulat bisa meningkat dan menyebabkan kualitas udara memburuk. Kondisi meteorologis juga berpengaruh terhadap penyebaran dan akumulasi polutan.

Situasi tersebut semakin relevan karena BMKG memperkirakan kondisi kering masih meluas pada periode 27 Agustus-2 September 2026 seiring berlangsungnya puncak musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan lokal masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

dampak kebakaran hutan

Sumber gambar: canva.com

Dengan kualitas udara yang mencapai kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya di sejumlah wilayah, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap untuk mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

Masyarakat juga sebaiknya memantau kualitas udara secara berkala karena angka ISPU dan konsentrasi PM2.5 bisa berubah mengikuti kondisi atmosfer dan perkembangan sumber pencemar.

Kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan atau penyakit tertentu, perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Kondisi Udara Kalimantan Berada di Level Mengkhawatirkan!

Kondisi ISPU Kalimantan hari ini berada pada level mengkhawatirkan di sejumlah wilayah. Data pukul 08.00 WIB menunjukkan Kalimantan Tengah mencatat ISPU 788, Kalimantan Barat 762, Kalimantan Selatan 403, dan Kalimantan Timur 201. Tiga wilayah pertama berada pada kategori berbahaya, sedangkan Kalimantan Timur masuk kategori sangat tidak sehat.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Kalimantan sebaiknya tidak hanya mengandalkan kondisi langit sebagai indikator kualitas udara. Pantau data ISPU dan PM2.5 terbaru, batasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, dan ikuti arahan resmi pemerintah serta BMKG.

Advertisements

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Senior content writer - Wordsmith with 10 years experience. I do write everything; lifestyle, technology, finance, economic, entertainment, business, viral things, etc.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.