Pada umumnya, bayi akan memulai proses berjalannya pada usia 4 sampai 15 bulan, dari belajar duduk hingga berdiri dan berjalan di sekeliling rumah. Dalam masa-masa yang mendebarkan ini, kamu bisa melakukan beberapa stimulasi untuk menaikkan rasa percaya diri anakmu melalui permainan sederhana dan ucapan pemberi semangat yang membangun.

Dengan menerapkan tips-tips stimulasi ini, bukan tidak mungkin bayimu akan bisa berjalan lebih cepat dari usia 1 tahun lho.

1.  Belajar duduk sendiri dengan posisi benar merupakan langkah awal dari fase belajar berjalan

Bayi belajar duduk merupakan awal dari segala prosesnya sampai bisa berjalan sendiri. via sixtyandme.com

Advertisement

Usia : 4-7 bulan

Tips : Saat bayi mulai belajar duduk adalah fase pertamanya untuk mendapatkan kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Belajar duduk membantunya memperkuat otot-otot yang dia butuhkan untuk berdiri. Kamu bisa meningkatkan kemampuannya dengan bermain lempar (atau tepatnya menggelindingkan) bola untuk meningkatkan kekuatan ototnya.

2.  Belajar mengangkat tubuh dan merangkak menggapai hal-hal yang selama ini hanya bisa dia lihat

Saat bayi mulai merangkak, dia mulai lebih bebas bereksplorasi via www.thebump.com

Usia : 7-10 bulan

Advertisement

Tips : Hal terpenting yang bayi lakukan saat ia belajar merangkak adalah dia dapat melatih kemampuan tangan dan kakinya dalam waktu yang bersamaan. Si kecil butuh kemampuan ini untuk berlatih berjalan kelak. Yang bisa kamu lakukan untuk membantunya adalah menyemangatinya untuk merangkak dari satu sisi ruangan ke sisi lainnya. Jika ia berhasil, berikan pujian dan tepuk tangan yang meriah.

3. Belajar berdiri dengan bantuan sesuatu untuk menopang tubuh

bayi mulai belajar berjalan dengan menarik drinya berdiri tapi bertumpu pada sesuatu. via www.thebump.com

Usia : 8 bulan

Tips : Pada fase ini, bayimu mulai bertambah kuat dari sebelumnya dan mampu menarik dirinya berdiri dengan berpegangan pada furnitur atau pada orangtuanya. Kamu bisa membantunya menguasai teknik ini dengan menolongnya berdiri dan lalu mengajarinya turun kembali ke lantai dengan menekuk lututnya agar kelak dia bisa meminimalisir sakitnya jatuh saat dia mulai belajar berjalan.

4. Berjalan dengan bantuan topangan tangan atau dititah

Bayi mulai antusias berjalan tapi masih belum kuat berdiri sendiri.

Usia : 8-9 bulan

Tips : Saat ia sudah mampu mengangkat tubuhnya dan mulai memiliki keseimbangan dengan berpegangan, kamu bisa menolongnya berjalan selangkah demi selangkah. Ini akan membantunya ke step berikutnya dalam belajar berjalan dan merangsang rasa percaya dirinya untuk berlatih berjalan dengan penuh semangat. Berlatih, berlatih dan berlatih adalah kunci kalau kamu mau anakmu menyukai aktivitas belajar berjalan.

5. Merambat dan belajar berpindah tempat sambil berpegangan

Saat bayi mulai belajar merambat, itu saatnya dia mengeksplor lebih banyak hal. via www.pregnancyrelated.com

Usia : 8-9 bulan

Tips : Pada tahap ini, bayimu akan mulai berdiri dan berjalan dengan berpegangan furnitur seperti sofa atau meja. Aktivitas merambat ini membuatmu sebaiknya segera mengamankan seisi rumah agar tidak mejadi arena yang berbahaya bagi si kecil. Kamu bisa bantu dia dengan terus menyemangati dan merangsang rasa percaya dirinya dengan prelahan-lahan menjauhkan dia dari furnitur dengan dia menopang diri. Pastikan saja tempatnya mendarat saat terjatuh tidak terlalu keras dan menyakitkan ya!

6. Berdiri tanpa bantuan dengan kemampuannya sendiri

Saat bayi bisa berdiri sendiri merupakan salah satu momen pencapaian yang mengagumkan. via id.pinterest.com

Usia : 9-12 bulan

Tips : Menjaga keseimbangan adalah kunci dari berjalan, jadi jika bayimu sudah bisa berdiri dan menjaga keseimbangannya, dia akan mulai merasa dapat melangkahkan kakinya dan berjalan. Kamu bisa membantunya menguasai fase ini dengan bermain permainan sederhana. Duduklah bersamanya di lantai lalu bantu dia berdiri, lalu lepaskan dia dan hitung berapa lama dia mampu berdiri sendiri sebelum jatuh (tentu kamu harus cepat menangkapnya ya). Beri tepukan tangan yang meriah saat dia mampu bertahan berdiri sendiri.

7. Saat-saat langkah pertama merupakan momen yang tak akan terlupakan

Langkah pertama yang menentukan langkah selanjutnya. via giantmommy.com

Usia : 9-12 bulan

Tips : Sedikit lagi fase belajar berjalan akan berlanjut ke fase yang lebih seru yaitu berjalan! Langkah pertama adalah momen monumental bagi si kecil. Langkah pertama adalah sesuatu yang luar biasa bagi si kecil jadi sambutlah momen ini dengan meriah. Jangan lupa untuk memberikan ucapan selamat yang heboh dan meriah agar dia tahu yang dia lakukan itu benar. Semangati si kecil dan tuntun dia perlahan untuk menjaga keseimbangannya saat berjalan sendiri. Tinggal sedikit lagi sampai bayimu benar-benar bisa berjalan sendiri!

8. Berjalan sendiri tanpa bantuan atau topangan

Saat bayi sudah bisa berjalan sendiri, kesempatannya untuk bereksplorasi dan berinteraksi bertambah.

Usia : 12-15 bulan

Tips : Akan butuh sedikit latihan lagi sampai bayimu bisa benar-benar berjalan dengan kemampuannya sendiri. Kamu bisa bantu dia dengan mendorong dia berjalan sebanyak mungkin, biasakan posisikan dia dalam posisi berdiri daripada posisi duduk. Dalam beberapa waktu mungkin bayimu akan lebih memilih merangkak (karena lebih cepat) daripada berjalan, sebelum dia benar-benar berjalan dengan baik.

Kemampuan bayi untuk bisa berjalan sangat bervariasi dan tidak bisa dipukul rata. Tapi jika sampai usia lebih dari 16 bulan bayimu masih belum bisa berjalan sendiri, kamu bisa bawa bayimu berkonsultasi ke dokter spesialis anak soal ini. Pemakaian alat bantu seperti baby walker tidak menjamin anakmu lebih cepat berjalan lho, karena banyak hasil penelitian terbaru mengatakan bahwa menaruh anak di baby walker lebih banyak memicu masalah kecelakaan seperti terjatuh atau tertimpa barang daripada membiarkannya berjuang berjalan sendiri. Jika memang ingin membantunya belajar berjalan sambil bermain, kamu bisa coba push walker yang bisa dia gunakan untuk melatih otot-otot tubuhnya yang akan dia gunakan untuk berjalan.

Push walker kini bisa jadi alternatif mainan sekaligus alat bantunya untuk belajar berjalan. via makeyourbabylaugh.com

Last but not least, nggak usah takut atau cemas kalau ada anak tetangga atau saudara yang anaknya seusia dengan anakmu tapi sudah lancar berjalan. Selama anakmu masih berada dalam rentang usia yang wajar untuk belajar berjalan, maka yang perlu lakukan hanyalah terus menstimulasinya. Semua bayi punya timeline-nya masing-masing, jadi nggak bisa dipukul rata.

Selamat menikmati momen belajar berjalan bersama si kecil dan jangan lupa abadikan momen langkah pertamanya ya, buibu!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya