5 Kisah Orang Biasa Menikahi Anggota Kerajaan. Penuh Perjuangan, Tak Semudah yang Kamu Bayangkan

menikahi anggota kerajaan

Belakangan ini salah seorang putra Sultan Brunei yakni Pangeran Abdul Mateen sedang hangat-hangatnya jadi perbincangan di media sosial. Sosoknya dan latar belakangnya yang berdarah biru membuat banyak perempuan jadi berkhayal siapa tahu bisa jadi istrinya suatu saat ini. Tapi, mungkin banyak juga yang langsung minder dan berada di depan kaca sambil berkata “Hey, memangnya aku siapa?”. Hufh.

Advertisement

Tenang, kisah pangeran yang meminang perempuan biasa saja ternyata bukan hanya terjadi di negeri dongeng dan film animasi saja kok. Faktanya, di kehidupan nyata ternyata ada juga beberapa kisah dramatis seputar keluarga kerajaan menikahi rakyat biasa. Apalagi kalau kamu berpikir bahwa jika menikah dengan pangeran maka hidupmu otomatis langsung sempurna. Tentu nggak semudah itu ya~ Simak yuk beberapa cerita anggota kerajaan yang menikah dengan orang dari kalangan biasa berikut ini. Bukan cuma pasangan Prince Harry dan Meghan Markle lo~

1. Walaupun sudah memiliki ‘modal’ berupa harta ternyata perjuangan Michiko Shoda untuk menikah dengan kaisar masa depan Jepang juga perlu perjuangan

Kaisar dan permaisuri/ Credit: Express via www.express.co.uk

Michiko Shoda menikah dengan Akihito pada tahun 1959 setelah sebelumnya bertemu pada pertandingan tenis. Walaupun anak seorang penjual tepung yang kaya raya, namun hal ini ternyata tak memudahkan perjuangan Michiko dan Akihito untuk mendapatkan restu meskipun akirnya berhasil menikah. Akihito menjadi anggota kerajaan pertama yang menikahi orang dari luar kerajaan.

2. Perjuangan yang tak kalah hebat dilakukan selama 9 tahun oleh Pangeran Harald dari Norwegia dengan sang kekasih yang merupakan anak penjual pakaian. Sweet!

Serasi kok/ Credit: Bunda Erin via bundaerinpost.blogspot.com

Selama 9 tahun tersebut pasangan ini berpacaran secara diam-diam hingga menimbulkan skandal dalam kerajaan. Sonja Heraldsen yang bukan merupakan anggota kerajaan dianggap bisa menyebabkan krisis konstitusi. Namun pada akhirnya ayah Pangeran Harald, Raja Olav mengizinkan pasangan ini menikah pada tahun 1968.

Advertisement

3. Sebuah kisah rakyat biasa bernama Karin Mansdotter yang menikahi anggota kerajaan Swedia bernama Eric menjadi sejarah yang melegenda

Belum ada gambarnya/ Credit: Commons via commons.wikimedia.org

Karin merupakan anak dari keluarga petani dan prajurit yang bertemu dengan Pangeran Eric pada saat berusia 17 tahun pada tahun 1565. Ia menjadi pembantu pribadi kakaknya kala itu dan karena itulah mereka menjalin hubungan dan menikah secara diam-diam pada 1567. Namun mereka kemudian mengumumkannya pada satu tahun berikutnya.

Karin sempat dipenjara karena kerajaan mengalami krisis politik akibat saudara raja yang memberontak. Ia berada di sel terpisah dengan suami dan tak pernah melihatnya lagi hingga suaminya wafat. Namun, pada saat itu justru ia kembali diterima di istana dan menjadi sosok politikus yang penting.

4. Bertemu di ‘tongkrongan’, seorang guru Bahasa Inggris bernama Mary akhirnya berhasil menikah dengan Pangeran Denmark

Sudah modern/ Credit: Hello Magazine via www.hellomagazine.com

Mereka bertemu di sebuah bar di Sidney tanpa Mary menyadari bahwa laki-laki yang ia beri nomornya barusan adalah seorang anggota kerajaan dari Denmark. Mereka akhirnya menjalani hubungan jarak jauh hingga harus bolak balik Australia-Denmark secara diam-diam. Tahun 2001 hubungan ini mulai diketahui publik hingga bertunangan tahun 2003 dan menikah pada tahun 2004. Kini mereka memiliki 4 orang anak yang dibesarkan seperti rakyat pada umumnya walau anggota kerajaan.

Advertisement

5. Yang terakhir ini justru putri dari Jepang yang menikahi karyawan agen pengiriman dan harus merelakan kehilangan gelar bangsawannya

Melepas gelar bangsawan/ Credit: Tribun Manado via manado.tribunnews.com

Kei Moriya yang merupakan karyawan agen pengiriman berhasil menaklukan Putri Ayako pada tahun 2018. Sayangnya jika menikah dengan orang dari luar kerajaan, putri tersebut harus rela kehilangan gelar bangsawannya. Meskipun demikian ia mengaku bahagia dengan pilihan untuk menikah tersebut.

Sebenarnya jika ada kesempatan, akan selalu harapan untuk menikah dengan siapapun, namun tentu perjuangan dan jalan yang harus dilalui berbeda-beda. Mulai dari mendapat restu hingga tekanan dari berbagai aturan yang diterapkan di lingkungan kerajaan akan menjadi hal-hal yang kembali harus dipertimbangkan.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE