9 Pertanyaan Intim yang Wajib Ditanyakan Sebelum Resmi Nikahi Pasangan. Biar Nggak Nyesal Belakangan

meyakinkan diri sebelum nikah

Dalam pernikahan, keterbukaan itu nomor satu setengah setelah komitmen. Nyaris sama pentingnya!

Advertisement

Berencana menikah dalam waktu dekat? Hmm, maka selain mempersiapkan segala perintilan resepsi dan upacara pernikahan, jangan lupa juga untuk bicara intim dari hati ke hati. Yap, meski terkesan sepele, tapi banyak lo yang mengabaikan percakapan intim sebelum pernikahan ini dan menyesal belakangan setelah sudah seatap. “Kok nggak dari dulu aja sih aku tahunya si dia ini begini?”

Demi nggak sampai menyesal dan kaget setelah resmi jadi pasangan halal, ada baiknya kamu mengajukan 9 pertanyaan intim ini kepada pasangan. Jangan pernah deh mengabaikan percakapan intim dan prinsipil ini sebelum melenggang ke pelaminan, bisa nyesal nanti!

Pertanyaan #1 : “Kenapa kamu memutuskan ingin menikahi aku?”

Kenapa Oppa, kenapaa??? via www.soompi.com

Ini penting, karena dari pertanyaan ini kamu bisa melihat keseriusan dia, alasan dia, sesimpel apapun. Kamu bisa lihat dia serius atau nggak, dari gestur dan caranya menjawab pertanyaan ‘sepele’ ini.

Advertisement

Pertanyaan #2 : “Seandainya kamu bisa mengubah cara kamu dulu dibesarkan, apa yang akan kamu ubah dan kenapa?”

Uwuwuw via www.pexels.com

Sekilas kayak, “Apaan sih tanya beginian?”. Tapi percaya deh, pertanyaan ini penting karena di masa depan akan berhubungan dengan cara dia menangani masalah, berkomunikasi dengan kamu sebagai keluarga sampai pola asuh yang akan diterapkannya ke anak-anakmu.

Pertanyaan #3 : “Ayo jujur sama aku. Kamu pernah terlibat minuman keras, alkohol, perjudian atau jajan sama cewek lain nggak sebelum ketemu sama aku?”

Tapi aku akan tetap terima kamu, selama kamu berusaha berubah via unsplash.com

Ini pertanyaan sensitif dan jawaban yang kamu dapatkan bisa jadi akan cenderung defensif. Pastikan kamu mencari tempat, mood dan situasi yang pas dan enak untuk membahas hal ini sama pasangan. Jelaskan bahwa kamu siap menerima apapun jawabannya dan bisa membantunya mencari jalan keluar bersama jika memang dibutuhkan. Intinya lebih baik tahu sekarang kan daripada kaget belakangan?

Pertanyaan #4 : “Gimana rencanamu soal anak setelah menikah? Apakah mau langsung punya anak atau gimana, keluargamu maunya gimana?”

Clear dulu sebelum bertempur di medan perang via unsplash.com

Nggak semua orang bakal sepaham soal bakal punya anak atau nggak, kapan punya anak dan bakal punya anak berapa. Pastikan kamu dan dia sudah sepaham soal ini sejak memulai persiapan pernikahan.

Advertisement

Pertanyaan #5 : “Seandainya salah satu dari kita sedang nggak bisa memberikan nafkah batin (seks), apa yang akan kita lakukan untuk mengatasinya?”

Kan nggak selamanya seks bakal menggebu-gebu via unsplash.com

Ini bisa terjadi, saat istri sedang haid, hamil berisiko atau masa nifas. Pun ketika salah satu dari pasangan sedang sama-sama memiliki gairah seks rendah karena stres atau lelah. Membicarakan ini lebih dini akan menekan risiko kesalahpahaman di masa yang akan datang.

Pertanyaan #6 : “Bagaimana tentang pekerjaan dan keuangan kita? Pembagiaan keuangan dan tabungan kita nanti bagaimana?”

Siap jadi ibu atau ayah rumah tangga juga nggak? via unsplash.com

Luruskan segala hal terkait finansial dan pekerjaan jauh-jauh hari sebelum mempersiapkan pernikahan. Ingat, persoalan ekonomi adalah salah satu hal paling sensitif dalam hubungan jadi sebaiknya sama-sama terbuka dan tahu rencana masing-masih sejak awal, sebelum membina rumah tangga.

Pertanyaan #7 : “Kalau nanti kita ada konflik, berantem dan beda pendapat, apa yang akan kamu lakukan? Lebih suka diberesin saat itu juga, didiamkan atau dihindari sebisa mungkin?”

Berantem mulu, kapan mesranya? via www.pexels.com

Apakah pasangan tipe pendendam? Atau lebih suka frontal di depan dan selesai lalu lupakan? Kamu bisa tahu dan mengantisipasi semuanya seandainya pembicaraan ini dibawa di awal pernikahan.

Pertanyaan #8 : “Apa batasan yang bisa kita buat? Apa saja yang bisa kita jadikan privasi dan sama-sama nyaman buat kita bersama? Apakah kita harus berbagi semuanya, termasuk password benda-benda pribadi?”

Jadi gimana nih? via unsplash.com

Jangan sampai nanti ada miskomunikasi hanya gara-gara kamu dan pasangan enggan membuat kesepakatan di awal. Ya, meski setelah menikah harusnya tak ada lagi rahasia, tapi tetap ada hal pribadi seperti gosip-gosip bersama rekan sekantor yang ingin disimpan pribadi, yang seharusnya tak mengganggu hubungan kalian. Tapi ingat, saling jujur sama pasangan itu tetap nomor 1 ya!

Pertanyaan #9 : “Kita akan tinggal dimana? Ada planning untuk punya tempat tinggal sendiri dan bagaimana caranya kita bisa mandiri?”

Enakan di rumah sendiri, emang via unsplash.com

Banyak konflik muncul setelah menikah lantaran masalah tempat tinggal. Pastikan kamu meluruskan hal ini sejak awal, jadi nggak ada penyesalan setelah terlanjur menetap di suatu tempat.

Pernikahan adalah sebuah awalan yang baik, menuju kehidupan yang lebih (harapannya) membahagiakan. Jangan sampai, kamu dan pasangan justru malah makin tersiksa setelah menikah hanya karena enggan mengenal pasangan ‘luar dalam’, dan kaget setelah tahu pola pikir pasangan begitu berseberangan darimu. Intinya, selama masa pengenalan jangan cuma tahu baik-baiknya saja, supaya setelah menikah nggak malah jadi berantem melulu~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE