5 Kalimat yang Harusnya Dilontarkan ke Ibu Baru, Walau Ilmu Parenting-nya Masih Seujung Kuku

Kalimat buat ibu baru

Menjadi seorang ibu baru bukanlah hal yang mudah. Selain belum ada pengalaman mengurus anak dan perkara rumah tangga lain, kadang omongan kurang negatif dari lingkungan sekitar justru membuat perasaan sering berantakan. Alih-alih ingin menyemangati, berbagai omongan negatif ini justru menambah beban sebagai ibu baru yang notabene masih gampang capek, marah dan bosan. Sudahlah, jangan bisanya cuma berkomentar buruk!

Advertisement

Untuk itu, Hipwee YoungMom punya referensi kalimat yang sebaiknya kamu ucapkan untuk menyemangati para ibu baru supaya kehidupan mereka jauh lebih tenang. Simak sampai selesai!

Perihal caranya melahirkan bukanlah urusanmu. Akan lebih baik, semangati para ibu baru ini dengan kalimat berisi rasa syukur saja!

parenting via unsplash.com

Akhirnya, kamu sudah jadi ibu. Selamat, ya. Kamu hebat, kamu kuat dan sabar banget sampai 9 bulan ini. Aku yakin, anakmu akan jadi tangguh dan kuat kayak ibunya kelak 🙂

Banyak sekali yang belum paham kenapa menanyakan bagaimana proses melahirkan itu agak sedikit nggak sopan. Masalahnya, kita nggak pernah tahu bagaimana kondisi psikis sang ibu, sehingga jangan egois untuk mencercanya dengan pertanyaan semacam ini. Apapun prosesnya, yang jelas ia sudah berjuang sekuat tenaga sehingga buah hatinya bisa keluar dengan sempurna.

Advertisement

Di banding menyalahkan kenapa ASI-nya nggak keluar, lebih baik kamu ucapkan kalimat ini supaya mood para ibu baru ini nggak kacau dan berujung stres!

menyusui via unsplash.com

Nggak apa-apa, ini normal kok. Yang penting kamu makan yang banyak dan bergizi, jangan lupa distimulasi terus. Kamu ibu hebat, kamu pasti bisa. Tuh lihat, anakmu lucu dan kelihatan sehat banget!

Proses menyusui memiliki banyak sekali permasalahan yang akan tampak dalam perjalanannya nanti. Misalnya saja saat ASI belum keluar setelah satu sampai 2 hari anak lahir, padahal hal ini sangat normal. Namun nggak jarang, banyak yang langsung berkomentar mengenai hal ini dan berujung ke perubahan mood para ibu baru, bahkan berimbas stres. Jangan terlalu mudah menilai, karena semangatmu lebih berarti!

Hanya dengan kalimat “kamu nggak sendiri”, para ibu baru akan merasa hidupnya lebih berarti dan enjoy dalam menjalankan segala peran barunya

Advertisement

enjoy via unsplash.com

Tenang, kamu nggak jalan sendiri. Hampir semua ibu baru pasti struggle banget di awal-awal. Kamu bisa, kamu kan terbiasa mandiri. Semoga ke depannya kamu lebih sabar dalam berjuang, ya!

Meski kamu nggak harus menemaninya selama 24 jam, kalimat yang menunjukkan perhatian ini akan sangat berarti bagi para ibu baru, lo. Ia akan merasa hidupnya akan lebih berarti, apalagi kini statusnya sudah berubah menjadi seorang istri dan ibu. Buat hari-harinya lebih menyenangkan dengan bentuk semangat yang manis dan jelas menenangkan ini.

Terlebih soal berat badan anak yang bisa menjadi pemicu perselisihan antar ibu. Ini sudah 2021, masih mau usil nanya-nanya begini?

perselisihan via unsplash.com

Wah, anakmu udah besar ya, nggak kerasa deh. Lucu dan menggemaskan banget anakmu, sehat dan ceria gitu lagi!

Daripada repot memikirkan berapa berat badan anak orang lain, alangkah lebih baiknya kamu fokus ke kesehatan keluargamu sendiri di masa pandemi seperti sekarang. Biarlah tolok ukur kesehatan seorang anak menjadi urusan ibu dan dokter saja, kamu cukup menikmati kelucuan dan tingkah polah si anak yang seringkali menghibur. Plus, kalimat berisi dukungan kepada sang ibu di atas juga akan mencerminkan kepribadian yang positif dalam dirimu.

Keputusan yang semua ibu ambil pastilah demi kebaikan anaknya, termasuk ketika para ibu baru memutuskan resign dari pekerjaan setelah memiliki anak

keputusan besar via unsplash.com

Semua keputusan pasti udah kamu pikirkan dengan matang, jadi nggak perlu khawatir. Aku yakin kamu bisa melewatinya dengan bahagia, karena semua demi keluarga.

Jangan mengusik urusan pribadi orang lain, termasuk kenapa ia memutuskan resign dari pekerjaannya. Nggak mudah memang, tapi harusnya kamu mengapresiasi keberaniannya untuk sejenak meninggalkan urusan pribadi demi mengurusi keluarganya. Bukan, bukan dengan nyinyir tentang bagaimana capeknya menjadi ibu baru, yang jelas akan membuat batin para ibu baru ini down.

Yuk, mulai bijak lagi dalam melontarkan kalimat ke para ibu baru, bahkan ke semua ibu. Be respectful, please! 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang makmum yang taat :)

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE