Mengulik Alasan Bayi Sering Berkeringat Berlebihan. Jangan Sepelekan, Bisa Jadi Tanda Bahaya

keringat bayi berlebihan

Jika kamu perhatikan mungkin kamu akan sering melihat rambut si kecil yang tiba-tiba basah oleh keringat ketika tertidur pulas atau ketika menyusu, padahal pada saat-saat tersebut ia tak banyak melakukan kegiatan dan kadang cuaca juga tak begitu panas. Mungkin kamu santai saja karena keringatan justru bikin bayimu tambah lucu dan jadi lebih wangi daripada parfum yang ia pakai. Akan tetapi, apakah kamu pernah terpikirkan kenapa hal tersebut bisa terjadi pada si kecil?

Advertisement

Walaupun mungkin fenomena ini sering terjadi pada sebagian besar bayi, tapi keringat ternyata juga bisa jadi tanda-tanda tertentu terjadinya sesuatu pada si kecil lo. Nah, kalau kamu penasaran simak yuk alasan sampai cara menangani jika dirasa sudah berlebihan!

Walau kelihatannya dia tenang dan tak banyak bergerak namun keringat yang muncul dari dirinya bisa terjadi karena beberapa alasan

Banyak layer/ Credit: sborisov on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Biasanya jika kamu lebih jeli lagi maka akan ada beberapa kondisi saat si kecil akan banyak mengeluarkan keringat, dilansir dari Healthline beberapa alasan ini bisa menjadi latar belakangnya:

  • Orang tua biasanya akan menjaga si kecil supaya tidak kedinginan dengan memberikannya terlalu banyak lapisan pakaian dan selimut, hal ini membuat si kecil jadi lebih mudah berkeringat.
  • Menangis dan rewel membutuhkan banyak energi, saat itulah mereka jadi berkeringat dan wajahnya memerah. Biasanya keringat ini akan hilang jika mereka sudah tenang.
  • Bayi biasanya akan tidur beberapa kali dalam sehari dengan durasi 3 sampai 4 jam, selama itulah terjadi sebuah siklus tidur yang berbeda di mana salah satunya adalah deep sleep yang menyebabkannya bekeringat.
  • Sleep apnea yang merupakan gangguan tidur di mana bayi akan berhenti bernapas selama 20 detik ketika tidur menjadi salah satu penyebab si kecil berkeringat. Ia juga akan mengorok, terengah-engah, serta membuka mulutnya.
  • Hiperhidrosis terjadi pada kondisi ketika bayi berkeringat secara berlebihan bahkan saat suhu terasa sejuk, kondisi ini biasanya akan membaik seiring tumbuhnya si kecil
Advertisement

Berkeringat karena beberapa alasan tersebut masih dalam tahapan yang aman, namun jika sudah berlebihan juga bisa jadi indikator kondisi yang lain

Bisa jadi indikasi/ Credit: AlexSmith on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Dilansir dari Medical News Today, beberapa penyakit juga bisa menyebabkan seorang bayi berkeringat lebih dari biasanya. Gejala-gejala yang lain mungkin akan terlihat namun keringat merupakan sebuah gejala lebih awal untuk mengetahui sebuah penyakit. Beberapa kondisi yang mampu membuat bayi berkeringat adalah penyakit jantung, kanker, endocrine system disorders, diabetes, penyakit paru-paru, dan infeksi.

Beberapa penyakit yang diturunkan melalui genetik juga bisa menjadi penyebab si kecil berkeringat, misalnya coldinduced sweating syndrom yang membuat bayi sulit untuk mengatur suhu tubuh. Apert syndrome yang merupakan cacat bawaan juga menyebabkan bayi mengalami berkeringat secara berlebihan.

Jika kamu merasa bayimu berkeringat secara berlebihan, maka perlu dicari tahu letak permasalahan untuk menyelesaikannya dengan beberapa cara

Advertisement

Cek | Credit: Photo by Kristina Paukshtite from Pexels via www.pexels.com

Hal yang perlu kamu lakukan adalah mengatur keadaan di ruanganmu supaya nyaman misalnya mengatur suhu agar terasa tidak terlalu dingin namun juga tidak terlalu panas. Jika tak telalu dingin maka kamu bisa melepas lapisan baju dan selimut yang terlalu banyak, keluarkan dari kotak tidur supaya tidak menganggu. Kalau kamu sudah melakukan kedua hal tersebut namun si kecil masih banyak berkeringat maka kamu bisa mengecek gejala yang lain seperti napas yang tersengal, napas yang berhenti cukup lama sebelum bernapas lagi, berat badan yang tidak normal, permasalahan makan, dan mengorok yang merupakan tanda bahaya.

Walaupun terlihat sepele dan seperti biasa saja terjadi namun jika sudah dirasa berlebihan serta muncul bersama gejala yang lain lebih baik untuk tidak menunda membawa si kecil ke dokter untuk mengetahui kondisinya supaya si kecil bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE