Kenal Lebih Dekat dengan Mirror Syndrome yang Berisiko bagi Bumil. Wajib Tahu!

Mirror Syndrome

Masa kehamilan merupakan moment yang sangat dinantikan. Terlebih kalau kehamilan pertama, pasti akan sangat hati-hati karena banyak gangguan kehamilan yang harus diketahui sejak dini. Buat Moms yang sedang merencananakan kehamilan, perlu paham seputar Mirror Syndrome. Mirror Syndrome adalah kondisi ketika ibu hamil dan janin yang dikandungnya sama-sama mengalami pembengkakan yang diakibatkan oleh penumpukan cairan. Dalam istilah medis, penyakit ini juga disebut dengan Ballantyne Syndrome atau Triple Edema.

Advertisement

Melansir dari laman US National Library of Medicine National Institutes of Health, kasus mirror syndrome memang jarang terjadi, akan tetapi para peneliti percaya bahwa ini disebabkan oleh kondisi bernama fetal hydrop details yang ditandai oleh kebocoran cairan dari aliran darah dan menumpuk ke dalam jaringan janin. Hal inilah yang menyebabkan ibu hamil mengalami preeklamsia, yaitu suatu kondisi tekanan darah tinggi.

Gejala mirror syndrome yang harus diwaspadai. Khususnya para Moms yang sedang ingin merencanakan kehamilan.

Rutin untuk konsultasi ke dokter sangat penting jika merasakan kondisi tertentu yang membuat Moms kurang nyaman. Salah satunya harus waspada dengan mirror syndrome.

Berikut gejalanya;

Advertisement
  • Tekanan darah tinggi
  • Pembengkakan parah
  • Kenaikan berat badan berlebih dalam waktu singkat
  • Adanya protein pada urin

Selain itu, gejala mirrror syndrome juga diketahui dengan adanya hemodilusi yang ditemukan ketika melakukan tes darah. Hemidilusi terjadi ketika terdapat lebih banyak plasma darah dan rendahnya sel darah merah. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh fetal hydrops atau penumpukan cairan pada janin yang akhirnya menyebar mengelilingi jantung.

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Advertisement

Dalam menangani mirror syndrome juga berbeda-beda dan akan dilihat dari situasinya. Jika disebabkan oleh fetal hydrop, maka bisa dirawat di dalam kandungan dan dapat disembuhkan dari ibu dan bayi di sisa usia kehamilannya. Namun jika mirror syndrome ini berasal dari ibu hamil yang mengalami preeklamsia, maka persalinan harus segera dilakukan sehingga gejala akan hilang dalam beberapa hari setelah persalinan.

Penyebab mirror syndrome. Meski belum diketahui dengan pasti, namun sering disebabkan oleh hidrops janin.

Hidrops janin adalah kondisi di mana cairan meninggalkan aliran darah dan menumpuk di jaringan janin. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal dan tergantung dari jenis hidrops janin. Akan tetapi, yang umum terjadi adalah muncul dari komplikasi yang menganggu kemampuan alami janin untuk mengatur cairan. Komplikasi ini bisa mencakup infeksi, sindrom genetik, masalah jantung hingga gangguan metabolisme.

Mirror syndrome sangat berbahaya bagi ibu hamil karena bisa memicu anemia dan gagal jantung. Sedangkan pada janin yang dikandung bisa menyebabkan keguguran atau kematian janin.

Photo by Анастасия Триббиани from Pexels

Secara umum, kasus ini sangat langka. Namun Moms juga perlu waspada dengan gejala dan apa yang menyebabkan mirror syndrome. Dilansir dari laman International Journal of Clinical and Experimental Medicine, ada beberapa faktor yang dapat memberikan hasil yang baik bagi para pasien, seperti diagnosa yang tepat waktu, kerjasama yang baik antar anggota tim obstetrik dan perawatan yang maksimal ketikan hamil. Ketika segalanya dilakukan dengan cepat, maka akan memperoleh penyembuhan yang optimal.

Moms yang sedang hamil maupun merencanakan kehamilan harus rajin konsultasi ke dokter. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kelainan agar dapat dilakukan dengan cepat dan meminimalisir terjadinya hal-hal yang nggak diinginkan. Semiga bermanfaat ya, Moms!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A professional Overthinker.

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE