Trik Parenting ala Nadiem Makarim; Psychological Safety Dipercaya Sukseskan Masa Depan Anak!

parenting nadiem makarim

Kamu tentu nggak asing dengan nama Nadiem Makarim, seorang pendiri perusahaan start-up yang kini menjelma menjadi sebuah perusahaan decacorn. Namanya yang populer di kalangan anak muda dan sarat akan inovasi menjadikannya terpilih mejadi seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dapat dibayangkan betapa sibuknya Nadiem Makarim menjabat posisi penting tersebut. Padahal di sisi lain ia merupakan manusia biasa, seorang suami juga seorang ayah dari dua anak lucu.

Advertisement

Dalam sesi wawancaranya dengan Deddy Corbuzier yang diunggah ke Youtube, sebelum lebih dalam menceritakan sistem pendidikan di Indonesia, ia juga menceritakan bagaimana kesehariannya dalam menjalankan peran saat menjadi ayah. Kita simak yuk selengkapnya!

Walaupun sangat sibuk, Nadiem ternyata memiliki jadwal tetap setiap harinya untuk quality time dengan anak-anak lo

Harmonis/ Credit: Liputan6 via www.liputan6.com

Menteri yang satu ini mengaku bahwa ia sering jam 07.00 pagi sudah meeting, sedangkan jam pulangnya biasanya pukul 18.00 atau 18.30. Namun ia memiliki kebiasaan yang harus disiplin dilakukan yaitu bermain dengan anak dan menidurkan mereka yang biasanya akan terlelap pada jam 20.00. Jangan dikira setelahnya, ia juga bisa menyusul untuk tidur nyaman di kamar.

Ternyata Nadiem akan melanjutkan pekerjaan yang nggak jarang termasuk agenda untuk meeting di luar. Jadi, setiap harinya ia akan tidur sekitar jam 01.00 atau 02.00 dini hari. Cerita ini seolah menunjukkan bahwa nggak ada alasan sibuk untuk menyempatkan waktu bermain dengan anak. Paling nggak dilakukan barang satu dua jam tiap harinya.

Advertisement

Hal yang selalu digembar-gemborkan Nadiem untuk banyak orang tua di luar sana yang juga ia lakukan adalah aktivitas mendongeng yang kaya manfaat

Peduli anak/ Credit: Monitor Day via www.monitorday.com

Hal yang dilakukan selain bermain dengan anak adalah mendongeng saat mengantarkan mereka tidur. Di sebuah wawancara yang lain ia percaya bahwa dengan mendongeng maka anak-anak akan senang dan belajar mencintai dari buku. Menurutnya dari cerita-cerita itulah tercipta imajinasi di otak dan anak akan lebih bisa berpikir kreatif. Ia yakin bahwa berbagai macam hal yang tercipta berawal dari imajinasi dulu. Kemampuan berpikir dan membayangkan hal-hal tersebut merupakan kunci dari kesuksesan.

Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa hal ini nggak cuma harus dilakukan oleh ibu tapi juga ayah. Di kesempatan dengan Deddy, ia juga menambahkan bahwa 20% sampai 30% anak yang dibacakan dongeng atau dibacakan buku minimal satu jam maka dampaknya akan luar biasa karena merasa kedua orang tuanya benar-benar care. Dampaknya di masa depan jauh lebih dari investasi berupa karir orang tua yang meningkat.

Nadiem juga mengatakan bahwa rasa aman perlu ditekankan demi masa depan anak yang akan lebih baik

Acara Turun Tanah/ Credit: Hai Bunda via www.haibunda.com

Ritual seperti membaca dongeng yang pada akhirnya membuat anak merasa diperhatikan juga akan membuat anak merasa aman. Hal ini disebut psychological safety yang menurut Nadiem merupakan kunci nomor satu. Rasa aman yang diberikan orang tua akan menjauhkannya dari rasa cemas sehingga anak akan belajar lebih banyak. Selain itu, anak juga akan lebih percaya diri karena merasa lebih disayang. Sayangnya, menurutnya hal ini justru kurang ditekuni dalam parenting.

Advertisement

Penyebab sulitnya terjadi psychological safety adalah adanya gap komunikasi yang kadang masih terlalu lebar bagi orang tua kebanyakan di Asia

Gemas/ Credit: KapanLagi via www.kapanlagi.com

Kurangnya rasa aman yang dimiliki oleh anak disebabkan adanya gap hierarki yang terlalu lebar antara orang tua dan anak. Hal ini sering terjadi di sistem cara didik berdasarkan orang tua Asia. Anak yang nggak diperbolehkan bertanya, saat orang tua berkata bahwa A benar maka harus A, menyebabkan anak nggak bisa bercerita dengan apa adanya sering ditemui. Pada akhirnya jika terjadi masalah, anak akan lebih memilih untuk diam dan orang tua nggak memiliki invisibilitas secara sosial maupun akademik. Untuk hal ini, Nadiem menyarankan agar orang tua lebih terbuka dan komunikatif karena merekalah pendidik utama.

Berkaitan dengan jabatannya sebagai seorang menteri, Nadiem yakin bahwa jika lebih banyak orang tua yang juga berperan menjadi guru dan guru yang berperan juga sebagai orang tua, maka masalah akan kelar.

Pada intinya, yang ingin ditekankan Nadiem sebagai orang tua adalah bahwa kita harus membagi waktu untuk quality time dengan si kecil, caranya bisa dengan bermain hingga mendongeng demi terciptanya rasa aman. Pasalnya, hal ini nantinya akan memberikan pengaruh yang lebih banyak daripada jika orang tua memberikan materi berupa barang atau mainan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE