Kalau Mau Tahu, Beginilah Suka Dukanya Tinggal dengan Mertua. Sabar Kadang Bukan Solusi

suka duka ikut mertua

“Capek…udah nggak sabar mau punya rumah sendiri…”

Advertisement

Mungkin pasangan atau teman-teman dekat sudah bosan mendengar curhatan kamu seputar rasa jenuh, rasa sedih serta beragam campur aduk perasaan para penumpang rumah pondok indah mertua. Kadang mungkin yang dengar sampai heran, memang mertuamu kenapa sih sampai si penumpang ini bawaaannya bete dan pengin buru-buru pindah rumah? :’)

Padahal mertua baik-baik saja, cenderung perhatian dan nggak pernah menyuruh kamu cepat-cepat hengkang dari rumah. Kebaikannya banyak banget, sampai kadang kamu pun merasa bersalah merasa ingin cepat-cepat minggat. Faktanya, nggak betah di PIM ini sebenarnya nggak begitu ada sangkut pautnya sama kebaikan mertua. Masalahnya terlalu kompleks sampai-sampai kadang hanya bisa dipahami kalau sudah merasakan sendiri. Kira-kira ya seperti 5 hal yang sudah Hipwee rangkum ini…

1. Yang pertama, kebebasan nggak bisa kamu dapatkan 100% di rumah mertua. Banyak hal harus dapat persetujuan dari si empunya rumah

Credit: Vidal Balielo Jr. for Pexels via www.pexels.com

Mau merombak beberapa bagian di rumah, jelas nggak bisa kalau nggak izin dulu. Mau liburan sama pasangan, kudu pamit juga dan kadang harus menjelaskan detail kemana. Mau quality time sama pasangan anak, kadang harus atur strategi biar mertua nggak mendadak inisiatif minta ikut. Mau nyetel TV keras-keras, takut mertua terganggu. Mau badmood juga kudu hati-hati, takut menyinggung perasaan mertua yang lihat.

Advertisement

Apalagi kalau ada cekcok sama pasangan, waduh kudu dilakukan secara hati-hati dan cermat biar nggak mertua nggak kaget dan ikut-ikutan nimbrung juga :’) Padahal cek-coknya cuma gara-gara soal handuk basah yang ditaruh di atas ranjang berkali-kali doang.

2. Rumahku, istanaku nggak berlaku kalau masih tinggal bersama mertua (atau dalam beberapa kasus, orang tua sendiri juga) karena aturan yang diterapkan biasanya masih dipengaruhi oleh mertua atau orang tua sebagai tuan rumah

Credit: Gustavo Fring by Pexels via www.pexels.com

Hal ini nggak begitu kerasa kalau kamu belum punya anak. Kalau sudah punya anak, bakal jadi lebih kompleks lagi karena ada beberapa mertua yang mungkin bingung sama aturan-aturan yang kamu dan suami terapkan. Mulai dari saat hamil sampai nanti anak udah belajar jalan, ada aja aturan yang mungkin berbeda sama tuan rumah. Padahal, setelah berumah tangga pasti ingin belajar mandiri dan menerapkan aturan sendiri kan. Belum lagi kalau mertua punya kebiasaan atau kesukaan yang nggak sesuai sama prinsip atau kebiasaan kita. Hmm, bayangkan sendiri lah rasa nggak nyamannya. Nggak mungkin protes kan?

3. Sering nggak enak kalau mau melakukan hal-hal seperti bangun kesiangan, membiarkan cucian atau pakaian sedikit menumpuk karena kelelahan, pulang larut malam atau malas masak sehingga sering jajan

Credit: Gustavo Fring for Pexels via www.pexels.com

Ini nggak usah dibahas panjang lebar, pasti tahu deh rasanya kalau semua gerak-gerik berasa dipantau. Kadang bahkan sebenarnya nggak ada komentar eksplisit sih, tapi kadang ya perasaan aja yang nggak tenang :’)

4. Sering mendapat arahan, komando atau petuah tanpa diminta. Niatnya sih baik, tapi…tapi…

Credit: liveabout via www.liveabout.com

Ini juga harusnya sudah sama-sama tahu ya. Kalau dapat petuahnya hanya sekali seminggu saat bertandang ke rumah mertua sih masih bisa ditahan-tahan ya. Tapi bayangkan kalau seatap, mulai dari cara masak nasi sampai menutup rolling dor garasi semua dapat komando atau masukan. Gimana Guys perasaanmu?

5. Bekerja atau nggak bekerja, bakal ada rasa bersalah terus rasanya. Campur aduk deh kalau ini

Credit: Anastasia Shuraeva for Pexels via www.pexels.com

Sibuk kerja, dibilang nanti terlalu sibuk sama karier. Terlalu sibuk mengejar harta. Giliran nggak bekerja alias di rumah saja, dibilang pengangguran dan kadang dikasih petuah atau bahkan dibanding-bandingkan sama saudara atau ipar yang bekerja. Complicated banget deh. Salah semua rasanya.

Banyak banget curhatan kalau sudah bahas soal mertua. Beruntung kalau kebetulan kamu tinggal sama mertua yang sudah paham betul batasan-batasan terhadap anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Atau lebih baik lagi, yaitu sudah punya rumah mandiri. Beda cerita nih kalau orang tua atau mertua yang ikut kamu ya, mungkin nggak bakal lebih sesungkan kalau kamu yang masih ikut mereka. Hipwee doakan semoga kamu dapat segera membangun rumah impian, suatu saat nanti. Yuk semangat nabung dan cari cuan!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE