Depresi bukan wujud lain dari kesedihan, melainkan penyakit mental. Akibat depresi, kehidupan seseorang bisa berubah dari sedikit terganggu hingga ambruk total. Sayangnya, masih banyak dari kita yang kebingungan menghadapi teman atau keluarga yang divonis menderita depresi. Cap ‘pemalas’, ‘pemarah’, ‘cengeng’, dan ‘alpa bersyukur’ kerap dengan mudah dilayangkan kepada mereka. Padahal, kesembuhan seorang penderita depresi sangat tergantung pada eksistensi dukungan dari lingkungannya.

Kita yang tidak pernah menderita depresi mungkin akan kesulitan membayangkan bagaimana rasanya mengalami penyakit tersebut. Seorang teman pernah mencoba menjelaskan:

“Aku mati rasa, semati ujung jari yang terlalu lama menyentuh es batu di kulkas. Begitu dingin, percuma, remeh, dan tak berperasaan sampai itu membuatku ingin memakan jantungku sendiri dalam rasa sakit dan kemarahan.”

Nah, jika sekarang kamu tergerak menanyakan “Apa yang bisa aku perbuat?” pada teman atau keluargamu yang menderita depresi, disini sudah Hipwee rangkum kalimat-kalimat yang bisa kamu sampaikan kepada mereka. Sebaliknya, ada juga kalimat-kalimat yang tidak seharusnya kamu ucapkan.

Apa yang selama ini kamu katakan kepada mereka yang depresi belum tentu tepat. Yuk, sama-sama kita pelajari kalimat apa yang bisa lebih mendukung kesembuhan mereka. Daftar di bawah ini mungkin bisa membantumu:

1. “Aku Di Sini Untukmu.”

Advertisement

Aku di sini untukmu via www.spokesman.com

Apa yang harus dikatakan: “Kamu gak sendirian dalam masalah ini.”

Jangan katakan: “Ada yang (nasibnya) lebih parah dari kamu.”

2. “Kamu Punya Arti Di Sini.”

You are matter to me via www.brookfieldnow.com

Apa yang harus dikatakan: “Kamu sangat berarti bagiku,” atau “Kamu punya peran penting di sini.”

Jangan katakan: “Ga ada yang bilang hidup bakal mudah.” atau “Hidup emang gak adil.”

3. “Izinkan Aku Membantumu.”

Biar aku peluk via www.wikihow.com

Apa yang harus disampaikan: “Kamu butuh pelukan?” atau “Mau aku peluk?”

Jangan bilang: “Berhentilah mengasihani dirimu sendiri,” atau “Jangan menyesali lagi perbuatanmu sendiri!”

4. Depresi Itu Emang Ada, Jangan Dianggap Remeh.

Semua akan baik-baik saja via www.sofeminine.co.uk

Coba ucapkan: “Tenang, kamu bisa melalui ini. Kita bisa melalui ini sama-sama.”

Jangan memperkeruh keadaan: “Kamu depresi banget. Emang sering gitu ya?”

5. Selalu Ada Harapan

Selalu ada harapan via www.wikihow.com

Apa yang harusnya dikatakan: “Kita hidup di dunia ini untuk saling bantu.”

Jangan diperburuk dengan: “Coba jangan depresi-depresi amat.”

6. Kamu Bisa Melaluinya

Selalu untukmu via sebastiendamour.com

Kamu harusnya bilang: “Saat semua ini berakhir, aku bakal tetap ada buat kamu. Begitu juga sebaliknya.”

Kalo kamu mau bilang ini, mending gak usah ngomong sama sekali: “Itu salah kamu sendiri.”

7. Berusahalah Untuk Bersimpati

Berusaha mengerti via www.wikihow.com

Katakan: “Aku gak bisa merasakan apa yang kamu derita, tapi aku selalu bisa menawarkan bahu untuk bersandar.” 

Jangan ke-pede-an bilang: “Yakin, deh. Aku tahu apa yang kamu rasakan. Aku juga pernah depresi kayak kamu.”

8. “Aku Gak Bakal Menjauhi Kamu.”

Kamu gak sendirian via www.sonsation.com

Sampaikan: “Aku gak bakal ninggalin kamu sendirian.”

Harusnya kamu gak pernah bilang: “Depresi kamu menyusahkan.”

9. “Aku Peduli Dengan Kamu.”

I love you, too, Dad via www.craigwolfromphotography.com

Katakan jika kamu benar-benar tulus: “I love you” atau “Aku sayang (peduli) sama kamu.”

Jangan bilang: “Apa kamu gak capek sedih terus?” atau “Kok aku harus ngurusin masalahmu terus sih?”

10. Kita Akan Melewatinya Bersama

Kita lalui bersama via upload.wikimedia.org

Sampaikan dengan tulus: “Jangan khawatir, penderitaan yang kamu alami gak akan bikin aku ninggalin kamu. Kita akan lalui ini sama-sama.”

Kalimat fatal: “Udah coba makan cokelat? Udah ke salon? Bagus lho buat mood kamu.”

Depresi adalah masalah serius yang bisa menyerang siapa saja. Seorang penderita depresi butuh dukungan, bukan kernyitan dahi apalagi hujatan. Dengan intervensi psikiatri yang tepat dan sokongan moril yang tulus dari lingkungannya, siapapun dapat melewati masa-masa kelam ini. Semua, pada akhirnya, bisa menjadi baik-baik saja.