Semua orang pasti punya mimpi. Selain karena setiap orang pasti tidur di malam hari :D, pikiran yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia, membuat kita dapat mengimpikan sesuatu yang kita idamkan bisa terwujud di dalam hidup. Mimpi tersebut akan dapat terwujud kalau kita mulai mengerjakannya. Tapi bagi beberapa orang, mimpi itu seringkali tidak terjadi bahkan terkadang berujung pada sebuah kekecewaan, karena mimpi yang sebenarnya dapat dicapai, tak bisa direalisasikan. Ini bisa terjadi karena orang tersebut tidak pernah membagikan mimpinya kepada orang lain. Apakah kamu juga orang yang tidak pernah membagikan mimpimu kepada orang lain? Mungkin beberapa hal ini dapat kamu renungkan.

 

1. Terbenam dalam pemikiran sendiri dan pesimisme

Seorang yang selalu mengerjakan sesuatu sendiri tak selalu karena merasa dirinya mampu. Ini bisa terjadi karena dia kurang bisa memberikan kepercayaan kepada orang lain, merasakan bahwa orang lain tidak akan dapat membantunya sungguh-sungguh atau malah ide itu akan dicuri oleh orang tersebut. Ini yang akan membuat kamu akan selalu terjebak dalam pemikiran sendiri yang akhirnya selalu berujung pada pesimisme. Bisa saja kamu adalah orang yang sangat kreatif, karena kamu selalu bisa berkhayal dalam pikiranmu sendiri tentang banyak ide-ide yang sangat bisa direalisasikan. Namun karena kamu tidak membagikannya dengan orang lain, ide kreatif itu hanya kamu simpan sendiri dan semakin terbenam dalam dalam pikiran sampai akhirnya kamu tidak punya semangat untuk mengerjakannya, atau akhirnya memilih untuk tidak memikirkannya lagi.

2. Kaki terikat tak bisa melangkah

Kaki Terikat

Kaki Terikat via https://statik.tempo.co

Bermimpi adalah suatu hal yang sangat indah. Membayangkan sesuatu yang dalam realita akan sulit untuk didapatkan, namun saat kita mengimpikannya hal itu seperti sudah ada di depan mata. Untuk mewujudkan suatu mimpi tentu tidak mudah, butuh usaha yang ekstra serta pengorbanan yang bisa sampai mencucurkan air mata. Namun hal itu tidak akan pernah terwujud jika kita memilih mengerjakannya sendirian. Tak semua orang dapat terus kuat dan tegar dalam mencapai mimpinya. Seringkali hal-hal yang sudah direncanakan sebelumnya tak berjalan sesuai harapan atau bisa saja terjadi hal-hal yang diluar dugaan sehingga menghambat terwujudnya mimpi tersebut. Langkah kaki akan semakin berat melangkah, disaat semakin banyak beban yang kamu pikul di pundakmu sendiri. Kamu membutuhkan orang-orang yang dapat membantumu mengerjakannya bersama-sama. Semangat dari orang lain juga akan sangat membantu disaat kamu serasa ingin berhenti melangkah melanjutkan perjuanganmu.

3. Dihantui memori kegagalan setiap hari

Kenangan Buruk

Kenangan Buruk via http://cdn-2.tstatic.net

Segudang ide yang kamu punya akan selalu muncul dalam pikiranmu, terlepas apakah ide itu kamu kerjakan atau tidak. Jika kamu kerjakan, ide itu akan menjadi memori yang indah dalam pikiranmu, yang membuatmu semakin bersemangat mewujudkan ide lainnya. Namun jika ide-ide itu tidak pernah kamu laksanakan, maka memori tentang kegagalanmu yang tidak pernah memulai mewujudkan ide-ide tersebut akan selalu menghantui hidupmu. Dan kamu merasa kamu layak menanggung itu semua dan merasa bahwa kamu adalah orang gagal yang tidak akan pernah bisa apa-apa dan memutuskan tidak akan memulai ide apa pun yang muncul berikutnya.

4. Mampu berenang melawan arus, namun selalu terbawa dalam arus

Dengan ide yang kamu miliki kamu seharusnya bisa menjadi orang yang anti mainstream, melakukan hal yang out of the box. Tapi akhirnya kamu akan selalu menjadi orang dalam jalur mainstream, karena idemu hanya sebatas di pikiran saja. Dan itu akan sangat membuatmu frustrasi, karena kamu memiliki keyakinan bahwa kamu mampu untuk menjadi berbeda, namun faktanya kamu tetap menjadi orang yang sama dengan lainnya. Ide yang sepertinya sangat mungkin untuk kamu wujudkan, dan memberikan dampak positif tidak terwujud karena kamu selalu memendamnya sendiri. Dan bila akhirnya ada orang lain yang berhasil mewujudkan ide tersebut, kamu pun akan menjadi menyesal dan kecewa sehingga kamu hanya bisa berkata bahwa kamu pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Tentu ide yang tidak pernah direalisasikan tidak berarti apa-apa.

5. Mulailah Berbagi

Persahabatan

Persahabatan via http://fotokita.net

Jika kamu merasakan hal diatas dan kamu tau kamu harus keluar dari situ, maka mungkin ini waktunya bagimu untuk membagikan mimpi dan idemu. Mulailah berbagi dengan orang-orang yang kamu rasa mau mendengarkanmu. Walaupun orang yang akan mendengar idemu, belum tentu dapat membantu mewujudkannya, namun dengan membagikannya kepada orang lain, dapat membuatmu mengetahui hal-hal yang belum terpikirkan dalam ide itu sebelumnya. Orang-orang  dapat memberikan pendapatnya tentang ide itu kepadamu.

Apabila kamu sulit untuk dapat berbagi dengan orang lain secara langsung, ada alternatif lain untuk dapat membagikan mimpi-mimpimu, yaitu dengan menulisnya di media online. Saat ini ada banyak website-website yang memberikan ruang  untuk dapat berbagi ide yang ada dalam pikiranmu. Kamu dapat menuliskan ide tersebut disitu dan menantikan ide tersebut dibaca oleh banyak orang. Setiap orang yang membaca dapat memberikan komentarnya dan hal ini tentu menjadi lebih efektif karena kamu bisa mendapat feedback yang lebih banyak dari orang-orang yang berbeda. Tak menutup kemungkinan orang yang membaca tulisanmu juga memiliki ide yang sama denganmu dan kalian bisa memutuskan untuk bekerja sama mewujudkan ide tersebut. Karena persahabatan tak selalu di mulai di masa SMA. Bisa saja persahabatanmu terjadi disaat kamu mulai membagikan idemu terhadap orang lain.