Hidup di kota besar memang memerlukan berbagai trik agar kita terhindar dari berbagai penyakit. Ditambah lagi dengan semakin meningkatnya suhu bumi akibat perubahan iklim. Bisa dibayangkan panas bumi yang harusnya bisa keluar justru terperangkap di dalam bumi akibat emisi gas rumah kaca. Kita pasti tahu salah satu yang memicu adanya gas rumah kaca adalah asap-asap hasil pembakaran dari kendaraan bermotor, industri, ataupun rumah tangga. Jika hal ini terus terjadi, tidak hanya bumi saja yang kesakitan tetapi kita dan semua makhluk hidup juga akan merasakannya.

Perubahan iklim memang menjadi isu global di karenakan akan berdampak ke segala aspek, mulai dari sosial, ekonomi, hingga kesehatan. Mulai dari diri sendiri akan menjadi langkah awal untuk segala perubahan baik yang akan datang. Daripada kita harus terkena macet di jalan kenapa tidak menggunakan transportasi umum saja? Selain lebih murah juga akan mengurangi polusi udara. Sendainya harus terpaksa menggunakan kendaraan pribadi alangkah baiknya jika tidak sendirian. Ajak saja teman atau saudara yang satu tempat tujuan dengan kita. Tindakan kecil tersebut bisa mengurangi jumlah kendaraan yang lalu lalang di jalanan. Berjalan kaki atau naik sepeda juga akan menjadikan kita lebih sehat.

Mengapa kita harus rela berdesak-desakan di dalam angkutan umum? Capek-capek berjalan kaki atau bersepeda kalau ada kendaraan pribadi? Karena semakin banyak kendaraan bermotor maka semakin banyak polusi yang dihasilkan dan panas bumi akan semakin meningkat sehingga dapat menimbulkan berbagai penyakit. Mari kita simak apa saja penyakit yang disebabkan oleh perubahan iklim!

1. Kanker paru-paru

Deepbreathing via http://thinkstockphotos.com

Kanker paru-paru adalah tumbuhnya sel-sel secara tidak terkendali di paru-paru. Kondisi tersebut banyak dialami oleh perokok aktif maupun pasif. Awalnya tidak ada gejala yang tampak tetapi lama kelamaan gejala tersebut akan muncul seperti batuk berdarah, sesak nafas, bengkak pada wajah dan leher, hingga penurunan berat badan. Menurut WHO, Asia Tenggara menduduki posisi ke dua sebagai wilayah penyumbang polusi udara di dunia. Selain asap rokok, menghirup asap dari kendaraan bermotor atau industri secara intens dapat memberikan dampak yang sama seperti perokok pasif.

2. Penyakit jantung koroner

Sayangi jantungmu via http://bloglovin.com

Salah satu penyebab terjadinya penyakit jantung koroner adalah seringnya terpapar asap dan polusi udara. Partikel halus dari polutan yang masuk ke dalam paru akan berubah menjadi plak pada pembuluh darah yang dapat menghambat peredaran darah dan menyebabkan penyakit jantung koroner. Jika plak tersebut lepas lalu menyumbat pembuluh darah di otak maka yang akan terjadi adalah serangan stroke.

Advertisement

Penyakit jantung koroner adalah penyebab kematian paling tinggi di dunia. Menurut World Heart Federation, 1 dari 10 orang yang meninggal pada usia 30-70 tahun merupakan penderita penyakit jantung koroner.

3. Penyakit infeksi

Hati-hati terinfeksi via http://shutterstock.com

Dampak dari gelombang panas dan suhu tinggi juga berakibat pada mudahnya penyebaran penyakit infeksi. Penyakit malaria yang biasanya hanya terdapat pada daerah tropis sekarang sudah bisa ditemukan di Eropa. Penyakit DBD juga akan mewabah karena suhu tinggi dapat mempersingkat waktu perkembangan nyamuk Aedes aegypty dari fase telur hingga fase nyamuk dewasa dan juga memperpanjang umur nyamuk. Selain itu perubahan iklim juga dapat mempengaruhi timbulnya berbagai penyakit infeksi baru seperti SARS, Avian Influenza, Ebola, serta berbagai penyakit infeksi baru maupun lama yang muncul kembali.

4. Psikologis

Stres kan jadinya via http://apa.org

Sebenarnya sampai saat ini belum ada kesepakatan di antara para peneliti mengenai suhu terhadap tingkah laku manusia. Eksperimen-eksperimen tersebut menunjukkan hasil yang berbeda. Tetapi, sadar atau tidak saat suhu meningkat di siang hari emosi manusia akan mudah tersulut yang akhirnya dapat menimbulkan keributan hingga kerusuhan. Begitu juga jika suhu meningkat pada malam hari, kita akan sulit tidur yang berdampak pada penurunan prestasi dan stres. Menurut penelitian yang dilakukan oleh peneliti Harvard Kennedy School dan Massachusetts Institute of Technology's Media Lab mendapatkan hasil utama bahwa kenaikan suhu pada malam hari sebesar satu derajat celcius, menyamai tiga malam kurang tidur pada 100 orang tiap bulannya.

5. Penyakit kulit

Jangan lupa pakai sunscreen ya! via http://stylecraze.com

Sepertinya ini adalah hal yang sangat ditakutkan oleh kaum hawa yaitu penyakit kulit. Menipisnya lapisan ozon di stratosfer menjadikan berbagai macam sinar ultraviolet mudah masuk ke bumi yang dapat mengakibatkan masalah pada kulit. Oleh karena itu baik cowok maupun cewek sebisa mungkin jangan sampai lupa untuk memakai pelindung kulit saat berada di luar ruangan. Sering terkena paparan sinar matahari langsung, lama kelamaan dapat menyebabkan kanker pada kulit.

 

Dampak dari perubahan iklim sangat nyata dan menakutkan apalagi kalau menyangkut tentang kesehatan kita. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda mari bersama-sama melakukan perubahan dalam keseharian. Jaga lingkungan, upayakan untuk mengurangi hal-hal yang dapat menimbulkan pencemaran udara dan lingkungan, dan jangan lupa jaga kesehatanmu juga ya.