Melahirkan secara normal berkali-kali membuat vagina mengalami kekenduran. Memang tak terlihat secara kasat mata, tetapi kekenduran pada organ intim ini mempengaruhi kualitas hubungan suami istri. Daya cengkeram menjadi berkurang sehingga kenikmatan bercinta pun tidak diperoleh.

Lantas, bagaimana sih caranya jika ingin mengencangkan vagina?

Tak hanya kulit wajah yang mengalami penuaan dengan menjadi kendur. Organ intim seperti vagina juga sangat mungkin mengalami kekenduran. Tentu jika vagina kendur akan mempengaruhi kualitas hubungan suami istri. Untuk mengetahui apakah vagina mengalami kekenduran atau rusak, dilakukan USG (ultrasonografi). Anda juga bisa mencoba dengan memasukkan dua jari anda ke dalam vagina untuk mengetahui apakah masih cukup menjepit atau tidak.

Berbagai faktor bisa menyebabkan vagina kendur. Dijelaskan oleh dr. Nana Agustina, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Bunda Menteng, Jakarta Pusat, vagina bisa menjadi kendur karena riwayat persalinan normal atau pervaginam yang terlalu sering, biasanya lebih dari tiga kali. Kondisi tersebut terjadi karena peregangan otot-otot dasar panggul maupun otot-otot dinding vagina pada saat proses persalinan terjadi.

Melahirkan bayi secara normal dengan kondisi bayi yang besar, yaitu lebih dari 3,5 kg, juga menyebabkan vagina kendur. Begitu pula dengan melahirkan secara normal dengan bantuan alat seperti vakum bisa membuat otot-otot dinding panggul menjadi rusak, robek dan kendur. Faktor usia dan kegemukan juga mempengaruhi kekenduran vagina.

Advertisement

Treatment..!!

Lantas bagaimana sih cara mengencangkan kembali vagina yang kendur bak perawan? Berikut penjelasan mengenai beberapa treatment yang dapat mengencangkan vagina, mulai dari treatment tradisional hingga pembedahan dengan operasi.

1. Totok Vagina dan Ratus Vagina

Jika anda ingin memilih cara tradisional, maka totok vagina dan ratus vagina dapat membantu untuk mengencangkan vagina anda. Totok vagina dilakukan dengan cara menekan titik saraf yang berhubungan dengan saraf vagina. Fungsinya adalah untuk melancarkan aliran darah dan menguatkan otot-otot panggul kuat maka kehidupan seksualitas anda akan semakin berkualitas.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus, sebaiknya totok vagina dikombinasikan dengan ratus vagina. Manfaatnya adalah mengencangkan otot-otot di sekitar organ intim wanita, mengurangi keputihan, mengurangi rasa sakit sebelum haid, membantu melancarkan aliran darah dan titik-titik saraf organ intim sehingga pasangan yang ingin memiliki anak bisa terbantu dengan totok vagina, serta mengharumkan organ intim.

Tahapan totok vagina dan ratus diawali dengan pembersihan area bokong dan selangkangan yang lebih hitam, lalu scrubbing menggunakan lulur bengkuang sehingga warna kulit menjadi rata. Setelah itu dibersihkan dengan wash lap dan air hangat. Lalu telapak kaki, betis, selangkangan dan bokong dipijat untuk relaksasi dan aliran darah menjadi lebih baik.

Setelah itu, area pada telapak kaki, dekat mata kaki, betis, paha dan seputar pinggir daerah vagina ditotok, masing-masing selama 20 detik. Totok diberikan pada titik-titik tertentu yang berhubungan dengan saraf organ intim wanita.

Fungsinya adalah melancarkan haid, mengurangi rasa sakit sebelum haid, mengencangkan otot-otot seputar vagina dan membantu wanita yang ingin cepat punya anak. Setelah itu masuk tahap ratus, duduk di bangku khusus yang di dalamnya terdapat ratus. Uap dari ratus langsung ditujukan pada organ intim selama 15 menit. Selama diratus, anda diberi minum teh jahe agar rileks.

Treatment ini bisa dilakukan oleh mereka yang sudah menikah agar hubungan suami istri lebih baik. Meski demikian, mereka yang belum menikah bisa melakukan totok vagina, karena totok ini bisa juga untuk menghilangkan pegal-pegal karena beraktivitas.

Umumnya calon pengantin, 2-3 bulan sebelum menikah melakukan therapy totok vagina dan ratus vagina. Begitu juga wanita yang baru melahirkan dan telah selesai masa nifas, 40 hari setelah melahirkan.

Sekali ditotok akan terasa hasilnya, namun sebaiknya dilakukan dua minggu sekali. Calon pengantin yang melakukan perawatan totok vagina tiga bulan sebelum menikah, rata-rata mengaku lebih cepat hamil. Di samping itu, setelah rutin totok vagina, banyak yang merasakan haid menjadi lancar, perut tidak sakit dan keputihan berkurang.

2. Vaginal Ozone Rejuvenation

Terapi ozon bisa digunakan sebagai alternative untuk peremajaan vagina atau disebut juga vaginal ozone rejuvenation. Dijelaskan oleh dr. Gunawan Halim T., Direktur dan Praktisi Anti Aging saat ozon (O3) dimasukkan ke dalam vagina , maka akan terurai menjadi oksigen (O2) dan O tunggal.

Dengan adanya oksigen (O2) , maka otomatis akan menambah kadar oksigen ke dalam vagina sehingga selaput lendirnya lebih sehat, karena sel-sel pada vagina mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Sementara O tunggal akan membasmi bakteri, jamur, kuman dan menghilangkan bau.

Dengan demikian, aliran darah menjadi lebih lancar dan tidak terjadi radang. Peremajaan organ intim akan terjadi karena selaput lender tampak lebih tebal, lembab, aliran darah lancar dan saraf-saraf di sekitar vagina berfungsi lebih baik. Dengan selaput lendir yang tebal maka daya cengkeram vagina lebih kuat sehingga kepuasan saat bercinta akan diperoleh.

Untuk memasukkan ozon ke dalam vagina menggunakan alat. Alat yang digunakan tergantung permasalahan yang dihadapi. Jika ozon vagina hanya di peruntukkan untuk peremajaan vagina saja maka digunakan alat dengan diameter selang yang kecil. Namun, jika ada penyakit-penyakit yang menyertai seperti keputihan yang sudah berbau, maka dipergunakan alat dengan diameter selang yang lebih besar. Bisa juga menggunakan kantung vagina jika masalahnya tidak terlalu parah. Nanti ozon di dalam kantung dipompakan ke dalam vagina.

Vaginal ozone sebaiknya dilakukan oleh mereka yang sudah menikah. Pasalnya, selang yang dimasukkan ke dalam vagina untuk mengalirkan gas ozon cukup besar. Selama setengah jam, vagina akan dialiri gas ozon sehingga vagina seperti diuapi. Setelah therapy, selain kuman-kumannya mati, vagina juga menjadi lebih kencang dandaya cengkeramnya lebih kuat. Namun, hasil maksimal akan diperoleh setelah belasan kali melakukan therapy vaginal ozone ini.

Jika masalah kekenduran vagina dan masalah keputihannya parah, vaginal ozone ini bisa dilakukan setiap hari, bisa jga dilakukan dua hingga tiga kali seminggu pada awal-awal kunjungan. Jika kondisi semakin membaik, frekuensinya bisa semakin dijarangkan. Untuk mengetahui sudah membaik atau tidak, bisa dilihat dari saluran selang berisi ozon yang dimasukkan ke dalam vagina. Dari selang itu kemudian akan terlihat cairan keputihannya banyak atau tidak. Setelah 1-2 bulan terapi ozon, maka vagina menjadi lebih kencang dan rapat.

Untuk mengetahui kekencangan vagina, bisa dirasakan bedanya saat melakukan hubungan suami istri. Suami akan merasakan vagina istrinya lebih sempit dan daya cengkeramnya kuat. Di samping mengencangkan vagina, dengan terapi vagina ozon ini maka pappiloma virus penyebab kanker serviks juga akan mati sehingga resiko kanker berkurang.

Terapi ini tergolong aman. Namun mereka yang terkena kanker serviks stadium lanjut dan mudah berdarah sebaiknya saat dilakukan terapi ozon harus hati-hati dan selang yang dimasukkan tidak terlalu dalam. Pasalnya, dikhawatirkan terjadi pendarahan. Malah terapi ozon sebenarnya bagus untuk mereka yang terkena kanker.

Untuk mereka yang masih gadis memang tidak bisa melakukan terapi ozon. Tetapi jika merasa ada masalah dengan vaginanya, dianjurkan memakai minyak zaitun yang sudah diozon ( ozonated olive oil ) setiap hari. Minyak zaitun ini dioleskan di sekeliling vagina sehingga jamur hilang dan kelembapan vagina terjaga.

Di samping dengan vaginal ozone therapy, untuk mendapatkan efek dari dalam maka sebaiknya dibarengi dengan ozon transfuse. Seperti diketahui, semakin berta,bah usia maka hormon seksual menurun dan terjadi menopause, serta lubrikasinya berkurang. Pada saat usia muda, memang lubrikasinya cukup sehingga tidak sakit saat berhubungan intim. Namun begitu usia bertambah maka lubrikasinya berkurang sehingga sakit saat berhubungan intim. Dengan ozone transfuse akan diperbaiki dari dalam.

Ozone transfuse menggunakan black bag, kemudian ada selang yang dimasukkan melalui intravena dan ozon dimasukkan melalui selang tersebut. Dengan ozon transfuse ini oksigen akan dihantarkan pada otak, nanti di dalam otak akan diperbaiki hormon seks.

Hormon progesterone, estrogen, dan growth hormone di dalam tubuh akan memperbaiki dirinya. Selain hormon seks akan menjadi lebih baik, dengan terapi ozon ini akan membuat kulit lebih halus dan cerah. Sebaiknya dilakukan seminggu dua kali pada saat awal terapi, dan kemudian dijarangkan menjadi seminggu sekali, kemudian dua minggu sekali dan akhirnya sebulsn sekali.

Untuk perawatan di rumah, tidak dianjurkan membersihkan dengan vaginal douch atau cairan pembersih kimia. Sebaiknya pembersihan dilakukan dengan pembersihan biasa, dengan cara membasuh (cebok) dari depan ke belakang agar kuman-kuman yang ada di anus tidak masuk ke dalam vagina.

3. Senam Kegel

Vagina yang kendur akibat melahirkan normal bisa menjadi kencang kembali jika anda rajin melakukan senam kegel, sebelum hamil, saat hamil maupun setelah melahirkan. Senam yang digagas pertama kali oleh Arnold Kegel ini bisa mengembalikan kekencangan otot dinding vagina karena gerakan-gerakan senam kegel dapat memperkuat otot-otot kandung kemih.

Senam kegel bisa dilakukan dua minggu setelah melahirkan. Bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Misalnya melakukan senam kegel sambil duduk nonton TV, sambil berdiri, sambil bekerja di kantor, sambil menyetir, makan maupun memasak.

Untuk mengetahui bagian mana saja yang perlu dilakukan senam kegel, saat buang air kecil coba ditahan untuk merasakan bagian otot mana yang berkontraksi, lalu dilepaskan, kemudian ditahan kembali. Hasil dari senam kegel dapat dirasakan oleh anda sendiri maupun oleh pasangan anda. Semakin rajin dan teratur melakukan senam kegel maka akan semakin cepat manfaat yang anda rasakan.

Gerakan senam kegel yang paling sederhana adalah gerakan dimana seolah-olah anda sedang menahan buang air kecil. Kontraksikan dan kencangkan otot-otot seolah-olah anda sedang menahan buang air kecil dan pertahankan selama 10 detik. Kemudian relaksasikan (kendurkan). Gerakan-gerakan ini bisa diulang dalam sehari hingga ratusan kali. Hasilnya akan terasa setelah dua bulan rutin melakukannya. Yaitu vagina terasa kencang.

4. Vaginoplasty

Meski senam kegel bisa untuk mengencangkan vagina, namun menurut dr. Prima Progestian, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari Brawijaya Women and Children Hospital dan RS Ibu dan Anak Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan, senam kegel hanya berhasil jika serabut otot-otot pada vagina tidak robek. Jika otot-otot vagina rusak, maka senam kegel tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Senam kegel hanya bisa membantu mengencangkan vagina bila vagina hanya mengendur dan ototnya membesar. Untuk mengetahui apakah otot-otot vagina ini hanya kendur ataupun terjadi kerusakan, bisa dilakukan USG (ultrasonografi).

Alternatif terakhir jika cara-cara lain tidak bisa diatasi adalah dengan operasi peremajaan vagina (vaginal rejuvenation), yaitu dengan vaginoplasty. Vaginoplasty adalah tindakan membuat vagina yang kendur agar diameternya menjadi lebih sempit. Dalam vaginoplasty tidak hanya selaput lendir atau mukosa vaginanya yang diperbaiki, tetapi juga tindakan vaginoplasty menyambung otot-otot dasar panggul yang rusak atau robek sehingga kembali kencang.

Bagian perineum (daerah antara vagina dan anus) juga diperbaiki dalam vaginoplasty ini. Tak hanya membuat bagus dan kencang bagian luarnya saja, dengan vaginoplasty akan membuat fungsi-fungsi tertentu yang berubah karena factor melahirkan, usia, gemuk dan lain-lain seperti kandungan dan kandung kemih yang turun juga diperbaiki. Kandung kemih turun karena otot-otot panggulnya lemah. Jika kandungan turun, maka wanita bisa mengalami masalah kantong kemih yang turun sehingga bisa menyebabkan beser ( sering buang air kecil dan susah menahannya ). Dengan vaginoplasty maka otot-otot rongga panggul bagian depan dan otot-otot bagian panggul dikencangkan.

Operasi vaginoplasty bisa dilakukan selama setengah hingga satu jam, tergantung tingkat kompleksitas atau kesulitannya. Pembiusan bisa dilakukan secara lokal maupun regional. Setelah menjalani vaginoplasty, anda bisa langsung pulang bahkantidak masalah jika langsung melakukan aktivitas buang air kecil. Namun, tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas berat seperti lari dan olahraga berat.

Dalam waktu 1-2 minggu proses penyembuhan lukanya. Namun untuk vagina menjadi lebihkuat kembali sekitar 6-8 minggu setelah operasi. Selama kurun waktu tersebut, anda tidak dianjurkan melakukan hubungan suami istri karena dapat merusak hasil operasinya. Selama proses penyembuhan dokter akan memberikan obat antibiotic untuk mencegah terjadinya infeksi. Kalau anda merasakan nyeri yang luar biasa atau bengkak setelah operasi dianjurkan untuk melakukan sit bath, yaitu berendam dalam cairan PK.

Operasi cukup sekali dilakukan dan hasilnya bagus. Sesudah menjalani operasi vaginoplasty anda tidak dianjurkan untuk melahirkan lagi, terutama melahirkan secara normal. Pasalnya, melahirkan secara normal bisa membuat vagina kembali robek dan operasi harus diulangi. Efek samping dari vaginoplasty ini minimal. Tetapi bisa dimungkinkan terjadi efek samping seperti cedera usus atau kantung kemih, infeksi dan pendarahan. Namun, jika dilakukan secara hati-hati maka efek sampingnya jarang terjadi.

5. Suntik Protein

Belakangan ada treatment baru pengencangan vagina tanpa bedah, yaitu suntik protein LHX3. LHX3 merupakan firming gen pada kromosom ke-9 tubuh manusia yang bekerja untuk memperbaiki kekencangan seluruh organ tubuh, fungsi regulator endoktrin pada kelenjar pituary, mengencangkan bagian tubuh yang kendur dan mempertahankan tonus organ vital lainnya.

Kelenjar pituary merupakan kelenjar utama dalam system endoktrin pada tubuh manusia, seperti fungsi simpatis atau parasimpatis, tekanan darah, detak jantung, pernapasan, berkemih, imunitas tubuh, tiroid dan fungsi reproduksi. Menurut dr. Liza Suzana dari Ultimo, LHX3 genetik protein dapat digunakan untuk meremajakan tubuh dan meningkatkan aktivitas pituary, mempertahankan aktivitas endoktrin dan mengencangkan organ tubuh dalam 24 jam. Dengan demikian, suntik protein ini dapat memperbaiki dan mengencangkan organ reproduksi setelah melahirkan seperti Rahim, indung telur, vagina dan organ endoktrin.

Untuk mengencangkan vagina, maka daerah yang disuntikkan adalah titik-titik akupuntur di vagina. Setelah treatment dalam jangka waktu 24-28 hari vagina akan terasa lebih kencang. Jangan kaget jika setelah disuntik, anda akan merasakan perut kram. Pada beberapa orang dapat susah tidur. Jika terasa sangat nyeri dank ram biasanya diberikan obat penghilang rasa nyeri. Selama 1-2 hari tidak dianjurkan melakukan hubungan seksual. Suntik ini senbaiknya tidak dilakukan saat menstruasi ataupun menjelang menstruasi karena darah yang keluar akan semakin banyak dan perut terasa nyeri.

6. Laser Vagina

Teknologi terbaru pengencangan vagina adalah laser vagina. Laser yang sudah ada di luar negeri seperti Brazil ini menggunakan gelombang pendek agar daya tembusnya tidak terlalu tinggi. Laser ini akan memodulasi sel-sel kolagen di vagina, kemudian kolagen-kolagennya menjadi trauma sehingga mengisi bagian-bagina yang kendur. Alhasil, vagina dibuat lebih sempit. Dengan 1-2 kali treatment maka vagina menjadi kencang kembali.

Yang perlu diingat!!

Bisa mengencangkan, tapi tidak seelastis saat muda

Pengencangan atau peremajaan vagina memang bisa dilakukan, seperti halnya teknik vaginoplasty. Hasilnya memang tidak diragukan lagi dapat mengencangkan vagina, terutama jika vagina sudah sangat kendur. Namun, dr. Elida Sari Siburian, SpBP, dokter spesialis bedah plastic dari RS Pondok Indah dan RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, mengatakan jika ingin kencang dan kenyal seperti saat muda tidak mungkin. Pasalnya usia juga mempengaruhi elastisitas dan kekencangan kulit. Pada usia 40 tahun ke atas, memang pengencangan bisa dilakukan tetapi tidak seelastis saat muda.

Yang perlu diingat, jika elastisitas kulit termasuk di daerah vagina mulai berkurang dan ingin melakukan treatment pengencangan, maka pengencangannya tidak boleh terlalu kencang. Jika terlalu kencang justru kulit menjadi tidak lentur lagi. Sesuatu yang sudah melebar, sulit untuk bisa menjadi elastis lagi, sehingga berapa banyak pengencangan yang dilakukan harus diperhatikan.