Banyak buku maupun artikel di luar sana yang membahas tentang cara menjadi kaya. Salah satu cara yang paling realistis dan tidak adalah investasi, mulai dari investasi emas, tanah, hingga investasi di bursa saham. Yang terakhir ini paling menantang, namun juga menawarkan keuntungan yang paling menggiurkan.

Salah satu investor saham paling sukses yang pernah ada adalah Warren Buffet, yang kekayaannya saat ini ditaksir mencapai $69,6 miliar, atau kira-kira Rp. 696 triliun. Penasarankah kamu bagaimana orang sukses sekelas Mr. Buffet bisa mengumpulkan harta sebanyak itu?

Jika ingin bangkit secara ekonomi, sejak muda kamu harus punya strategi. Ambillah pelajaran dari Warren Buffet supaya kamu bisa ada di posisi yang lebih baik lagi saat sudah beristri atau punya anak nanti.

1. Walau lahir dari keluarga pejabat, Warren Buffet tak pernah menyia-nyiakan uangnya. Masa muda justru dihabiskan untuk mengantarkan koran dan menjajakan barang dari pintu ke pintu.

Suka menabung adalah sifat yang membuat dia kaya via women2.com

Warren Buffet adalah putra dari keluarga berada. Ayahnya anggota Kongres alias DPR Amerika Serikat. Tapi sejak muda, Buffet paling anti menghambur-hamburkan uang. Mr. Buffet remaja justru gemar sekali menabung. Saking gemar menabungnya, bahkan dia sudah bisa mengumpulkan uang sebanyak $5.000 ketika masih berusia 17 tahun. Bila dikonversikan ke nilai saat ini, uang itu setara dengan $52.000 alias Rp. 520 juta. Whoa.

Advertisement

Dari mana Warren Buffet mendapatkan uang tabungan sebanyak itu? Macam-macam! Dari usahanya menjajakan koran, menyewakan papan pinball di tempat cukur rambut, sampai berjualan alat sehari-hari dari pintu ke pintu. Meskipun beliau anak pejabat, tidak ada kata malu dalam pikirannya saat harus mencari uang dengan berjualan barang-barang sehari-hari. Mulai dari bawah justru mendidiknya untuk tahu diri ketika sudah menggapai sukses yang lebih berarti.

2. Ia mendidik diri untuk rajin membaca. Lewat kegiatan sederhana ini, kemampuan analisisnya terlatih dan ia lebih siap menghadapi dunia

Selalu menyempatkan diri untuk membaca via nytimes.com

I read 500 pages like this every day. That’s how knowledge builds up, like compound interest.” – Warren Buffet tentang hobi membacanya

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa orang-orang sukses di luar sana amat gemar sekali membaca, tak terkecuali Warren Buffet. Tak hanya membaca buku, namun juga membaca berita, koran, dan laporan-laporan keuangan. Segala informasi yang dia dapatkan dari membaca membuat Buffet dapat mengumpulkan pengetahuan dan menghasilkan wawasan yang luas.

Ketika kecil kamu sering melihat tulisan di perpustakaan sekolah yang berbunyi “Buku adalah Jendela Dunia”. Dan di zaman digital sekarang ini, eksistensi buku dalam bentuk elektronik pun ada. Kita yang punya segala kemudahan zaman untuk membaca, punya alasan lainkah untuk tidak mulai rajin membaca layaknya daripada Warren Buffet saat remaja?

3. Beliau juga punya nasihat berguna bagi anak muda yang ingin berinvestasi. Menurut investor tersukses di abad ke-20 ini, kamu pantang mengeluarkan uang untuk barang atau saham yang cuma sekadar tren.

Tak mengikuti investasi yang umum dilakukan banyak orang via stocksonwallstreet.net

Saat dunia sedang dilanda demam saham perusahaan dot com dan para investor berbondong-bondong menanamkan modalnya pada perusahaan itu, Buffet berpegang teguh pada prinsipnya dengan tidak menanamkan modalnya sedikitpun. Alasannya, ia tidak mau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sedang tren saja. Lagipula, berinvestasi di perusahaan internet sebenarnya tidak seuntung berinvestasi di bidang-bidang yang lainnya.

Prinsip ini tentu berbeda dari pemikiran para investor yang berbondong-bondong menanamkan sahamnya pada perusahaan dot com. Para investor ini melupakan risiko besar yang ada dalam perdagangan saham, hanya karena nilai perusahaan dot com yang melonjak dengan mendadak. Prinsip Warren Buffet ini terbukti benar karena demam perusahaan dot com ini kemudian pecah dan banyak investor saham yang kemudian bangkrut.

4. Prinsip investasinya yang lain adalah jangan terburu-buru. Kekayaan tak bisa didapatkan secara instan, harus dikumpulkan perlahan-lahan.

Mengerti akan keterbatasan dirinya via www.dailyfinance.com

Sadar betul bahwa manusia tak ada yang sempurna, Mr. Buffet tak memaksakan diri dalam berinvestasi. Ia tak serta merta melakukan investasi secara agresif. Baginya, kekayaan tak bisa didapatkan secara instan. Semuanya harus dikumpulkan dengan perlahan-lahan.

Prinsip tak terburu-buru inilah yang membuatnya leluasa dalam membuat keputusan investasi yang bijak. Misalnya, walaupun menggiurkan, Mr. Buffet memutuskan untuk tidak berinvestasi pada perusahaan teknologi yang mengedepankan inovasi, seperti industri otomotif. Keputusan ini tak pernah dimengerti para investor yang berbondong-bondong membeli saham dalam porsi yang sangat besar pada perusahaan-perusahaan otomotif di Amerika. Tapi beliau tetap teguh memegang prinsipnya untuk tak terburu-buru berinvestasi hanya karena sebuah perusahaan terlihat “coolInsting beliau terbukti benar, ketika sekarang nilai-nilai saham perusahaan otomotif perlahan turun.

5. Buffet tetap hidup di rumah sederhana dan hobi makan di kantin yang biasa-biasa saja. Baginya, orang kaya yang sesungguhnya tak perlu membuktikan bahwa dia kaya.

Tampil sederhana ala Warren Buffet via huffingtonpost.com

“I just naturally want to do things that make sense. In my personal life too, I don’t care what other rich people are doing. I don’t want a 405 foot boat just because someone else has a 400 foot boat.”

-Warren Buffet

Meski memiliki banyak pundi-pundi dollar, Mr. Buffet masih senantiasa hidup sederhana lho! Alih-alih menghamburkan uang dan berfoya-foya, Buffet justru lebih memilih tinggal dirumah sederhana. Bahkan menurut salah satu sumber,  Buffet tak memiliki komputer di kantornya!

Menurutnya, kebahagiaan bukan datang dari luar, melainkan dari dalam diri kita sendiri. Ia juga berpendapat bahwa membeli barang-barang mewah seperti yang dilakukan orang-orang kaya tak menjamin diri kita bahagia nantinya. Berbeda sekali dengan kita yang hidupnya pas-pasan justru rela mati-matian membeli barang-barang yang sebenarnya tak terlalu kita butuhkan, bahkan sampai melakukan hutang maupun kredit sekalipun.

6. Ia tak lupa bahwa ada hak orang lain dalam uang yang ia punya. Berbagi menjadi kewajiban yang dengan senang dilakoninya.

Tak lupa berbagi dengan orang lain via www.cbsnews.com

Seperti para orang kaya pada umumnya, Mr. Buffet juga sadar bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Mr. Buffet pernah mendonasikan uangnya sebesar $ 2,8 miliar kepada yayasan Bill and Melinda Gates Foundation. Tak hanya itu, Mr. Buffet juga pernah mendonasikan uangnya ke berbagai yayasan yang jumlahnya pasti tak sedikit.

Itulah beberapa rahasia orang sukses sekelas Warren Buffet dalam menghasilkan uang sehingga dia bisa menjadi salah satu orang paling kaya di Amerika. Jadi, setelah membaca ulasan diatas, siapkah kamu untuk melakukan apa-apa yang menjadi keseharian Mr. Buffet untuk menjadi kaya?