Di era anak muda yang mana kata ‘galau’ dan ‘baper’ jadi hal biasa, stres masih belum dianggap hal yang perlu diperhatikan dan disembuhkan. Stres dianggap persoalan sepele yang bisa menimpa siapa saja, dan biasanya, bisa hilang begitu saja. Memang benar, stres bisa menimpa siapa saja, mulai anak-anak hingga orang tua. Tapi stres jelas tidak boleh diabaikan.

Stres di mengerti sebagai gangguan psikologis. Yang dampaknya terwujud dalam sikap keseharian seseorang. Yang biasanya ceria jadi sering melamun, yang biasa memberikan performa prima dalam bekerja jadi asal-asalan saja atau yang biasanya sabar jadi lebih sering uring-uringan. Stres yang dibiarkan bisa berujung pada depresi, itu sudah pasti. Namun selain mempengaruhi psikologis, stres juga membawa dampak untuk kesehatan fisik, lho.

Jadi mulai hari ini, stres jangan dianggap sepele, ya. Ada beberapa gangguan kesehatan ini yang bisa kamu alami, bila stres masih dibiarkan berlarut-larut tanpa kendali.

1. Stres berarti otot-otot dalam kondisi tegang semua. Tak heran kalau kamu sering migrain dan badan sakit sekali rasanya

Stres bikin nyeri punggung via www.huffingtonpost.ca

Dalam keadaan tertekan, otot-otot tubuh juga menjadi tegang. Menyatunya bagian-bagian tulang, otot, sendi, dan ligamen membuat badan terasa sulit digerakkan dan sakit di mana-mana. Kamu yang masih muda tapi sering sakit punggung tanpa sebab, mungkin kamu sedang stres hebat. Nyeri lainnya terjadi di sekitar leher, terutama bagian belakang.

Advertisement

Ujung-ujungnya kamu bisa sakit kepala sampai migrain luar biasa. Lebih lanjut lagi, stres juga bisa membuat rambut rontok. Selain itu, hormon stres membuat tidurmu tidak nyenyak dan tanpa sadar menggerutukkan gigi selama tidur. Akibatnya, bangun-bangun rahang dan gusimu terasa nyeri semua.

2. Stres memicu naiknya asam lambung. Ini jawaban kenapa tiba-tiba maag kambuh padahal sudah jaga pola makan

Maag kambuh padahal makanan sudah dijaga via hellosehat.com

Pada dasarnya maag adalah penyakit yang muncul akibat luka pada lambung. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari pola makan yang tidak sehat, kuman penyakit, atapun gangguan pada organ lain seperti empedu atau usus yang memicu luka pada lambung. Namun maag tidak hanya disebabkan oleh gangguan pencernaan ataupun kuman penyakit, melainkan oleh stres dan pola tidur yang tidak sehat. Maag jenis fungsional ini justru lebih sering terjadi daripada maag jenis organik yang disebabkan oleh gangguan pencernaan, entah itu karena luka lambung ataupu luka pada kerongkongan.

Makanya, kalau kamu merasa sudah menjaga betul pola makan tapi maag masih sering kambuh, mungkin kamu sedang stres berat. Karena stres memicu meningkatnya asam lambung, yang jelas akan memparah luka pada lambung. Mengenali penyebab maag ini penting, lho. Karena pengobatannya juga berbeda-beda. Percuma ‘kan kamu minum obat, tapi pikiranmu masih kacau tak karuan?

3. Kamu punya asma? Jaga pikiran agar tetap tenang supaya penyakitmu tidak kambuh-kambuhan

Stres dan asma bisa memperburuk satu sama lain via www.aentassociates.com

Meskipun stres tidak memicu asma secara langsung, bila kamu seorang penderita asma, stres bisa menjadi hal yang patut diwaspadai.

Masalahnya stres dan asma terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Stres yang berlebihan bisa memicu serangan asma, sementara asma yang tidak sembuh-sembuh bisa memicu stres. Sementara semakin kamu stres, semakin parah juga serangan asma yang kamu alami. Stres juga mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga kamu rentan terkena serangan asma.

Karena itulah, selain sebisa mungkin berada di lingkungan udara yang sehat, para penderita asma juga dihimbau untuk menjaga pikiran agar tetap tenang, supaya pernafasan tetap lancar.

4. Saat stres mendera, pola makanmu juga berantakan. Di sini obesitas dan diabetes mulai mengancam

memicu diabetes & obesitas via odyssey.com

Untuk sebagian besar orang, stres ditandai juga oleh perubahan pola makan. Meskipun ada yang nafsu makannya berkurang ketika sedang stres, menurut riset yang dilakukan di Universitas Miami, dalam kondisi stres orang mengonsumsi makanan 40% lebih tinggi daripada biasanya.

Apa-apa dimakan tanpa memperdulikan kesehatan. Jangankan peduli soal kesehatan, kalau sudah stres kamu bahkan bingung apa yang harus dilakukan. Ditambah lagi, stres sering membuat orang susah tidur. Terjaga sepanjang malam membuat kamu ingin mengunyah apa saja yang bisa kamu kunyah ‘kan? Ini yang menyebabkan obesitas. Selain itu, melupakan pola hidup sehat dengan makanan yang sehat juga meningkatkan risiko diabetes. Ngomong-ngomong soal diabetes, bukan hanya orang tua, banyak juga anak muda yang terkena penyakit gula ini.

5. Rasa tertekan dan galau berkepanjangan bisa menurunkan fungsi otak. Hati-hati pada risiko kepikunan dini

Keseringan galau meningkatkan risiko pikun di usia tua ataupun muda via www.lihat.co.id

Alzheimer’s atau pikun adalah penyakit yang umum menyerang orang-orang lanjut usia. Alzheimer’s menyerang 1 diantara 20 orang yang berusia 65 tahun ke atas. Namun ternyata yang muda pun tidak menutup kemungkinan terserang kepikunan dini, seperti yang terjadi di film A Moment To Remember.

Seramnya lagi, sebuah penelitian di UCI Mind, menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara stres yang berlarut-larut dengan sindrom Alzheimer’s. Saat kamu dalam kondisi stres, tubuhmu secara otomatis memproduksi hormon kortisol untuk meredam stres sekaligus menjaga agar organ-organ vital tetap bekerja sesuai fungsinya. Namun di sisi lain, penelitian menyebutkan bahwa penderita Alzheimer’s memiliki kadar kortisol di otak yang lebih tinggi dibanding orang yang sehat. Kortisol memicu peningkatan Ab Peptide dan Tau Protein, dua protein yang muncul di otak penderita Alzheimer’s.

6. Hati yang gundah gulana kebanyakan pikiran juga berdampak buruk pada kecantikan. Kerut-kerut di wajah nambah melulu, kamu mau?

Terlalu banyak pikiran membuatmu lebih cepat menua via www.lihat.co.id

“Tidak ada yang membuat tubuhmu menua lebih cepat daripada kekhawatiran, kecemasan dan stres yang berlarut-larut.” Ujar Dr. Pascal Bordy, seorang dokter keluarga dari Englewood Community Hospital dan Fawcett Memorial Hospital.

Selain berdampak buruk untuk kesehatan tubuh, stres ternyata juga bisa membuatmu menua sebelum waktunya. Karena stres, kulit akan terlihat kusam dan kerut-kerut di wajah semakin banyak. Ini disebabkan karena stres berkaitan erat dengan kadar telomeres, yaitu hormon yang berhubungan erat dengan proses peremajaan sel-sel kulit. Jadi ketika kamu stres, produksi hormon telomeres di kulitmu terganggu, sel-sel mati, sehingga mempercepat proses penuaan. Singkatnya, stres yang berlarut-larut bisa memperpendek usia kulitmu.

7. Panik dan pikiran tak tenang membuat tekanan darahmu berantakan. Sistem peredaran darahmu mulai rawan. Stroke dan penyakit jantung pun jadi ancaman yang mematikan

jantung dan stroke sudah mengancam via www.empowher.com

Kaitan antara stres dan penyakit jantung ini sudah diakui sejak zaman kuno, lho. Kondisi stres membuat jantung berdetak lebih cepat. Di sisi lain, hormon stres juga membuat pembuluh darah mengerut sehingga lebih sempit, lalu tekanan darah bisa meningkat. Hal ini kemudian memaksa jantungmu untuk bekerja lebih keras. Kalau dibiarkan berlarut-larut, risiko stroke dan penyakit-penyakit jantung sudah menunggumu di depan sana.

Karena itu pula, orang yang sudah ketahuan punya penyakit jantung harus jauh-jauh dari stres. Karena ketika stres datang dan tekanan darah berantakan, serangan jantung bisa terjadi kapan saja. Jadi, demi kesehatan jantungmu, jangan galau melulu, ya!

Nah, terbukti kan kalau stres yang berlama-lama itu berbahaya? Mulai hari ini, kamu harus lebih peduli dengan tanda-tanda dalam tubuhmu. Kalau kamu sudah merasa tertekan, tidur tidak nyenyak, apa-apa rasanya salah, nggak bersemangat memulai hari, dan banyak pikiran, yuk mulai dicari solusinya. Mungkin kamu butuh liburan, atau mungkin kamu butuh ambil cuti dan berhenti memikirkan pekerjaan barang satu atau dua hari. Kalau kamu sudah mulai overthinking atas segala hal dan cemas berlebihan, segera cari kesibukan dengan menekuni hobi atau hangout dengan teman-teman. Jangan sungkan juga untuk mencari teman curhat. Karena meski belum tentu bisa membantu, setidaknya curhat dengan seseorang bisa meringankan bebanmu.

Intinya sih, banyak-banyakin piknik ya, guys! :)

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya