Selama ini kamu mungkin hanya familiar dengan kanker, penyakit yang berasal dari dalam tubuh manusia sendiri, dan membunuh jutaan manusia setiap harinya. Kanker memang menjadi ancaman kedua setelah penyakit kardiovaskular, akan tetapi, ada satu penyakit lagi yang wajib kamu waspadai, yakni Lupus.

Lupus (yang bukan tokoh novel karangan Hilman), meskipun mungkin tidak seterkenal Kanker, tapi penyakit ini bisa menyebabkan kematian yang setara dengan kanker. Lupus merupakan penyakit yang berkaitan dengan antobodi manusia. Bila penderita HIV Aids disebut dengan Odha (orang dengan HIV Aids), penderita Lupus disebut dengan Odapus (orang dengan Lupus).

Yuk kita mulai pahami penyakit ini!

1. Lupus terjadi ketika antibodi dalam diri manusia justru berkembang secara berlebihan dan merusak organ vital. Dengan kata lain, Lupus adalah serangan dari dalam diri kita sendiri

Bila dalam kasus HIV Aids, antibodi manusia tidak dapat bekerja, dalam kasus Lupus antibodi manusia justru bersikap overaktif dan menyerang diri sendiri.

Advertisement

Wah, gimana tuh?

Jadi, sistem imun manusia punya kemampuan untuk membentuk zat antobodi, yaitu auto-imun yang bertugas untuk mempertahankan dirimu dari segala kuman, virus, dan bakteri yang membahayakan tubuh. Untuk penderita Lupus, zat antibodi ini justru berkembang di luar kendali, sehingga tidak bisa membedakan kuman penyakit dengan organ tubuh sendiri. Akibatnya antibodi yang harus menghancurkan kuman penyakit, justru menghancurkan organ tubuh sendiri.

2. Sebagai wanita, kamu harus lebih waspada. Sebab, skala perbandingan penderita Lupus (Odapus) adalah 9:1. Artinya, penyakit ini lebih sering menyerang wanita 🙁

Kebanyakan diderita oleh perempuan via www.huffingtonpost.com

Meski tidak diketahu sebab pastinya, kebanyakan penderita Lupus adalah wanita. Perbandingannya dengan pria adalah 9:1. Penyakit ini rata-rata menyerang wanita usia produktif yaitu 15-50 tahun. Perempuan dengan pigmen warna kulit juga memiliki risiko yang lebih besar daripada perempuan kaukasian.

Akan tetapi, meski dalam prosentasi yang lebih kecil, tetap ada kemungkinan anak-anak ataupun pria juga mengalaminya, Di Indonesia sendiri, hingga tahun 2013, penderita Lupus sudah mencapai angka 13.000 dan semakin meningkat setiap tahunnya. OMG :((

3. Lupus terbagi menjadi 3 jenis, dengan tingkat bahaya yang berbeda

Organ yang diserang via salbiahwidjaja.wordpress.com

Selama ini term Lupus digunakan secara general, akan tetapi penyakut Lupus sendiri terbagi menjadi 3, yaitu:

  • Systemic Lupus Erythematosus adalah tipe yang sering dirujuk orang ketika membicarakan tentang Lupus. Lupus SLE ini adalah versi yang paling berbahaya, karena menyerang organ-orang tubuh secara bersamaan seperti Ginjal, Paru-paru, Jantung, Sistem Syaraf, dan organ-organ vital lainnya.
  • Cutaneous Lupus Erythematosus adalah tipe Lupus yang menyerang kulit saja. Biasanya berupa bercak-bercak merah yang diikuti oleh rasa gatal-gatal. Apabila tidak diatasi dengan baik, Lupus tipe ini bisa menyerang organ vital dan berubah menjadi Lupus SLE
  • Drug-induced Lupus Erythematosus adalah tipe Lupus yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Mirip dengan kasus alergi obat, yang efeknya bisa hilang ketika penggunaan obat dihentikan. Gejalanya mirip dengan Lupus SLE, tetapi tidak menyerang organ dalam. Lupus tipe ini kebanyakan diderita oleh pria.

4. Lupus sering disebut dengan penyakit seribu wajah, karena kelihaiannya meniru gejala penyakit lain. Karena itu, Lupus sulit dideteksi sejak dini

Gejalanya sulit dideteksi via www.verywell.com

Kenapa Lupus menjadi sangat berbahaya adalah karena Lupus sulit dideteksi sejak dini?

Gejala Lupus bisa berwujud seperti gejala penyakit lainnya. Ada yang gejalanya mirip dengan Typus, TBC, ataupun Flu biasa. Gejala awal yang unik adalah ruam-ruam merah pada kulit dan nyeri sendiri. Gejala ini akan berjalan menjadi kronik, yanga artinya berjalan selama 6 minggu atau bahkan tahunan.

Tapi kamu pastinya tidak akan panik hanya karena mengalami ruam-ruam merah di kulit ataupun nyeri sendi bukan? Sementara, untuk memastikan apakah Lupus atau bukan hanya bisa dilakukan melalui pemeriksaan lab. Karena itulah, terkadang butuh waktu lama sebelum seseorang dipastikan menderita Lupus.

5. Meski sampai sekarang penyebab pasti penyakit lupus belum ditemukan, tapi ada dua faktor yang diduga menjadi pemicu: genetik dan lingkungan

Stress bisa memicu via career-intelligence.com

Tidak seperti HIV yang disebabkan oleh virus atau Kanker yang disebabkan oleh virus, radiasi, ataupun hormon, penyebab pasti dari overaktifnya antibodi ini tidak diketahui secara pasti. Tapi beberapa ilmuwan percaya bahwa Lupus terjadi akibat kombinasi dari dua faktor.

Pertama adalah faktor internal, yaitu hormon dan genetik. Karena hampir 90% penderita Lupus adalah perempuan ada kecurigaan hubungan antara hormon esterogen dan Lupus. Sebagaimana kanker, orang yang memiliki riwayat Lupus dalam keluarga juga memilikir risiko lebih besar.

Kedua, faktor eksternal berupa obat-obatan, paparan sinar ultraviolet, pola makan yang tidak sehat, infeksi, serta kadar stress yang tinggi. Duh, makanya, jangan stress-stress, ya!

6. Lupus bukan penyakit menular. Sebagian besar penderita Lupus meninggal karena komplikasi organ dalam akibat peradangan yang tidak bisa dihentikan

Lupus bisa menyebabkan kematian 🙁 via mulaisehat.com

Penyakit ini menjadi berbahaya ketika peradangan menyerang organ-organ vital dan menyebabkan komplikasi. Tapi tenang, Lupus bukanlah penyakit menular. Artinya, kamu tidak akan mendapatkan Lupus dari orang lain, ataupun memberikan Lupus kepada orang lain. Karena itu, tidak ada alasan kamu takut untuk berhubungan dengan penderita Lupus. Karena Lupus tidak menular seperti flu.

7. Penyembuhan total untuk penderita Odapus belum tersedia. Saat ini dokter biasanya akan fokus untuk mengurangi gejala dan mencegahnya agar tidak menyerang organ vital

Penjelasan penyakit Lupus via lupusadventurebetweenthelines.wordpress.com

Sifat penyakit Lupus mirip dengan Diabetes. Tidak menular, tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan. Pengobatan yang dilakukan dokter biasanya untuk mengurangi peradangan ketika terjadi serangan serta mencegahnya untuk tidak menyerang organ vital.

Tapi bila gejala atau serangan yang dialami sangat parah, dokter juga memberikan imunosupresan, yaitu obat untuk meredam kinerja sistem kekebalan tubuh. Namun selain memberikan efek samping yang cukup merepotkan, ketika kekebalan tubuh ditekan otomatis kondisi tubuhmu menjadi tidak prima dan rentan terinfeksi kuman penyakit.

8. Meski tidak bisa disembuhkan, penderita Lupus tetap bisa menjadi hidup normal, kok. Asal tetap menjaga pola hidup, termasuk pola makan yang sehat

Selena Gomez vs Lupus via sewarga.com

Kamu tentu masih ingat tentang kabar dari Selena Gomez beberapa waktu yang lalu. Si cantik ini mengaku menderita Lupus dan melakukan kemoterapi untuk pengobatan. Ternyata Selena bukan satu-satunya penderita Lupus di Hollywood. Artis senior Kristen Johnson dan Toni Braxton juga mengaku sebagai Odapus.

Meskipun berbahaya dan gejalanya sangat merepotkan, tapi buktinya mereka masih bisa bertahan dan bersinar dengan karirnya hingga sekarang. Itu artinya, Lupus adalah pertarungan seumur hidup, penderita Lupus tetap bisa hidup normal.

Para penderita Lupus harus menjaga pola makanan sehat dan menghindari makanan yang bisa memicu gejala seperti kecambah dan bawang putih. Sinar matahari juga harus dihindari. Sebagai gantinya, sayuran segar dan air putih harus banyak-banyak dikonsumsi.

Meski penyebab pastinya tidak diketahui sehingga perncegahan juga tidak mungkin dilakukan, setidaknya kamu harus memahami pengakit Lupus. Di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sudah ada organisasi dan komunitas yang fokus untuk memberikan bantuan kepada para penderita Lupus. Sementara itu, menjaga hidup sehat dengan rajin olahraga dan pola makanan yang sehat tentu tidak ada ruginya. Meski Lupus sering disebut dengan ‘Penyakit Wanita’, tapi pria juga harus waspada.