Menjelang hari bahagia, kamu akan makin disibukkan dengan berbagai urusan persiapan pernikahan. Memang sih, kamu dibantu oleh anggota keluarga dan teman-teman, tapi tetap saja kamu gatal kalau nggak turun tangan mengecek sendiri persiapannya. Di tengah-tengah kesibukan, biasanya para calon pengantin cewek meluangkan waktu sejenak untuk melakukan perawatan atau sekedar me time di salon. Selain wajah, salah satu perawatan yang kerap dilakukan para calon pengantin cewek adalah perawatan organ kewanitaan. Salah satunya adalah ratus vagina.

Biasanya, perawatan organ kewanitaan ini sudah sepaket dengan perawatan tubuh lainnya. Karena sudah sepaket, kamu bakal mengikuti seluruh perawatannya dari awal sampai akhir. Padahal, ada baiknya kamu ketahui dulu apakah benar seluruh perawatan memang bermanfaat. Karena perawatan seperti ratus vagina ternyata kurang baik karena dapat membahayakan organ kewanitaan. Seperti apa penjelasannya? Simak 5 fakta tentang ratus vagina yang telah Hipwee Wedding himpun dari berbagai sumber.

1. Umumnya ratus vagina dipercaya sebagai perawatan untuk mengharumkan vagina, tapi ternyata nggak demikian. Kenapa, ya?

aromanya khas via www.seventeen.com

“Vagina itu sudah seperti itu, mau diapain juga dia memiliki bau khas.” – Liva Wijaya, SpOG, dokter spesialis kandungan,

seperti dikutip dari liputan6.com

Ratus vagina adalah jenis perawatan tradisional organ intim yang berasal dari Cina sejak zaman dulu. Umumnya, ratus vagina diyakini sebagai salah satu cara untuk membuat organ intim jadi beraroma harum. Hal ini sebetulnya nggak dibenarkan karena pada dasarnya aroma vagina nggak akan berubah dan tetap seperti itu sampai kapanpun. Vagina memiliki aroma yang khas, sehingga mau melakukan perawatan apapun termasuk ratus vagina tetap saja nggak akan berubah.

2. Vagina yang dibiarkan terbuka begitu saja di atas ramuan herbal dan air hangat justru bisa membuat infeksi

Advertisement

bisa infeksi via kewanitaan.id

Kondisi vagina ketika perawatan ratus dilakukan akan terbuka begitu saja di atas ramuan herbal dan air hangat. Nah, hal tersebut dapat menyebabkan infeksi pada organ intim. Bagian kewanitaanmu akan terasa gatal-gatal, perih, dan jadi kemerahan. Membiarkan vagina terbuka di tempat yang bersuhu panas atau lembap tentu bisa membahayakan organ intim yang sangat sensitif ini.

3. Metode pengasapan dari ratus vagina membuat area intim jadi kemerahan dan uapnya bisa masuk ke vagina. Kok ngeri, ya?

uapnya berbahaya via www.geraisaloncantik.com

“Perawatan ratus tidak baik karena dapat menimbulkan iritasi dari panas pembakaran. Pembakaran ratus bisa menyebabkan vagina menjadi kemerahan,” kata Frizar Irmansyah, dokter ginekologi,

seperti dikutip dari cnnindonesia.com

Organ intim bisa mengalami iritasi lantaran metode pengasapan ratus vagina. Metode ini dilakukan agar area kewanitaan harum dan terjaga kebersihannya dari bakteri-bakteri jahat. Seperti yang disebutkan sebelumnya, vagina punya aroma khas sehingga metode pengasapan seperti ini nggak akan berpengaruh. Uap dari metode pengasapan ini malah membuat iritasi dari panas pembakaran dan vagina jadi kemerahan. Uap yang masuk ke vagina ini juga dapat merusak lapisan antara kandung kemih dan rektum karena letaknya berada di sana. Ini sangat berbahaya.

4. Bakteri baik yang tugasnya menjaga vagina dari infeksi pun akan mati terkena pengasapan

bakteri baik akan mati via rockingmama.id

Katanya, ratus vagina dilakukan agar bakteri-bakteri jahat mati. Kenyataannya, menurut Mary Jane Minkin, profesor klinis dari Yale School of Medicine, perawatan organ kewanitaan ini dapat membunuh bakteri baik juga. Uap ratus vagina cukup berbahaya, sehingga bakteri baik pun bisa mati. Padahal, bakteri baik sendiri berfungsi menjaga area sensitif ini dari infeksi. Kalau nanti bakteri baiknya mati semua, lalu yang menjaga vagina dari infeksi siapa?

5. Sebenarnya organ kewanitaanmu dapat dirawat sendiri dengan membasuhnya menggunakan air mengalir. Jangan lupa keringkan dengan handuk atau tisu, ya!

bisa dibersihkan sendiri via helloflo.com

Tanpa harus melakukan ratus vagina, kamu bisa kok menjaga organ intimmu sendiri. Caranya mudah, rutinlah membasuh vagina menggunakan air yang mengalir. Lalu, keringkan dengan handuk atau tisu dengan arah dari depan ke belakang. Saat mengeringkannya pun harus dilakukan dengan lembut dan pelan-pelan. Ini aset berharga kamu sebagai cewek, lho. Jadi, jaga baik-baik, ya!

Setelah mengetahui fakta mengenai ratus vagina, kamu bisa pertimbangkan lagi untuk nggak melakukan perawatan organ intim ini. Atau, jika ingin melakukan perawatan jenis lain, sebaiknya cari tahu dulu apakah memang aman untuk organ intim. Jangan sampai berharap vaginamu harum, tapi malah jadi bermasalah.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya