Riasan pengantin adalah hal yang cenderung lebih sulit dilakukan ketimbang riasan lainnya. Kamu merias diri untuk acara kondangan atau wisuda, lalu bandingkan dengan riasan pengantin, susah mana coba? Dijamin kamu klepek-klepek duluan kalau masih belum banyak belajar. Untuk merias pengantin tidak butuh sekedar pengetahuan soal jenis-jenis warna foundation atau blusher yang tepat, tapi juga ada unsur passion dan moral yang nggak gampang.

Hipwee menulis ini atas nama seorang penulis yang juga MUA. Jadi sedikit banyak mengetahui seluk beluk riasan yang pengantin yang seharusnya.

Jadi begini ceritanya.

Sehari lalu, Hipwee menerbitkan sebuah artikel yang membahas sepak terjang karya MUA Khadijah Az-Zahra yang piawai mengoreksi wajah pengantin

kha

Artikel tentang kepiawaian MUA via www.facebook.com

Artikel tersebut termasuk ramai dan diterima pembaca. Artinya kita semua sepakat bahwa Khadijah adalah seseorang yang memang punya bakat untuk membuat riasan wajah pengantin. Tapi sayangnya, ada beberapa pembaca yang justru baper dan bukan mengapresiasi atau mengkritik MUA-nya, melainkan menyebut si pengantin sebagai perempuan yang membuat calon suaminya kasihan (?).

Banyak komentar yang takjub dengan hasil makeup-nya, tetapi ada pula yang berkomentar dengan nada “kasihan suaminya”. Hmm, ini maksudnya apa ya kira-kira?

12

2

3

4

Banyak banget komentar miring yang justru membuli pengantin yang dirias secara ‘manglingi’, seperti pakem yang diusung oleh MUA Khadijah tersebut. Ada pula yang entah otaknya ditaruh di mana, bilang “hati-hati diceraikan pas makeup dihapus”. Waduh!

Supaya pembaca Hipwee menjadi makin terbuka, simak alasan di bawah ini yuk.

Menikah adalah hari spesial sekali seumur hidup, wajar saja kalau perempuan ingin tampil cantik

6-medium

ingin tampil cantik via thepotomoto.wordpress.com

Namanya pernikahan, seorang cewek pastinya ingin dikenang dan tampil cantik di acara spesialnya. Perkara itu membuat wajahnya agak sedikit berbeda dari biasanya, toh memang itulah tujuan makeup: mengoreksi kekurangan dan menonjolkan kelebihan wajah. Kalau hidungmu kurang mancung, bisa dikasih shading. Kalau pipi kurang tirus, bisa dikasih contouring, untuk menambah kesan bercahaya, digunakanlah glitter.

Kalau dengan makeup tidak lantas membuat seorang pengantin cewek jadi makin cantik, untuk apa bayar jutaan untuk hasil yang sama saja?

Lagian, ketika sebelum menikah apakah cewekmu setiap hari berdandan seperti pengantin? ‘Kan nggak juga

10985406_10205147326100941_2131219404037528697_n

sebelum menikah via rona.metrotvnews.com

Salah kaprahnya orang-orang yang menyebut ‘kasihan suaminya’, apa nggak memikirkan bahwa sebelum hari H pernikahan, dia sama sekali nggak melihat wajah ceweknya tanpa makeup? Apakah riasan pengantin dipakai setiap hari? Apakah setiap saat pakai sanggul? Di mana letak kasihannya kalau begini?

Cewek tampil cantik dan manglingi di hari spesialnya adalah untuk dikenang dan malahan untuk menyenangkan suaminya

Kalau kamu merasa tertipu dengan makeup cewek ketika menikah, pikirkan kembali tujuan kamu menikah. Karena penampilan luar ataukah kepribadian menarik?

happy-couple-talk-about

jatuh cinta via www.lifehack.org

Rasanya agak kurang masuk akal ketika seorang cowok menikahi cewek hanya karena makeup atau kecantikannya saja. Pasti ada pertimbangan lain dalam memilih pasangan, misalnya sama-sama cocok, sama-sama jomblo, punya sifat baik, dari keluarga baik-baik, dsb. Bercerai karena merasa ditipu pengantin karena memakai makeup? Please,…

Di Indonesia sangatlah wajar ketika makeup pengantin dibuat lebih manglingi. Dan please, tidak ada yang salah dengan itu

dsc_3889

makeup manglingi via www.seputarpernikahan.com

Meskipun saat ini sudah banyak aneka jenis riasan, dari yang alami natural, modern, hingga yang manglingi, ada pula jenis riasan yang memang sengaja dibuat manglingi. Orang Jawa misalnya, memandang bahwa seorang pengantin dikatakan cantik ketika tidak mudah dikenali dan ‘berbeda’ dari biasanya. Bukan karena menor atau ketebelan, tetapi sapuan makeup dan paesnya memang dibuat dengan lebih presisi sesuai pakem. Dan tahukah kamu? Ini adalah warisan budaya yang sama sekali nggak ada salahnya.

Bagaimana, ada pertanyaan?