#CatatanAkhirTahun – Ditulis dalam Keadaan Hampir Menangis
Sayangilah mereka selagi masih ada, karena penyesalan paling menyakitkan adalah ketika sudah terlanjur kehilangan.
Terima Kasih Pernah Hadir Meski Akhirnya Kau Usir. Kini Aku Hanya Mampu Mengagumimu Dari Jauh
Tak perlu lagi berharap pada seseorang yang tak pernah ingin menetap. Sudahlah, hatimu masih bisa dihuni yang lainnya.
Kita Hanya Singgah Sementara Lantas Berpisah Ke Masing-masing Arah
Tak usah bersedih, perpisahan hanya soal waktu. Dan tangisan, hanya perayaan sementara.
Berharap Berarti Namun Luka yang Ditemui
Jangan pernah memberi harapan pada seseorang, jika pada akhirnya kau tak bisa memberikan kepastian.
Aku Badut yang Hanya Bisa Membuatmu Tertawa Tapi Tidak Bisa Membuatmu Bahagia
Terjebak di antara sebuah hubungan adalah hal menyebalkan, apalagi ada perasaan yang dilibatkan.
Apa Kabar Kamu? Bolehkah Aku Merindukanmu Sekali Lagi?
Lagi-lagi takdir menjadi alasan perpisahan, lalu kau bisa apa?
Terserah Sosial Mediamu Mau Kamu Gunakan untuk Apa!
Bijaklah dengan sosial mediamu, karena jejak digital itu mengerikan.
Izinkan Aku Bersedih Hari Ini. Biarkan Aku Merasakan Apa yang Sedang Kurasakan
Bersedih saja dulu karena bahagia punya usia sementara, begitupun kesedihan.
Pesta Pernikahan untuk Beberapa Orang Akan Menjadi Dilema Cinta Ketika Keadaan Ekonomi Tak Memadai
Tuntutan hajatan kadang menjadi orang ketiga yang menjadi alasan perpisahan.
Banyak Pertimbangan Saat Ingin Menikah Ketika Usia Memasuki Kepala Tiga, Semua Perlu Waktu dan Jalan yang Berliku
Semoga tetap tabah dalam penantian, perjumpan sudah dipersiapkan. Siapa tahu jodoh kita adalah tetangga kaya raya.