Fakta tidur

Tidur merupakan aktivitas yang sangat penting dalam hidup kita semua. Manusia bahkan diperkirakan bakal menghabiskan sepertiga waktu hidupnya dengan tidur. Sayangnya, banyak orang yang tampaknya kurang peduli atau tidak memperhatikan kualitas tidurnya. Dari kalangan pejuang skripsi sampai budak korporasi yang menjadikan ‘begadang’ layaknya gaya hidup, sampai mereka yang sebenarnya bisa tidur maksimal tanpa gangguan cahaya gawai tapi terus berselancar di dunia maya hingga larut malam.

Padahal kualitas tidur merupakan faktor krusial yang menentukan kualitas hidup seseorang. Sebagaimana dilansir dari Jakarta Post, tidur bukan cuma sekadar mengistirahatkan badan tapi berfungsi memperbaiki imunitas, menyeimbangkan hormon, dan membersihkan racun dari otak kita. Makanya berbagai penyakit, baik dari obesitas hingga penyakit-penyakit berat yang berisiko kematian pun, jika ditelusuri punya korelasi dengan kualitas tidur. Bukan hanya kekurangan tidur lho, kebanyakan atau tidur yang tidak tenang pun sebenarnya juga punya dampak yang tidak baik. Nah biar tidurmu lebih baik dan jauh lebih berkualitas, yuk simak ulasan spesial Hipwee News & Feature ini!

1. Daripada tidur lama, kamu harus lebih fokus mendapatkan tidur berkualitas. Tiap orang pun punya kebutuhan tidur yang berbeda-beda

Bukan tidur lebih banyak, tapi seharusnya tidur lebih berkualitas via www.telemundo.com

Advertisement

National Sleep Foundation membagi kebutuhan tidur berdasarkan kelompok usia. Dari bayi yang baru lahir yang membutuhkan 14-17 jam tidur setiap hari untuk orang dewasa 18-64 yang seharusnya mendapatkan 7-9 jam setiap hari, dan orang dewasa yang lebih tua yang seharusnya mendapatkan 7-8 jam setiap hari Anak umumnya membutuhkan lebih banyak tidur . Sebuah Jawbone Study menemukan bahwa orang yang tidur 8-9,5 jam setiap malam memiliki suasana hati yang lebih bahagia keesokan harinya. 

2. Orang yang sudah tua pun butuh tidur yang cukup dan berkualitas. Meskipun secara hitungan jam mungkin berkurang karena aktivitas, tetapi kebutuhan tidur minimal harus terpenuhi

Tetap harus tidur cukup via www.pinterest.com

Profesor Sean Drummond dari University of California menyatakan bahwa, orang tua mendapatkan benefit dari banyaknya tidur yang mereka dapatkan saat berusia 30-an. Ini bervariasi dari orang ke orang, masalahnya adalah orang orang terkadang merasa sulit untuk tidur seiring bertambahnya usia dan mereka mengira itu adalah tanda bahwa mereka membutuhkan lebih sedikit tidur tapi sebenarnya tidak seperti itu.

3. Kebutuhan tidur minimal itu 7 jam, bagi siapapun. Nggak boleh ditawar~

Minimal 7 jam… via jamejamonline.ir

Peneliti Neuorosance dari University of California Berkeley, Matthew Walker mencoba mengetahui kebutuhan mendasar tidur manusia. Dengan tidak menyalakan alarm dan bangun dengan alami setiap hari dalam waktu seminggu, dari sini kita dapat melihat berapa jam waktu yang diperlukan tubuh untuk mendapatkan kembali fungsinya.

Advertisement

Berdasarkan penelitian tersebut, kebanyakan orang sebenarnya membutuhkan tujuh sampai sembilan jam waktu tidur. Meskipun ada yang mengaku sudah cukup dengan lima jam waktu tidur, ternyata kualitas tidur mereka tidak cukup baik. Walker mengatakan bahwa tubuh akan memang akan menyesuaikan diri dengan pola tidur itu, tapi untuk kesehatan yang optimal, semua orang minimal harus tidur tujuh jam tiap harinya.

4. Ada yang bilang mendengkur saat tidur itu cuma kebiasaan buruk dan nggak perlu dikhawatirkan. Tapi sebenarnya itu bisa jadi pertanda penyakit serius lho guys…

Bisa jadi pertanda penyakit yang lebih serius via www.alodokter.com

Faktanya, mendengkur dapat diindikasikan sebagai sleep apnea atau gangguan tidur yang dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Mendengkur bisa disebabkan penurunan aliran udara yang dapat menyiksa jantung dan dapat menyebabkan masalah kardiovaskular serta penambahan berat badan. Nih, kamu bisa cek tipsnya di sini biar tidurmu nggak ganggu temen sekamar.

5. Tidur juga bukan kayak utang yang bisa dibayar esok harinyaKelelahan tubuh tidak akan bisa benar-benar terbayarkan kalaupun kamu tidur seharian waktu weekend

Nggak bisa pakai hitung-hitungan seperti itu~ via www.pinterest.com

Senin-Jumat yang melelahkan emang enaknya dibayar dengan tidur panjang di Hari Sabtu atau Minggu, tapi ternyata beberapa penelitian mengatakan bahwa ini tidak cukup untuk memulihkan kamu sepenuhnya untuk minggu depan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa membayar waktu tidur yang lebih lama di akhir pekan dapat mengembalikan performa kembali ke tingkat normal, tapi efek ini mungkin hanya berlangsung 6 jam setelah bangun tidur. Seiring berjalannya waktu, masa reaksi kamu menjadi sekitar 10 kali lebih lambat dari pada saat bangun tidur dan ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Membayar hutang tidur nyatanya bukan solusi.

6. Jangan juga sampai terbiasa mengonsumi pil tidur. Bisa bahaya banget~

Tidak boleh jadi kebiasaan via uraiansehat.com

walaupun obat tidur membantu kita untuk cepat terlelap tapi ternyata, mengkonsumsi obat ini dapat menimbulkan lemahnya koneksi sel otak dan menyebabkan ingatan melemah dari waktu ke waktu lho!

7. Bangun pagi untuk berolahraga memang lebih baik, tapi jangan sampai mengorbankan waktu tidur optimalmu

Tetap harus tidur cukup via muyfitness.com

Berolahraga memang penting untuk menjaga stamina tubuh, namun para ahli mengatakan sebaiknya olahraga ketika tubuhmu sedang rileks. Kalau kamu bersikeras buat olahraga tapi kantuk masih menyerang, sel otot kamu juga jadi nggak bisa nerima manfaat penuh dari olahraga.

8. Meskipun telah diredupkan, cahaya ponsel sedikit pun yang masuk ke matamu menjelang tidur akan mengganggu kualitas tidurmu

Cahaya mengganggu kualitas tidur via healthyceleb.com

Paparan light blue memang dapat menyebabkan berhentinya memproduksi melatonin dan kita merasa waspada dan terjaga. Meskipun menonaktifkan light blue, bermain ponsel sebelum tidur dengan cahaya redup akan tetap membuat kita sulit tertidur. Jadi coba cari waktu lain untuk scrolling timeline media sosialmu guys~

9. Penyakit ‘mager’ dan telat bangun yang sering menyerang kaum remaja, ternyata bukan semata-mata karena mereka malah. Ternyata ada penjelasan ilmiahnya~

Emang udah umurnya jadi malas~ via lifestyle.okezone.com

Ternyata ada faktor biologis yang menjelaskan kenapa kita ini suka ‘mager’ atau malas bergerak kalau sudah dikasur. Dimulai sekitar masa remaja, sebuah perubahan terjadi di jam tubuh. Selama masa pubertas, penundaan 2-3 jam terjadi pada ritme sirkadian dan anak-anak di usia ini, terutama laki-laki, secara bertahap menjadi lebih ‘tipe malam’. Fenomena ini dikenal sebagai gangguan fase tidur yang tertunda, dan ditandai dengan waktu tidur-bangun yang tertunda. Studi juga menunjukkan bahwa remaja sebenarnya membutuhkan sekitar 9-10 jam tidur dibandingkan dengan rata-rata 7-8 jam untuk kebanyakan orang dewasa. Ooh jadi mager itu faktor pubertas…..

10. Jangan lagi anggap tidur siang itu sebagai bentuk kemalasan! Tidur siang yang baik dan benar justru bisa jadi kunci utama untuk meningkatkan produktivitas diri

Bisa lebih sukses kalau rajin tidur siang via hellosehat.com

Sebuah studi NASA pada tahun 1989, menunjukkan bahwa pilot yang bekerja tanpa istirahat bakal mengantuk 5 kali lebih banyak daripada mereka yang tidur siang selama 25 menit selama giliran mereka. Dan jika kamu masih percaya bahwa tidur siang hanya untuk orang malas, jangan salah loh, ilmuwan sepanjang masa termasuk Einstein, Thomas Edison, John F. Kennedy dan Bill Clinton juga suka tidur siang. 

11. Jadi, apakah menghitung domba bisa membuat kita benar-benar tertidur?

Rumus tidur yang sebenarnya justru bikin sulit tidur via obat-radang-amandel-pada-anak.over-blog.com

Teori lama yang mengatakan bahwa menghitung domba dapat membuat kita tertidur akhirnya terbantahkan oleh para ilmuwan di Jurusan Psikologi Eksperimental Universitas Oxford menguji ini, mereka menemukan bahwa yang sebaliknya bisa saja terjadi. Relawan diminta untuk memvisualisasikan berbagai skenario yang berbeda saat mereka mencoba untuk tidur. Rata-rata, mereka yang membayangkan gambar penghitungan domba memakan waktu hingga 20 menit lebih lama untuk tertidur daripada mereka yang membayangkan skenario lain seperti pantai santai, misalnya.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa menghitung domba terlalu berulang dan membosankan untuk menempati cukup ‘ruang kognitif’ di otak. Secara efektif hal ini dapat menyebabkan pola pikir mengganggu lainnya memasuki pikiran, sehingga membuat kamu sulit untuk rileks dan akhirnya tertidur.

12. Jangan snooze alarm, ayo bangun dong! Kebiasaan ini justru akan membuat kualitas tidurmu tambah buruk

Daripada snooze alarm sebaiknya kamu memasang alarm dengan waktu yang lebih lama. Snooze alarm justru membuat kamu panik dengan suara bising dan kebingungan untuk kembali tidur lagi atau bangun. Jika memilih tidur lagi, kamu masuk dalam fase deep sleep, kemudian saat alarm berbunyi lagi kamu jadi kebingungan dan pening ini disebut tidur inertia yaitu bangun secara kaget dan tiba-tiba. Bila ini terjadi dalam jangka panjang efeknya juga beragam, kamu bisa jadi ngantuk banget seharian atau bahkan jadi susah tidur. Hal ini tidak membuat harimu menjadi lebih baik dan semangat.

13. Ternyata tiap orang pasti bermimpi. Ada yang ingat, banyak yang lupa….

Semua orang bermimpi, hanya saja banyak yang tidak ingat via peermagazine.wordpress.com

Para ahli menegaskan bahwa kita semua bermimpi, meski biasanya melupakannya setelah bangun tidur. Mimpi tidak hanya terjadi saat kita sedang mengalami rapid eye movement (REM) tidur. Saat kita bermimpi, kita memproses emosi dan pengalaman kita di siang hari. Bermimpi merupakan bagian penting dari kesehatan emosional dan mental kita. 

Gimana setelah tahu fakta-fakta tidur di atas, kira-kira ada yang bisa kamu terapkan nggak biar tidurmu lebih baik?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya