Waktu masih duduk di bangku sekolah dasar, kita mungkin ‘kenyang’ dengan soal mata pelajaran PKn (Pendidikan Kewarganegaraan; sebelumnya disebut PPKN) yang membahas bab gotong royong. Kalau soalnya pilihan ganda, biasanya kita disuruh memilih jawaban yang mencerminkan gotong royong, misalnya gotong royong membersihkan lingkungan kampung, atau gotong royong melakukan piket di kelas. Intinya, gotong royong dimaknai sebagai aktivitas positif yang patut dicontoh demi generasi lebih baik.

Tapi, dalam praktiknya, banyak banget kita temui bentuk-bentuk gotong royong yang malah menyimpang dari makna aslinya, atau setidaknya yang selama ini kita pahami sejak SD. Di media sosial belum lama ini, tersebar video bagaimana para pengendara sepeda motor bahu membahu menyingkirkan beton-beton penghalang trotoar agar mereka bisa lewat! Padahal jelas-jelas trotoar itu buat pejalan kaki, bukan buat mereka. Dan ternyata kalau dikumpulkan, gotong royong dalam keburukan di Indonesia ini lumayan banyak bentuknya lho. Simak deh ulasan Hipwee News & Feature kali ini~

1. Mungkin saking sudah seringnya, kita sampai sudah terbiasa melihat motor-motor berjalan di atas trotoar. Tapi kali ini, mereka sampai kerja sama membuka trotoar lho! Kelewatan banget..

Advertisement

Sebuah video yang katanya bersumber dari Koalisi Pejalan Kaki, jadi bahan perbincangan, antara karena lucu, miris, dan sedih. Video itu memperlihatkan bagaimana para pengendara motor bahu membahu memindahkan beton-beton yang menghalangi jalan mereka keluar dari trotoar. Mungkin pikir mereka, daripada balik arah, mending dipindah aja pembatasnya. Padahal kalau dilihat, jalanan yang ada di sampingnya cukup lengang, tidak semacet yang dibayangkan. Tapi kok ya miris, ternyata masih banyak orang egois yang rela mengambil hak pejalan kaki demi kepentingannya sendiri.

2. Pernah juga ada video viral, para pengendara motor yang saling bantu memindahkan motor keluar dari jalur busway. Duh, ada-ada aja lo!

Kejadian ini sebenarnya sering banget terjadi, bantu angkat motor keluar dari jalur busway. Mereka berubah pikiran, ada yang karena di depannya sudah ada polisi yang siap menilang, atau karena dipepet terus sama busway yang lewat. Kalau sudah kepepet gitu, para pengendara motor yang sama-sama melanggar jadi saling bantu buat mengangkat motor-motor mereka keluar dari jalur busway. Mungkin karena merasa senasib sepenanggungan, jadi ada keinginan buat saling bahu membahu. Ya tapi tolong lah, kalau kebiasaan macam ini terus dipupuk, orang jadi santai aja buat mengulangi kesalahan yang sama. Harusnya biar aja berusaha sendiri ‘kan…

3. Berbagi contekan juga termasuk bentuk gotong royong dalam keburukan lho, guys! Hayo, jangan-jangan kamu sudah sering melakukan ini?

Nyontek berjamaah via news.okezone.com

Advertisement

Waktu sekolah dulu, mungkin tanpa sadar kamu sering berbagi contekan sama teman-teman sekelas. Atau parahnya saat ujian kelulusan. Satu atau beberapa orang membeli kunci jawaban dari joki, lalu mereka menarik uang patungan dan menyebarkan ke yang bersedia ikut membayar. Dulu mungkin kamu merasa hal ini biasa aja, dan sudah jadi semacam tradisi di sekolah. Tapi gimana-gimana, kebiasaan itu juga tidak layak dicontoh karena termasuk curang guys!

4. Para pelajar juga sering saling bahu membahu saat tawuran dan menyerang sekolah lain. Duh, ini sih betul-betul nggak layak dicontoh!

Tawuran antar pelajar via manaberita.com

Dari dulu sampai sekarang, tawuran antar pelajar masih kerap terjadi, terlebih di sekolah-sekolah yang ada di kota besar. Biasanya tawuran itu terjadi karena ada segelintir siswa yang terlibat masalah dengan siswa sekolah lain. Tapi karena atas dasar solidaritas, teman-teman satu sekolahnya jadi ikut bahu membahu, menyerang sekolah yang bermasalah sama mereka. Selain bisa merugikan diri sendiri, tawuran dan gotong royong macam ini juga bisa mengganggu warga sekitar. Masa depanmu juga bisa dipertaruhkan lo!

5. Tawuran juga kerap terjadi di ranah sepak bola. Kasus Haringga kemarin misalnya, saling bahu membahu menyerang fans dari tim rival

Pengeroyokan Haringga Sirla via manaberita.com

Ternyata nggak cuma pelajar aja yang akrab dengan tawuran, fans fanatik tim sepak bola juga. Seperti kejadian yang masih hangat di ingatan kemarin, Haringga Sirla, fans klub bola Persija Jakarta harus kehilangan nyawa setelah dihajar bobotoh –fans tim Persib Bandung yang notabene adalah rival dari Persija. Nggak tega rasanya melihat para penggemar Persib saling kerja sama menghajar Haringga, ada yang pakai tangan, ada juga yang pakai benda-benda tumpul. Otaknya pada dimana sih? Sedih lo…

6. Kalau di lingkup politik yang populer ya saling membantu menjaga rahasia dalam kasus korupsi. Mulai menutup-nutupi sampai rela bohong ini-itu

Budaya korupsi via www.kakapintar.com

Jangan salah, gotong royong dalam keburukan juga kerap dilakukan pejabat-pejabat elit politik yang namanya populer di kancah pemerintahan. Lihat aja kasus korupsi yang kayaknya nggak pernah redup itu. Di dalam setiap kasus, sudah pasti terbangun kerja sama antara pelaku satu dengan pelaku yang lain. Ya saling menutupi, ya saling berbohong, pokoknya tujuan mereka gimana caranya kasus penyelewengan itu nggak bocor. Miris sih, pejabat publik yang harusnya jadi contoh masyarakat, malah melakukan tindakan memalukan begitu~

Indonesia memang masih jauh dari kata sempurna. Tapi bukan berarti kita sebagai warga negara nggak bisa memulai perbaikan sendiri. Ya minimal berusaha memahami mana tindakan yang sesuai norma, dan mana yang tidak. Kalau benar ya diikuti, kalau salah ya dihindari. Perbaiki dululah watak masing-masing. Kalau sudah sama-sama benar, mewujudkan Indonesia jadi lebih baik itu akan jauh lebih mudah kok.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya