Rasanya Kena Pelet Cinta. Mabuk Asmara Bikin Korban Mendadak Nurut dan Tergila-gila

Kena pelet cinta

Istilah ‘cinta ditolak, dukun bertindak’ bukan isapan jempol belaka. Sering kali dijadikan guyonan, nyatanya memang ada kok orang-orang yang memilih jalan mistis untuk mendapatkan hati sang pujaan. Takut akan penolakan dan sudah ‘mencium’ tanda-tanda gebetan tak punya perasaan yang sama jadi alasan utama seseorang nekat menggunakan mantra cinta. Mantra ini yang biasanya disebut guna-guna atau pelet.

Kebenaran pelet cinta memang masih diliputi tanda tanya. Bahkan, tak sedikit orang yang meragukannnya karena memang sulit dibuktikan. Logika kita mungkin menyangkalnya, tapi harus diakui kalau kita masih hidup dengan budaya mistis yang cukup kental. Jadi, dugaan-dugaan pelet dalam kisah asmara masih cukup sering terdengar.

Terlepas dari perdebatannya, ini pengalaman Maya yang mengaku pernah kena pelet. Kira-kira sungguhan nggak, ya?

Cinta memang nggak bisa ditebak akan berlabuh pada siapa. Akan tetapi, jatuh cinta ini kok nggak wajar, ya….

Apakah perasaan ini benar-benar cinta? | Photo by
Freestocks.org on Pexels

Menyoal cinta, sebagian besar orang mungkin percaya kalau cinta memang nggak terduga. Awalnya, kita bisa benci setengah mati pada seseorang, tapi siapa sangka kita malah berakhir jatuh hati dengannya? “Namanya juga cinta,” kata orang-orang yang juga diamini oleh Maya. Perempuan yang sebentar lagi berumur 25 tahun ini sudah cukup khatam soal asmara dan perkencanan kiwari.

Namun, ketika mengingat kejadian semasa tahun terakhir SMP dulu, Maya tetap merasa ganjil. Jatuh cinta yang dirasakannya malah cenderung aneh, nggak wajar, dan janggal. Dugaan-dugaan kalau ia kena guna-guna pun tak terhindarkan.

“Ceritanya, ada perguruan silat yang membuka pelatihan di kampungku. Karena perguruan silat itu baru di kampungku, butuh pelatih dari luar desa. Kebetulan ada satu orang dari kampung lain, tapi masih satu kecamatan. Dia datang untuk ikut melatih. Kata temenku, dia ini tertarik sama aku. Awalnya biasa saja, tapi dia ternyata punya nomorku. Zaman itu, zaman SMS-an,” kata Maya memulai ceritanya.

Lahir dan tinggal di Jawa Timur, di sebuah kota yang lumayan lekat dengan trademark mistis, Maya nggak asing dengan pelet. Pun, ia menyakini adanya mantra-mantra magis yang bikin korbannya jatuh cinta dan klepek-klepek tak berdaya.

Perkenalannya terbilang singkat. Nggak sampai memakan waktu dua minggu, Maya dan cowok itu pacaran. Padahal, waktu itu hati Maya sudah terpaut dengan kakak kelas yang didekatinya selama setahun setengah lamanya. Apakah cinta memang seajaib ini, sampai-sampai hatinya berpaling pada orang lain dalam hitungan hari?

Dipenuhi dengan pertanyaan “Kok aku mau sama dia?”, Maya terus meragukan keputusannya. Namun, ia sangat cinta dengan cowoknya

Mulai ragu dengan perasaan sendiri | Photo by MART PRODUCTION on Pexels

Sebelum akhirnya Anton (nama samaran) menyatakan cinta, Maya tiba-tiba memutuskan pendekatan yang dijajakinya dengan kakak kelas. Seakan-akan perasaan sukanya menguap begitu saja. Walaupun dipenuhi pertanyaan “Kok aku mau sama dia?”, Maya menerima pengakuan cinta Anton.

“Nggak tahu kenapa. Pikiran itu tiba-tiba aja. Dalam rentang waktu dua minggu itu, Anton nembak dan aku langsung terima aja tanpa pikir panjang. Padahal, aku nggak tahu soal latar belakang atau karakter Anton kayak gimana. Bahkan, aku nggak tahu dia sekolah di mana dan umur berapa. Dengan entengnya aku bilang okay,” ungkap Maya, saat dihubungi Hipwee Premium, Senin (27/09).

Kalau ingat kejadian itu, Maya masih saja nggak habis pikir dengan keputusannya. Baginya, keputusan itu sangat tidak masuk akal dan terburu-buru. Seingatnya, ia merasa tak punya kendali atas dirinya sendiri. Ia cuma bisa meng-iya-kan apa pun yang diminta atau diutarakan Anton.

Selama pacaran tiga bulan, Maya benar-benar dimabuk asmara. Ketika diajak ketemu Anton, ia pasti mau. Malahan, ia bisa uring-uringan saat nggak bertemu Anton. Suatu hari, Maya mulai merasakan keanehan. Ada perasaan kaget yang menghantamnya kuat sekali. Ia semakin mempertanyakan keputusannya untuk pacaran dengan Anton. Titik itulah yang dimaknai Maya sebagai puncak kesadarannya kembali.

Mulai sadar, Maya baru ingat kata-kata temannya, “Hati-hati dengan Anton!”

Pergolakan batinnya sangat kuat saat Maya menyadari ada sesuatu yang salah meski ia nggak tahu penyebab pastinya. Di tengah kekalutannya, ia baru ingat kata-kata temannya dulu. Ketika Anton mendekatinya, seorang teman yang menjadi pelatih di perguruan silat memintanya untuk waspada.

“Cuman teman-temanku mulai bilang untuk hati-hati, tapi aku nggak tahu apa yang dimaksud.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini