Keselamatan Konser Bukan cuma Kewajiban Penyelenggara, Penonton Cerdas juga Wajib Tahu Panduannya

Panduan keselamatan konser

Euforia kebahagiaan konser musik Astroworld di Houston, Texas pada 5 November lalu dengan cepat berubah menjadi suasana duka. Melansir dari CNN, festival musik yang menampilkan rapper Amerika Serikat, Travis Scott, itu berujung ricuh hingga menewaskan 10 orang penonton. Insiden bermula ketika para penonton yang ditaksir berjumlah 50.000 orang berusaha mendekati Travis Scott yang mulai tampil di atas panggung.

Tampilnya Travis Scott di atas panggung kemudian membuat para penonton yang berada di barisan belakang terus mendesak ke depan. Akibatnya, penonton nggak memiliki ruang tersisa untuk bergerak maupun bernapas sehingga menyebabkan mereka jatuh dan terinjak. Dalam insiden ini, tercatat lebih dari 300 orang dilarikan ke rumah sakit dan 10 orang meninggal dunia.

Peristiwa nahas ini kemudian menjadi bahan perbincangan publik. Mereka bertanya-tanya apakah penyelenggara konser Astroworld nggak mengikuti prosedur keamanan dan kesehatan konser yang seharusnya berlaku? Lalu, beberapa pihak juga mempertanyakan mengapa Travis Scott terus tampil ketika orang-orang jatuh pingsan?

Di sisi lain, publik juga khawatir apabila hal serupa terjadi kembali. Maka dari itu, kita perlu tahu nih, seperti apa ciri-ciri konser yang masih aman untuk diikuti. Lalu, kita juga perlu memahami bagaimana cara menyelamatkan diri saat kondisi konser sudah tidak terkendali. Untuk menjawabnya, simak penjelasan berikut ini yuk!

Pihak penyelenggara di konser Astroworld dianggap  mengabaikan risiko ekstrem dan membahayakan penonton

Konser Astroworld Travis Scott membawa petaka | Photo by Frank Schwichtenberg [CC BY-SA 4.0] via Wikimedia

Buntut dari kejadian Astroworld, Travis Scott dan pihak penyelenggara dianggap lalai dan gagal menyelenggarakan konser dengan cara yang aman. Mereka dianggap mengabaikan risiko ekstrem yang membahayakan penonton konser. Dikutip dari Billboard, pengacara untuk Manuel Souza mengajukan petisi di Pengadilan Distrik Harris Country dan menggugat Scott, penyelenggara acara ScoreMore, serta raksasa konser Live Nation atas insiden itu.

Pihaknya mengklaim tragedi yang terjadi itu akibat oknum bersangkutan hanya memikirkan keuntungan dengan mengorbankan kesehatan dan keselamatan penonton konser. Penyelenggara juga dinilai mengabaikan tanda-tanda peringatan, seperti gerbang keamanan yang diterobos. Mirisnya, setelah ambulans tiba untuk mengobati penonton yang cedera serius, pihak konser dengan sadar tetap membiarkan pertunjukkan berlangsung.

Bukan pertama kalinya terjadi, konser yang menimbulkan korban jiwa juga pernah terjadi di Indonesia

Konser tragis pernah terjadi di Indonesia | Photo by Yvette de Wit on Unsplash

Konser yang berujung duka semacam ini ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Dilansir dari Entertainment Weekly, ada beberapa kejadian serupa yang sama-sama berakhir tragis. Pada 22 Mei 2017, konser Ariana Grande di Manchester Arena diserang oleh seorang pengebom. Akibatnya, dua puluh orang tewas dan lebih dari 800 orang terluka.

Pada tahun 2010, terjadi tragedi Love Parade di Berlin, Jerman setelah jalan bawah tanah menuju venue konser tersumbat dengan orang-orang yang memasuki terowongan. Akibat kepanikan di terowongan, 19 orang tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, dua orang selamat berakhir meninggal di rumah sakit akibat luka-luka yang mereka derita.

Tragedi konser musik yang berakhir tragis juga pernah terjadi pada tahun 2008 silam di Bandung, Jawa Barat. Melansir dari Tirto.id, konser musik underground yang digelar di Gedung Asia Africa Culture Centre berubah menjadi kacau saat penonton di luar gedung yang tidak memiliki tiket memaksa masuk. Akibatnya, kapasitas ruangan tidak sesuai dengan jumlah orang sehingga satu per satu penonton pingsan dan merenggut korban jiwa sebanyak 11 0rang.

Di beberapa negara, sudah ada panduan standar keamanan konser yang dikeluarkan oleh lembaga profesional

Panduan keamanan konser sudah diterapkan di beberapa wilayah | Photo by Austin Neill on Unsplash

Di balik semua kejadian ini, perlu kita ketahui bahwa konser tetap bisa berlangsung dengan aman. Ada beberapa cara yang diupayakan, seperti panduan standar keamanan yang dikeluarkan oleh lembaga profesional di negara-negara maju. Misalnya, panduan keamanan konser musik oleh Health and Safety Executive yang berisi panduan keamanan dan kesehatan konser musik.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis