Ramai Produk Indonesia Pakai BA Seleb Korea. Tinggi Exposure Aja atau Ngaruh ke Penjualan Juga?

produk indonesia brand ambassador korea

Popularitas hiburan dan budaya Korea tak bisa dimungkiri kian eksis di pasar global. Tren gelombang budaya Korea Selatan atau akrab disebut dengan istilah hallyu mampu memengaruhi pola gaya hidup anak muda, termasuk di Indonesia. Mereka yang dinamis dan ingin mengetahui segala sesuatu tentang budaya ini memantik konsumsi konten K-Pop semakin masif dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya melalui drama atau musik saja, melainkan mencakup berbagai aspek seperti film, makanan, kosmetik, literatur, fesyen, hingga bahasa.

Di masa sekarang, K-Pop terus menarik banyak penggemar dari seluruh dunia. Mungkin masyarakat sudah tak asing ketika mendengar BTS, BLACKPINK, Park Seo-joon, Song Joong-ki, Lee Min-ho, hingga drama yang baru-baru ini merajai posisi pertama di Netflix, yakni Squid Game. Deretan pencapaian tersebut seolah membuktikan bahwa karya mereka semakin kompetitif dan punya tempat tersendiri di hati penggemar.

Menanjaknya keternaran K-Pop di kawula muda membuat berbagai perusahaan mulai melihatnya sebagai peluang. Tak tanggung-tanggung, di Indonesia sendiri pemilik produk berlomba-lomba untuk menggaet seleb Korea sebagai brand ambassador-nya. Lantas, apakah pilihan tersebut membawa dampak besar bagi brand terkait? Nah, untuk menjawab rasa penasaranmu, berikut ini Hipwee Premium berikan alasan di balik hiruk pikuknya figur publik Korea Selatan menjadi bintang iklan produk Indonesia.

Indonesia menduduki peringkat global penikmat K-Pop di YouTube sebanyak 2,62 miliar tayangan pada 2019

Melansir dari Koreanet, organisasi riset data swasta Blip merilis bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan penonton konten K-Pop terbanyak dengan 2,62 miliar penayangan pada 2019. Rata-rata setiap penggemar di Indonesia menghabiskan $10,5 AS per bulan, atau sekitar Rp1,82 juta per tahun untuk menikmati konten Korea.

Gelaran BLACKPINK 2019 Tour di Indonesia misalnya, harus diperpanjang karena tiket sudah habis jauh sebelum pelaksanannya pada 20 Januari 2019. Promotor acara menambah jadwal penampilan sehari demi memberi kesempatan BLINKS untuk menyaksikan sang idola secara langsung. Diketahui harga tiket saat itu berkisar Rp1,1 juta hingga Rp2,5 juta. Hal tersebut membuktikan bahwa para penggemar rela merogoh kantong untuk suatu hal yang disukai. Makanya, nggak heran kalau fans K-Pop di Indonesia juga terkenal royal dan jor-joran kepada sang idola.

Alasan ini menjadi salah satu bukti bahwa fenomena Korean wave di tanah air nyata adanya. Penggemar bahkan tak segan untuk membeli aksesori yang digunakan sang idola untuk menggambarkan identitas mereka masuk ke dalam fandom yang mana. Pasar Indonesia yang tinggi untuk K-Pop menjadi salah satu alasan perusahaan berlomba-lomba menghadirkan kesempatan serupa.

Kehadiran brand ambassador Korea Selatan mampu mendorong penjualan dan menaikkan popularitas brand

Alasan seleb Korea jadi brand ambassador | Credit: Hipwee

Publik sudah nggak asing melihat fenomena seleb Korea menjadi brand ambassador di Indonesia. Sebut saja Song Joong-ki yang baru-baru ini ditunjuk sebagai star ambassador produk kecantikan Scarlett Whitening milik Felicya Angelista. Tak berapa lama, pemberitaannya menjadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Bahkan, produk beserta sang artis menjadi trending di platform Twitter.

Sebenarnya melihat fenomena tersebut, kita bisa menarik benang merahnya. Jika perusahaan menghadirkan seleb Korea dengan tujuan menaikkan popularitas, maka strategi yang dipilih menjadi keputusan yang tepat. Tanpa harus mengiklankan secara besar-besaran, media dan atensi publik sudah didapat secara cuma-cuma alias gratis.

Menariknya, hal serupa bukan hanya terjadi di Indonesia. Perusahaan e-commerce milik negara lain pun menggunakan cara yang sama untuk menaikkan pamor dari seleb Korea tersebut. Mungkin kamu masih ingat saat Shopee menggandeng BLACKPINK dalam rangka hari belanja online nasional (harbolnas) 12.12 di Filipina, Vietnam, Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan dan Indonesia pada 2018. Mereka bahkan tampil di empat stasiun televisi milik Indonesia kala itu.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini