Kocaknya 5 Kelakuan Bocah Saat Awal Belajar Naik Sepeda. Nostalgia Tragedi Jatuh Berulang Kali~

Belajar sepeda kocak

Tampaknya sepeda tengah jadi sorotan belakangan ini. Orang-orang nggak tahu kenapa, tiba-tiba pada suka bersepeda. Jalanan ramai orang bersepeda sambil bergerombol. Padahal sebelum pandemi, jarang sekali kita lihat orang bersepeda seantusias itu. Paling cuma di hari Minggu, itu pun di acara car free day. Itu pun nggak sebanyak yang belakangan viral kemarin.

Advertisement

Ngomongin soal sepeda, ada baiknya kita mengingat kembali kenangan masa lalu saat kita pertama kali belajar sepeda dulu. Banyak sekali kelakuan kita yang kalau diingat lagi suka kocak. Inilah 5 kelakuan kita yang begitu jenaka di masa lalu saat belajar sepeda.

1. Keinginan anak kecil naik sepeda itu biasanya karena iri melihat temannya punya sepeda hasil ulang tahun

Iri melihat teman. via parenting.orami.co.id

Inget nggak sih awal kamu main sepeda gimana? Pasti karena tergoda lihat teman punya sepeda, kan? Anak kecil memang mudah iri sama mainan temennya. Akhirnya kita minta bapak beliin. Awalnya bapak cuma diem aja. Setelah kita merengek ke emak, akhirnya bapak luluh juga. Pas ulang tahun akhirnya kita dibeliin sepeda deh.

2. Anak kecil copot roda tambahan sepeda bukan bukan karena udah jago, melainkan karena malu sama ledekan teman πŸ˜€

Copot roda tambahan. via lifestyle.okezone.com

Melihat teman sudah bisa naik sepeda, membuat kita jadi tertantang. Apalagi saat mereka meledek kita yang masih naik sepeda pakai 2 roda tambahan di belakang. Nggak terima ledekan, akhirnya kita langsung minta bapak untuk mencopot satu roda tambahan tersebut. Besoknya, langsung pamer ke teman-teman yang udah jago duluan. Ah, belum mahir betul udah sombong. Dasar, bocah!

3. Akhirnya diajarin bapak naik sepeda roda dua. Kita gowes, bapak pegangin jok belakang

Diajari naik sepeda. via parenting.orami.co.id

Copot satu roda nggak menghindarkan kita dari ledekan teman. Mereka tetap meledek karena sudah bisa imbang tanpa tambahan roda. Akhirnya kita minta bapak copot tambahan roda itu dan mengajari. Pas kita naik dan gowes, bapak di belakang sambil memegangi jok. Awalnya masih takut-takut kalau bapak lepasin pegangan, tapi setelah tahu pegangannya udah dilepas dan kita masih bisa jalan, saat itu juga kita kegirangan~

4. Baru bisa naik sepeda, tapi udah sok-sokan ikut temen ngebut. Akhirnya jatuh deh ke got~

Jatuh. via www.idntimes.com

Belajar naik sepeda cukup banyak meninggalkan bekas luka. Kita sering terjatuh dan dengkul luka-luka. Kadang nangis, kadang kita justru malah tertawa karena nggak begitu sakit. Dari sekian banyak tragedi, momen kita nyemplung got adalah yang paling berkesan. Semua gara-gara kita sok-sokan ikut ngebut bareng temen. Udah tahu baru bisa, udah gaya-gayaan. πŸ™‚

5. Awal beli sepeda, mainnya di sekitaran rumah doang. Giliran udah bisa, main jauh-jauh dan nggak pulang-pulang!

Advertisement

Sepedaan sampai jauh. via sakisonglu.blogspot.com

Setelah mahir, kaki kita gatal kalau cuma memutari kompleks doang. Akhirnya kita bersepakat sama teman untuk jalan-jalan mengelilingi kota. Dimulai dari sepulang sekolah sampai sore sebelum azan Magrib. Seperti dugaan, sampai rumah pun diomelin emak yang khawatir anaknya kenapa-kenapa. πŸ˜€

Sepeda membawa kita ke banyak tempat. Bersama teman-teman kita menjelajahi kota. Meski banyak meninggalkan luka, namun kenangan indah membekas dalam ingatan kita.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE