Sempat Menjadi Misteri, Ternyata ini Alasan Nama Budi dan Ani Sering Muncul di Buku SD

Budi dan Ani buku SD

Ketika zaman SD dulu, kamu pasti udah nggak asing lagi dengan nama Budi dan Ani. Ya, dua nama tersebut begitu familiar di telinga kita karena selalu terdengar sepanjang kita masih berada di Sekolah Dasar. Mulai dari saat latihan membaca, soal ujian, hingga pelajaran apa pun kala itu. Nggak cuma itu aja, bahkan saat menjelaskan di depan kelas pun guru kita dulu sering banget bikin perumpamaan pakai dua nama legendaris tersebut. Namun, rupanya hingga kini nggak pernah ada yang menguak kenapa nama-nama tersebut dulu sering banget digunakan saat SD.

Advertisement

Usul punya usul, melansir dari akun Instagram milik eradotid, ada alasan tersendiri kenapa Budi dan Ani selalu muncul di buku-buku SD, dan bahkan hingga saat ini. Setelah sekian lama pertanyaan tersebut terngiang-ngiang di kepala, akhirnya kini muncul juga penjelasannya. Biar kamu nggak semakin penasaran, coba deh simak ulasan di bawah ini.

Berawal saat dulu kita belajar mengeja dan membaca tulisan, akhirnya dua sosok nama tersebut begitu melekat di kepala kita

Lembar latihan membaca via damdubidudam.wordpress.com

Kamu tentu masih ingat dengan lembaran legendaris di atas ini, terlebih saat ingatan dibawa kembali mundur ke zaman saat kita masih belajar mengeja dan membaca tulisan. Kata Budi atau Ani pasti selalu muncul menjadi kalimat tertentu yang diajarkan entah itu oleh orangtua kita maupun oleh guru kita di sekolah saat itu. Struktur kalimatnya pun juga gampang banget, kayak misalnya, “Ini ibu Budi”, “Ini bapak Budi”, atau mungkin, “Ini ibu Ani”.

Berawal dari situlah karena terlalu seringnya kita mendengar dua nama tersebut akhirnya Budi dan Ani menjadi kenangan tersendiri bagi banyak orang di Indonesia. Namun setelah puluhan tahun berlalu, rupanya nggak pernah ada yang membahas secara khusus tentang perkara unik yang satu ini. Kenapa kok harus Budi dan Ani, kenapa kok nggak Alex sama Yuni, atau kenapa nggak David sama Rusmini? Bingung juga kan kalau pertanyaan itu kadang mengganggu di kepala kita?

Advertisement

Rupanya, nama Budi dan Ani muncul karena diciptakan oleh seseorang yang begitu berjasa dalam dunia pendidikan, yaitu Siti Rahmani Rauf

Asal-usul Budi dan Ani via damdubidudam.wordpress.com

Nama Siti Rahmani Rauf mungkin bagi sebagian orang masih terdengar begitu asing. Namun, ternyata beliau lah yang memiliki andil besar untuk menciptakan dua nama legendaris tadi. Siti Rahmani sendiri adalah orang yang pertama kali menciptakan tokoh tersebut pada buku anak SD zaman lawas dulu. Dirinya pernah menjabat sebagai seorang kepala sekolah SD Tanah Abang 5, Jakarta Pusat. Namun jauh sebelum itu, sosok perempuan berjasa ini sebenarnya telah mengajar di dunia pendidikan sejak tahun 1937 silam.

Ceritanya nih, nama Budi dan Ani itu sendiri untuk pertama kalinya ia ciptakan pada buku sekolah anak SD yang terbit pada tahun 1980-an. Hal itu tepat setelah ditawarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan setelah ia pensiun menjadi kepala sekolah SDN Tanah Abang 5 pada tahun 1976. Gimana tuh kira-kira? Ternyata sosok Budi dan Ani itu sendiri udah lebih tua dibandingkan sama umur kita semua, kan? Tapi ajaib bener lo, dari tahun 80-an, nama-nama itu terus abadi di setiap buku sekolah anak SD hingga saat ini.

Patut diapresiasi, Siti Rahmani sama sekali nggak meminta honor dari dedikasinya tersebut. Hal itu semata-mata ia lakukan karena rasa cintanya terhadap pendidikan Indonesia. Keren!

Advertisement

Sosok Siti Rahmani Rauf via damdubidudam.wordpress.com

Orang kalau udah cinta sama sesuatu nggak heran sih jika dirinya bakal banyak berkorban untuk hal tersebut. Seperti halnya apa yang udah dilakukan oleh Siti Rahmani Rauf ini, meski tercatat sebagai orang pertama yang berjasa menciptakan karakter Budi dan Ani, tapi beliau nggak mengambil sepeser uang pun yang ditawarkan oleh pemerintah. Alasannya? Ya, semata-mata karena dia cinta dunia pendidikan Indonesia aja.

Nggak cuma itu, pemilihan nama Budi dan Ani pun juga ada alasannya lo. Rupanya dua nama tersebut cocok banget sama metode Struktur Analitik Sintetik alias SAS. Sebuah metode yang dinilai penting dalam pembelajaran karena memadukan unsur dunia anak-anak dan juga dunia pendidikan. Artinya, anak-anak bakal lebih cepet menerima dan mengingatnya. Keren banget sih bisa sampai kepikiran kayak gini. Rest in peace, Ibu Siti Rahmani Rauf, legenda dunia pendidikan SD!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE