Akhir tahun lalu, nama Shafa Aliya mencuat ke permukaan setelah aksi nekatnya ‘melabrak’ Jennifer Dunn di sebuah mal di Jakarta. Sejak kejadian itu, putri Sarita Abdul Mukti itu kerap kali tersorot media. Dan yang teranyar adalah Shafa kembali menjadi perbincangan warganet ketika foto tato bibirnya tersebar di Instagram.

Sontak, postingan itu menuai banyak komentar miring warganet. Kebanyakan dari .mereka menyesalkan tindakan Shafa Aliya yang menurutnya nggak sesuai dengan umurnya yang masih 15 tahun itu. Meskipun belum ada hukum di Indonesia yang mengatur batas usia orang boleh ditato, tapi tetap saja warganet beranggapan bahwa keputusan Shafa nggak bisa dibenarkan.

Advertisement

Terlepas dari siapa yang benar atau salah, berikut ini Hipwee akan memberikan saran seputar alternatif kegiatan positif yang mungkin bisa dilakukan Dek Shafa agar masa mudanya tetap produktif dan kembali disayang warganet.

1. Untuk mengekspresikan diri, Dek Shafa patut mencoba hobi yang biasa dilakukan Dilan, yakni menulis puisi. Selain itu cewek yang jago nulis puisi itu seksi lho di mata cowok

Dia adalah Dilanku 1990 via palembang.tribunnews.com

Melihat cobaan berat yang pernah dialami Shafa, keputusannya menato bibir boleh jadi sebagai bentuk ekspresi diri. Ya, namanya juga anak muda dengan cobaan seberat itu pasti butuh yang namanya pelampiasan.

Nah, untuk selanjutnya Dek Shafa bisa mencoba cara yang dipakai Kak Dilan yaitu dengan menulis puisi. Menulis puisi bisa menyalurkan ‘unek-unek’ dalam diri dan membuat pikiran kita plong.

2. Atau Dek Shafa bisa menuliskan kisah hidupnya yang berat menjadi lagu. Siapa tahu bisa sukses seperti Virgoun yang bikin lirik terinspirasi dari keluarganya

keresahan jadi karya via beritawow.xyz

Advertisement

Selain dengan menulis puisi, cara lain yang bisa dilakukan Dek Shafa untuk menuangkan segala beban pikirannya dengan menulis lagu. Virgoun telah membuktikan dengan menulis lagu dan justru ia bisa mendapatkan berkah karena lagunya laku keras dipasaran. Lagu Bukti yang ditulis Virgoun ditujukan untuk istrinya, sedangkan lagu Surat Cinta Untuk Starla, ia mengisahkan hubungannya dengan sang buah hati.

3. Bikin cover lagu terus diposting di YouTube seperti yang kerap dilakukan Marion Jola sebelum masuk Indonesian Idol 2018. Siapa tahu ditaksir produser, kan?

Zaman semakin maju, teknologi semakin canggih hingga segalanya menjadi lebih mudah. Nah, dari sini Dek Shafa mungkin bisa mencoba meng-cover lagu, kemudian diunggah ke Instagram atau YouTube sebagaimana yang kerap dilakukan oleh kids jaman now. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Marion Jola sebelum menjadi kontestan Idol 2018.

Nah untuk lagu yang di-cover Dek Shafa nggak perlu susah-susah mencari, pakai saja lagu sendiri yang tadi baru dibuat. Siapa tahu viral, kan? Subscriber YouTube naik, dilirik produser, dan jadi penyanyi. Nggak ada yang nggak mungkin, lho.

4. Kalau Dek Shafa lebih suka menulis dibanding menyanyi, Dek Shafa bisa kok berbagi pengalaman hidupnya kepada pembaca Hipwee 😀

caranya mudah kok mengirim tulisan di Hipwee via www.instagram.com

Nggak semua orang bisa bikin lagu atau suka menyanyi, ada juga yang lebih suka menulis—barangkali Dek Shafa salah satunya. Kalau ia mau, pengalaman hidup yang dialaminya mungkin bisa jadi tulisan serta pembelajaran yang berguna bagi pembaca Hipwee. Menulis di Hipwee, caranya cukup mudah seperti yang tertera pada gambar di atas. Semoga bisa jadi top writer tiap bulan, Dek!

5. Kalau Dek Shafa nggak mau hanya sekadar berkontribusi lewat tulisan, Hipwee juga sedang buka lowongan pekerjaan untuk Video Art Director lho. Siapa tahu mau daftar 😀

buat yang butuh pekerjaan, buruan daftar 😀 via www.instagram.com

FYI, Hipwee sedang membuka lowongan pekerjaan di posisi Video Art Director nih. Kalau Dek Shafa atau pembaca mau daftar, silakan sebelum pendaftaran ditutup.

Khusus Dek Shafa, Hipwee melihat nilai plus karena ia juga aktif bikin vlog, jadi kalau urusan bikin konten atau video nggak perlu diragukan lagi sepertinya. Hehe.

6. Nah kalau sudah mendaftar, sembari menunggu panggilan interview, mungkin Dek Shafa patut mencoba membuat film pendek dokumenter

Membuat film pendek, lumayan untuh menambah portofolio via infromovie.blogspot.co.id

Nah sembari menunggu panggilan interview, ada baiknya Dek Shafa mengisi kekosongan waktunya dengan hal-hal positif. Salah satunya dengan membuat film pendek. Perjalanan hidupnya yang berat mungkin bisa menjadi ide cerita yang menarik untuk difilmkan.

Misalnya kalau kesulitan untuk membuat skenario fiksi, Dek Shafa bisa membuat film dokumenter. Barangkali film dokumenternya nanti tentang ‘bahaya pelakor‘. Bukannya apa-apa, tapi sepertinya semakin ke sini bahaya pelakor semakin menjadi-jadi. Untuk itu diperlukan edukasi untuk langkah pencegahan atau cara menghindari hubungan pelakor.

7. Kalau belum ada panggilan interview juga, Dek Shafa bisa memanfaatkan waktu senggangnya untuk menjadi relawan yang mengajar bahasa Inggris ke daerah terpencil Indonesia

kegiatan mulia via cantik.tempo.co

Seperti yang kita tahu, Dek Shafa ini pernah tinggal di Australia, sehingga kemampuan berbahasa Inggrisnya nggak perlu dipertanyakan lagi. Kelebihan itu akan sangat berguna jika ia ajarkan kepada adik-adik di daerah yang kualitas pendidikannya masih kurang.

Ya, menjadi relawan pengajar tentu sangat dibutuhkan untuk memberantas kebodohan di Indonesia. Jadi, ajang ekspresi diri Dek Shafa ini dapat berguna bagi yang membutuhkan.

Nah, itulah 7 hal yang patut dicoba oleh Shafa Aliya supaya ke depannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Atau paling nggak, ia bisa mendapatkan tempat di hati warganet yang kemarin sempat kecewa bahkan marah-marah dengan dirinya. Kalau menurutmu, Dek Shafa harus melakukan apa lagi, ya? Tulis di kolom komentar dong, biar Dek Shafa terinspirasi juga. 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya