Labirin 8 – #11 Labirin Akhir (2)

Labirin 8 Eva Sri Rahayu

Benarkah mata air itu merupakan pintu terakhir Labirin? Apakah mereka bisa kembali ke dunia nyata atau malah mata air itu membawa mereka tersesat lebih jauh?

***

“Gila! Bagaimana kalau ada buaya atau binatang buas di dalam situ?” protes Tungga.

“Kita enggak punya pilihan!” tukas Anggara tegas.

Tungga merebut obor dari tangan Anggara. Dia berjalan ke bagian lain beringin. “Omong kosong! Mungkin di sekitar sini ada—” Langkah Tungga terhenti ketika menemui jalan buntu.

Cahaya obor menyingkap sesuatu lain yang membuat Maya merinding. Di belakang pohon beringin besar terdapat bebatuan berpahatkan Kala. “Kala,” bisik Maya pada dirinya sendiri. Dia teringat Kala sebelum gempa terjadi. Dia berimajinasi Kala lah yang mengirimkannya ke ruang rahasia. Rupanya, Kala jugalah yang memberi tanda jalan keluarnya. Maya yakin pahatan itu merupakan petunjuk. “Anggara benar, kita harus terjun ke dalam air,” katanya spontan.

“Aku… aku… udah nggak kuat. Tinggalkan… tinggalkan saja,” pinta Suacheng yang berbicara dengan sisa-sisa tenaganya. Napas pria kurus itu telah putus-putus. Dia mulai kehilangan kesadaran.

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Eva Sri Rahayu aktif menulis sejak tahun 2006. Karya-karyanya lebih banyak mengangkat tema kehidupan remaja dengan tujuan memberi edukasi kepada generasi muda lewat literasi. Kini tengah terlibat produksi serial animasi mengenai kearifan lokal sebagai penulis skenario.

Editor

Penyuka buku dan pecinta kucing.