5 Kebiasaan Kita yang Sering Disalahartikan oleh Orang Tua. Kenapa Bawaannya Suuzan Mulu sih?

Orang tua suuzan

Prasangka merupakan salah satu bentuk perasaan yang dimiliki manusia. Prasangka bisa jadi obat penenang hati, bisa juga jadi sesuatu yang mengganjal. Prasangka baik akan menenangkan kita dari kekhawatiran. Sedangkan prasangka buruk bakal membawa kita pada banyak masalah.

Advertisement

Kita semua pernah menjadi korban dan pelaku prasangka karena kesalahan atas penafsiran perasaan. Namun yang akan kita bahas kali ini adalah momen di mana kita jadi korban. Sadar nggak sih kita semua dulu pernah jadi korban prasangka buruk oleh orang tua? Gara-gara orang tua salah menafsirkan perasaannya, kita jadi kena omelan deh. Contohnya saat mereka mengomentari 5 kebiasaan kita waktu bocah dulu seperti ini~

1. Hanya karena suka minum es kita jadi sering dapat omelan orang tua. Pokoknya kalau pilek dikit pasti langsung bilang “es teroooos”

Es terooos! via www.pikiran-rakyat.com

Kita pernah jadi korban prasangka orang tua. Dulu saat kita pilek dan batuk-batuk orangtua kita selalu ngomel, “Makanya jangan minum es terooos!” Memang sih dulu kita pernah pilek gara-gara kebanyakan minum es, tapi nggak selalu begitu, kan. Adakalanya batuk dan pilek kita karena lainnya. Misalnya batuk, bisa aja karena keselek pas makan. Atau pilek karena kebetulan kita punya riwayat sakit sinus.

Kenapa masih disangkutpautkan ke minum es sih? Pernyataan yang merugikan kita karena seakan-akan kita nggak pernah belajar dari kesalahan. Huft. 🙁

Advertisement

2. Pun ketika kita mengeluh sakit mata, selalu dikaitkan dengan main HP atau main PS. Kenapa, ya?

Main hape terooos! via hot.liputan6.com

Sakit mata bisa terjadi karena banyak faktor. Bisa karena virus, bakteri, atau karena kebiasaan menggunakan mata yang buruk; nonton TV terlalu dekat, baca di tempat yang gelap, kelilipan batu bata, dan lain-lain. Namun dulu ketika kita mengeluh sakit mata ke emak, bukan obat yang dikasih, melainkan nasihat. Sebelum dibawa ke rumah sakit, emak pasti bilang kalau itu gara-gara kita kebanyakan main HP atau kebanyakan nonton layar di rental PS.

3. Kalau anak zaman sekarang masalahnya selalu sama, disangka nonton drakor terus kalau buka laptop. Padahal, kan, kadang ngerjain tugas

Nggak nonton terus kok, Ma. via today.line.me

Entah kenapa orang tua kita selalu bawel kalau melihat kita rebahan. Rebahan dikit, udah dipanggil, disuruh beresin ini-itu. Pun ketika kita buka laptop, selalu nggak percaya kalau kita mau nugas. Disangkanya nonton drama Korea terus. Hal ini boleh jadi disebabkan oleh kebiasaan nonton drakormu yang sudah akut. Karena orang tuamu keseringan melihatmu nonton drakor, mereka jadi sebel dan tanpa sadar melakukan penilaian yang kurang objektif.

4. Yang paling sebel itu kalau pas pulang sambil gigit mangga atau makanan lainnya, kita ditanyain begini, “Ngambil mangga di mana?” Ya, ampun padahal dikasih -_-

Nyolong mangga. via www.boombastis.com

Hidup ini lucu. Kelakuan buruk selalu lebih mudah dihafal orang ketimbang kelakuan baik. Ini juga berlaku pada orang tua kita. Kita semua yang dulu pernah dimarahi karena ketahuan maling akan susah untuk dipercaya lagi sama orang tua. Saat kita bawa sesuatu dari luar, orang tua pasti bertanya-tanya seakan curiga. Memang kadang cuma tanya, tapi dari sirat matanya bisa terbaca bahwa mereka menaruh curiga. Ya, ampun, salah lagi. 🙁

Advertisement

5. Kenapa sih orang tua selalu mengira kita punya pacar kalau pas lagi lihat kita senyum-senyum main HP?

Dari siapa tuh? via www.idntimes.com

Pernah nggak sih kamu digodain sama orang tua gara-gara senyum saat lagi main HP? “Ciyee, dapat chat dari pacar!”, “Siapa sih yang nge-chat sampai senyum-senyum sendiri?”, dll.. Risih aja gitu. Apalagi kalau saat itu kita sedang jomlo atau habis putus, jadi miris sendiri. Lagian kenapa mudah banget mengambil kesimpulan senyum itu karena dapat chat dari pacar? Siapa tahu lagi lihat meme dan kelakuan warganet.

Kadang suka bingung sama orang tua. Mereka sering mengajari kita untuk nggak mudah suuzan, tapi mereka juga sering suuzan. Oh, mungkin ini yang disebut dengan protektif. Hmm~ 😀

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE