The Blacklust – Chapter 4

the blacklust indah hanaco

Elva benar-benar membuat Kelvin mabuk kepayang. Tak pernah sebelumnya ia merasakan sensasi jatuh cinta seperti anak remaja sekaligus dua orang dewasa seperti ini. Namun, bagaimana dengan rencana Kelvin dengan Maudy? Haruskah ia mengorbankan itu semua demi Elva?
***

Perempuan bukanlah objek yang akan membuat Kelvin sampai berkhianat. Namun, jika sudah menyangkut uang dan kemungkinan memiliki masa depan yang cerah, tentu saja lain ceritanya. Ketika Kelvin memutuskan untuk mengincar masa depan bersama Maudy, faktor utamanya adalah kesuksesan finansial perempuan itu. Tak cuma karena pencapaian pribadi, melainkan juga latar belakang keluarganya. 

Sebelum mereka menikah, Kelvin pernah beberapa kali digoda oleh perempuan yang ditemuinya dalam berbagai kesempatan. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, dia adalah pria perlente yang selalu berusaha menjaga penampilan. Tak cuma yang berkaitan dengan pakaian belaka, tapi juga kebugaran tubuh. Kelvin rutin berolahraga untuk membentuk tubuhnya. Dia juga menjaga menu makanannya meski tak terlalu ketat. Selain itu, Kelvin juga bukan pria jelek. 

Namun, selama ini, segala godaan dari lawan jenis itu tak mampu menggoyahkan hati Kelvin. Bahkan pada situasi tertentu, meski sangat menyukai uang, Kelvin pun bisa bergeming kendati ditawari kesempatan untuk menggandakan hartanya. Misalnya saja saat Ivan mendatanginya dan memberikan cek dengan angka fantastis agar Kelvin membatalkan pernikahan dengan Maudy. 

Kelvin memang tidak menolak pemberian ayah Maudy itu. Dia bahkan mencairkan cek tersebut. Akan tetapi, Kelvin menggunakan uangnya untuk membeli mobil sport mewah yang pernah disinggung Maudy saat mereka berbincang dalam satu kesempatan. Lalu, dia menghadiahkan mobil itu untuk Maudy. Tentu saja perempuan itu kaget setengah mati. 

“Papamu memberiku cek yang memiliki terlalu banyak angka nol di belakangnya. Beliau ingin aku membatalkan pernikahan kita. Cek itu semacam tiket akomodasi yang bisa membuat hidupku makmur. Aku memang tak menolak cek itu. Tapi uangnya kubelikan mobil impianmu,” cetus Kelvin dengan nada ringan. Maudy membelalak karena ucapannya itu

Kelvin tak akan melupakan ekspresi kaget yang terlihat di wajah Maudy kala itu. Begitu juga dengan Ivan, saat tahu apa yang dilakukan Kelvin dengan cek pemberiannya. Rasanya, puas sekali melihat mereka menyadari bahwa dirinya tak bisa dibeli. Apalagi, Ivan kemudian meminta maaf pada Kelvin dan mengaku sudah salah menilai calon menantunya. Mobil sport itu masih terparkir di garasi rumah mereka meski tak terlalu sering digunakan Maudy.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Indah Hanaco adalah penulis 53 buah novel. Indah sangat suka menulis novel bertema romance dengan isu kesehatan mental atau kekerasan yang dialami perempuan. Info tentang karya-karya Indah bisa dicek di akun Instagram @indah_hanaco.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi