Hayo, siapa dari kamu yang pernah jadi “korban” PHP? Memang mudah untuk mengira kalau seseorang menyukai kita, padahal sebenarnya kitalah yang menyukai dia. Ketika dia akhirnya lebih memilih yang lain, kita merasa menjadi “korban”. Padahal, tak lain dan tak bukan kita cuma kegeeran!

Daripada hal nggak enak semacam itu terulang lagi, lebih baik hafalkan deh jurus-jurus anti-PHP di bawah ini. Semoga jitu, ya! 😀

1. Sebelum menuduhnya pemberi harapan palsu, pastikan dulu kalau dia memang memberimu harapan…

Karena siapa tahu dia cuma baik.

Karena siapa tahu dia cuma baik. via i.huffpost.com

Advertisement

Sebelum kamu menuduh seseorang memberi harapan palsu, pastikan dulu kalau dia memang memberimu harapan. Siapa tahu, dia tak pernah bermaksud memperlakukanmu spesial. Mungkin saja ‘kan dia memang bersifat perhatian?

Seseorang tidak perlu menaruh rasa padamu dulu untuk mau memperlakukanmu dengan baik. Ambil contoh: satpam bank yang selalu ramah dan sopan. Apa iya mereka sebaik itu karena sayang kamu?

Jadi, ketika kamu bergumam: “Kok dia mau sih bantuin aku bawa barang segini banyak?” “Kok dia mau ya jemput aku, padahal ‘kan rumahku jauh banget?” Jangan langsung berkesimpulan bahwa dia menaruh hati padamu.

Advertisement

Supaya kamu nggak gampang kegeeran, berikut ini Hipwee jabarkan perbedaan orang yang suka sama kamu dengan orang yang memang cuma baik:

Orang yang baik: mau nganterin kamu pulang, bantuin kamu pindahan, atau sekali-kali nemenin makan.

Orang yang suka sama kamu: bakal ngajak kamu menjalin hubungan yang jelas. Pacaran? Nikah?

Nah, sudah lebih jelas?

2. Untuk memastikan perasaannya, coba deh pantau media sosialnya. Siapa tahu ada “kode” bahwa dia suka sama kamu?

Coba cek media sosialnya

Coba cek media sosialnya via www.answersfrommen.com

Anak muda mana yang hari gini gak punya medsos? Kalau dia gak ada di Facebook, toh kamu bisa kepoin Twitter, Instagram, atau blognya. Nah, kamu bisa mencari tahu tentang aktivitas dan apa yang mencuri perhatiannya lewat sana.

Kadang sih kamu gak bisa menemukan jejak berarti soal apakah dia sedang suka dengan seseorang. Tapi, ada beberapa orang yang kalau lagi kasmaran bakal memberikan “sinyal-sinyal” di media sosial. Dia yang hampir gak pernah bikin status, sekarang rajin nge-share artikel soal hal-hal yang “bukan dia banget”, tapi kebetulan “kamu banget”. Misalnya: dia yang biasanya nggak peduli sama SNSD tiba-tiba rajin ngebicarain soal SNSD di timeline-nya, karena dia tahu kamu suka SNSD.

Tapi ingat: jangan langsung haqul yaqin bahwa yang dia tuju dengan kode itu memang kamu, ya. Namanya juga no mention, siapa aja boleh ngerasa menjadi orang yang dituju oleh kode itu 😉

3. Cari tahu juga caranya bersikap ke orang yang dia sukai

Gimana sih gaya dia ke orang yang dia sukai?

Gimana sih gaya dia ke orang yang dia sukai?

Jangan percaya bahwa semua orang bersikap serupa terhadap orang yang mereka sukai. Cara orang merespon rasa suka itu berbeda-beda. Ada yang “nggak-pake-lama” dan langsung berani mengajakmu kencan, ada juga yang terlalu pemalu dan sama sekali tidak terlihat menyukaimu.

Karena itu, sebisa mungkin galilah informasi tentang sikapnya terhadap lawan jenis yang ia suka. Cari tahu juga track record-nya: apakah sekarang dia diam-diam punya pacar? Berapa sih mantannya? Apakah dia orang yang suka gonta-ganti pasangan?

Nah, dari sinilah kamu bakal bisa mendeteksi apakah dia memang PHP-er sejati. Ini nih ciri-ciri pemberi harapan palsu tingkat akut!

  • Dia “membidik” lebih dari satu orang. Nggak cuma kamu yang saat ini sedang dekat sama dia, ada cewek atau cowok lain juga.
  • Ucapan bahwa kamu nggak boleh banyak berharap keluar satu-dua kali dari mulutnya. “Aku sih sekarang belum ada bayangan mau pacaran…”
  • Bukan nggak mungkin, dia juga ngaku kalau cara PDKT-nya bisa dibilang “nggak begitu konvensional”. “People call me a jerk — take it or leave it!”

4. Tanyakan ke teman-temannya: apakah dia memang punya niat deketin kamu, atau yang terjadi antara kalian sebenarnya biasa saja?

Boy's night out

Tanyakan ke teman-temannya soal hubungan kalian berdua via www.youthwreck.com

Ketika kamu tidak bisa mendapatkan kode yang meyakinkan dari media sosialnya, coba deh tanyakan teman-temannya: apakah dia bercerita tentangmu pada mereka? Tanyakan juga, jangan-jangan yang kamu anggap “sinyal-sinyal” selama ini adalah hal yang biasa saja?

Ingat, inti utama dari sabda-sabda anti-PHP adalah JANGAN GEER!

5. Kamu pun bisa menguji keseriusannya melalui kualitas percakapan kalian selama ini

bagaimana kualitas percakapan kalian selama ini?

bagaimana kualitas percakapan kalian selama ini? via www.yourtango.com

Kalau dia memang serius melancarkan pendekatan, itu akan terlihat dari usahanya mempertahankan pembicaraan. Coba deh evaluasi: apa aja sih yang selama ini jadi bahan pembicaraan kalian? Siapa yang pertama kali memulai pembicaraan? Bagaimana responnya kalau kamu yang menyapa lebih dulu?

Orang yang PDKT beneran akan mengusahakan bahkan topik yang paling kecil pun terdengar asyik dan menyenangkan. Dari ngomongin tugas kuliah sampai kebiasaan unikmu, dia akan ingin tahu hal-hal kecil yang kamu lalui hari itu. Sebaliknya, dia pun juga bakal membuka diri dan membiarkan dirimu mengetahui hal-hal tak lazim tentangnya.

Kalau dia cuma ngebales SMS dengan “yes”, “oke”, dan “sip”? HARAM hukumnya buat ngarep!

6. Perhatikan kapan saja dia mendekatimu. Jangan mau didekati hanya ketika dia perlu!

Are you fallin in love with me?

Are you fallin in love with me? via www.glamour.com

Evaluasi lagi: apakah dia menghubungimu hanya saat kalian memang punya urusan penting? Atau lebih parah lagi, apa dia memencet nomor teleponmu hanya ketika dia yang punya urusan penting?

Hmmm… tentu beda kasusnya ketika dia memang benar-benar menyukaimu. Buat seseorang yang memang ingin dekat denganmu, apa saja yang ada kaitannya tentangmu adalah urusan penting! Itu kenapa dia akan cenderung menghubungimu kapan saja, tentang apa saja.

7. Dengarkan pendapat sahabatmu sebelum terburu-buru menyimpulkan sesuatu

bukan prediksi, isinya cuma saran

bukan prediksi, isinya cuma saran via www.liesyoungwomenbelieve.com

Orang yang sedang jatuh cinta bakal mudah menganggap semua hal yang biasa saja jadi istimewa. Untuk mengontrol pikiranmu itu, kamu bisa minta tolong pada teman-temanmu untuk berpendapat tentang sikapnya padamu. Apa termasuk PDKT ketika dia tidak segan menjemputmu di kampus? Atau, apakah istimewa ketika dia selalu meminjam catatan kuliahmu? Jangan lupa, kamu harus mendengarkan pendapat mereka, ya. ‘Kan kamu yang minta…

8. Sebelum ajakan berkomitmen benar-benar keluar dari mulutnya, jangan pernah menganggap dia siapa-siapa

Jangan mudah kegeeran

Jangan mudah kegeeran via www.desk7.net

Jaga ekspetasimu sebelum kamu cengar-cengir sendirian didepan kaca. Kamu cuma boleh berharap kalo dia sudah benar benar bilang suka sama kamu. Daripada kamu sakit hati, lebih baik kamu tidak perlu memendam perasaan apa-apa terlebih dulu.

Netralisir perasaanmu dengan menganggap sikap baiknya hanyalah karena wataknya yang ramah. Kalau dia sungguh-sungguh mencintaimu, dia pasti tidak akan membiarkanmu menebak-nebak terlalu lama.

9. Yang paling penting kamu camkan, status “korban” itu adalah pilihan

menikmati hidupmu yang sekarang

kamu tidak harus jadi korban! via favim.com

Sikapnya selama ini begitu hangat padamu. Bukan sekadar mengantar jemput atau membawakan barang, dia juga mengajakmu pergi berdua ke tempat-tempat yang memang kerap dikunjungi pasangan. Dia memberikanmu hadiah di saat-saat spesial. Tiap hari pun dia mencoba bertanya kabar.  Sayang, ketika hubungan kalian sudah bergerak ke arah yang kamu inginkan, dia malah menutup hubungan dan memilih yang lain.

Kalau memang seperti ini sih… dia memang PHP-er sejati.

Tapi justru inilah saat dimana kamu harus membuktikan kesanggupanmu untuk bertahan. Kamu memang di-PHP, tapi status “korban” itu pilihan. Kamu tidak harus menjadi korban! Jangan mau jadi pihak yang terus diinjak-injak. Bangkitlah, dan peluklah dirimu sendiri. Tenang saja, dunia ini diciptakan seadil-adilnya. Suatu hari nanti, toh kamu akan mengerti: cinta sejati akan datang dengan cara yang baik, kok 🙂

Nah, sekarang kamu harus lebih pandai untuk menata hatimu agar tidak gampang kegeeran karena sikap baik orang lain. Siapa tahu, yang dia lakukan itu hanyalah hal yang biasa biasa saja. Agar kamu gak jatuh cinta pada orang yang salah dan tersiksa sendiri karena galau cintamu bertepuk sebelah tangan, kamu pelu cari tahu kalau harapan yang dia berikan tidaklah palsu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya