1. Depresi mayor

depression via http://www.depresi.net

Bila seseorang merasa sedih, tidak bersemangat, kehilangan minat, turun konsentrasi, dan alami gangguan tidur selama lebih dari dua minggu maka dirinya bisa dibilang mengalami depresi mayor. Perbedaan dari orang yang sedang sedih umumnya dengan orang yang mengalami depresi mayor adalah perasaan negatif tersebut terjadi terus menerus sepanjang hari. Selain itu orang yang depresi juga akan mengalami gangguan tidak bisa berfungsi normal dalam pekerjaan atau hubungan sosial.

2. Depresi dysthmic

"Orang yang depresi dysthmic itu depresinya ringan tapi berlangsung lama bisa sampai dua tahun. Dia misalnya masih bisa sekolah tapi ya itu moodnya kerasa enggak enak terus," kata dr Suzy. Depresi dysthmic bisa ditangani dengan pemberian obat antidepresan. Hanya saja sebelumnya jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu

3. Depresi psikotik

depression via http://www.family.net

Advertisement

Depresi psikotik adalah jenis depresi berat di mana pengidapnya mulai mengalami halusinasi. Menurut dr Suzy orang yang mengalami depresi psikotik inilah yang rentan untuk bunuh diri atau melukai orang lain karena kerap mendengar halusinasi bisikan suara. "Ini sudah berat ya karena ada halusinasi. Ada bisikan di kupingnya 'mati saja, bunuh diri saja,'" kata dr Suzy.

4. Depresi musiman

winterdepression via http://www.alo.net

Pada negara di mana terdapat empat musim, ada fenomena di mana orang-orang rentan mengalami depresi di musim dingin. Peneliti mengatakan hal ini ada kaitannya dengan berkurangnya paparan sinar matahari dan defesiensi vitamin D. Oleh karena itu gejala biasanya akan berkurang atau hilang dengan sendirinya ketika musim dingin berakhir.

5. Depresi Pasca melahirkan

Biasanya dialami wanita yang baru melahirkan. Gejalanya umumnya adalah sedih berlebihan, kelelahan, atau kegelisahan. Para wanita itu kerap menangis tanpa alasan, terlalu banyak tidur, dan sulit menumbuhkan ikatan emosional dengan anak-anak mereka. Bila dibiarkan, depresi jenis ini bisa berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Pengobatannya biasanya dengan obat anti-depresan atau konsultasi.