Kamu sebagai generasi kekinian pasti punya cita-cita dan mimpi yang tinggi. Usaha kamu sudah begitu besar dong pastinya. Tapi jangan hanya usaha dan doa saja, kamu harus melakukan analisis resiko terperinci mengenai mimpi dan passion kamu. Karena menaruh mimpi dan passion itu seperti kamu mengirimkan pesan ke masa depan terkadang bisa saja undelivered atau tidak ada pesan kembali. Begitu juga mimpi, passion dan tujuan hidupmu, bisa saja tidak terlaksana.

 

1. Resiko usia

Semakin bertambahnya usia, kamu tak lagi muda. Banyak mimpi dan passion hidup yang terbatas oleh usia. Cita-citamu tak lagi makan es krim semangkok atau bertemu teddy bear raksasa. Oleh karena itu buatlah time line achievement kamu di usia tertentu.

Achievment dan Passion
– Usia 22 lulus kuliah tepat waktu >> Resiko godaan untuk jalan-jalan dan mengulang mata kuliah
– Usia 24 sudah mendapat pekerjaan tetap >> Resiko kamu sekarang masih freelance
– Usia 30 Sudah keliling dunia >> Resiko kamu dituntut untuk meraih S2

Jadi ketika usia tertentu kamu punya target dan achievment yang ingin kamu gapai coba lihat dan analisa resiko yang ada agar cita-cita dan passionmu tergapai.

2. Resiko finansial

Advertisement

Kamu terkadang tidak dianugerahi finansial (keuangan) yang memadai pada usia yang sedang kamu jalani saat ini. Jangan takut jangan minder dan jiper. Pede aja, tuliskan cita2 & mimpimu serta rencanakan finansialnya. Kamu mungkin belum bisa merealisasikan sekarang tapi ketika ada satu langkah awal pasti ada kesempatan yang akan menyambut.

> Plan beli Harley Davidson (Butuh dana hampir 100tt)
>> Resiko ada kebutuhan lain yang lebih urgent untuk membantu orang tua sekarang oleh karena itu kamu harus menunda dan mengukur jangka waktu hingga finansial kamu terpenuhi.

Kelihatannya impossible kan, tapi ini bisa terlaksana bisa kita memiliki tekad dan analisa yang kuat.

3. Resiko karir

Kamu lulus dari sebuah perguruan tinggi ternama sebagai Engineer Telco, padahal passion kamu dibidang seni dan art. Maka kamu harus menganalisa antara tujuan, passion dan karier yang kamu jalani.

Berkarir di Telco memang memberimu beberapa kebebasan financial namun bukan berarti kamu harus mengorbankan passion dan cita-citamu. kamu bisa menunggu hingga mapan untuk memperkecil resiko karirmu. Setelah itu kamu bisa berkarir di bidang dan passion yang sesuai dengan mimpimu.

4. Resiko keluarga

Keluarga memang menjadi pilihan terbesar dalam hidup. Bahkan dalam mengambil pilihan penting salah satunya passion, cita-cita dan jalan hidup. Mengingat keuarga adalah orang terdekat dalam hidup kita maka komunikasi menjadi kunci utama.

Terkadang pilihan orang tua dan keluarga menjadi resiko dan penghalang cita-cita serta mimpi-mimpi kita. Bijak lah mengkomunikasikan pilihan dan cita-cita mu. Passion dan cita-cita mu mungkin adalah harapan dan doa orang tuamu yang tertunda.

Kamu ingin menjadi dokter internasional namun orang tuamu ingin selalu dekat denganmu di desa. Maka kamu perlu mengkomunikasikan apakah dengan seminggu sekali pulang ke rumah, atau membawa ortu ke kota. Jadi jangan menyerah dengan cita-cita dan passion hidupmu.

5. Resiko sosial

Resiko sosial memang sepertinya tidak terlalu mengganggu hidup seseorang. Apalah resiko sosial itu, yang tak lebih dari kritik, comment dan persepsi di dunia maya. Namun bagi beberapa generasi kekinian yang melek teknologi, endorse, like, komentar dan pujian menjadi parameter yang langsung atau tidak mempengaruhi psikologis dan kejiwaan.

Hal yang paling pas menghadapi resiko sosial baik di dunia nyata dan dunia maya adalah fokus dengan pencapaian dan achievment hidupmu. Omongan koment dan sugestion ambillah dari teman terdekat dan sahabat. Selebihnya abaikan saja. Karena koment dan apresiasi di media sosial itu seperti balon yang mengambang di udara. Kelihatan berisi dan menggelembung. Namun bila pecah ternyata kosong dan tak ada apa apanya.

So, setelah kamu tahu dan sadar akan resiko yang akan mengikutimu dalam mendaki puncak mimpi serta passion hidupmu, maka kamu akan lebih bisa menyiapkan perangkat dan plan untuk menuju ke sana.