Aku mencintai pasanganmu itu salah, memang salah. Tapi, bukan cinta yang salah, tapi diri ini yang salah karena menempatkan cinta pada yang bukan tempatnya. Apakah aku harus merebutnya darimu? Aku rasa tidak, cinta itu tak sepicis itu. Membiarkan kalian menjalin cinta, melihat kalian dari kejauhan, dan merelakan perasaan yang campur aduk ini menggenap dalam sanubariku.

Ya, aku memang mencintainya, tapi aku tetap menghargaimu sebagai pasangannya. Aku tidak akan berusaha merebutnya darimu. Biarkan cinta ini mengalir apa adanya, aku ingin tahu kuasa Tuhan terhadap kita semua. Apakah Tuhan menakdirkan aku untuk bersamanya atau membiarkan dia untuk terus bersamamu.

Advertisement

Apakah pasanganmu tahu? Ya, aku sudah memberi taunya tentang perasaanku ini, tidak salah jika aku memberi tahu kepadanya bahwa di sini aku mencintainya.


Lagi-lagi cinta datang dengan sendirinya, karena aku pun tidak bisa menyetir hatiku untuk berlabuh kepada siapa. Tidak pula membencimu, karena aku tahu bahwa engkau yang lebih dulu bertemu dengannya dan mendampinginya selama ini.


CInta itu memang membutakan tapi butanya cintaku ini tidak membutakan tindakanku kepada hubungan kalian. Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal bodoh untuk menjadi yang kedua atau perusak hubungan kalian. Setidaknya, aku di sini mencintai dalam diam karena tak ada yang bisa kulakukan selain hanya berdoa.

Advertisement


Biarlah cinta ini menggenap di seluruh ruang hatiku.


Tuhan yang memberikan cinta ini kepadaku dengan mudahnya, pasti dengan mudahnya pula Dia mengambil cinta ini. Aku rasa aku tak perlu khawatir dengan hasil akhir dari rasa cintaku ini. Karena yang harus keperjuangkan sekarang bukan untuk merebut pasanganmu, tapi bagaimana caranya aku mengolah rasa cinta ini di tempat yang benar.


Pada akhirnya, cinta ini pasti akan berlabuh terhadap takdirnya. Cinta akan bertemu pada sang pencipta-Nya, biarlah cinta berakhir sesuai keinginannya.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya