Malioboro di Kala Pandemi, Begini yang Dilakukan Untuk Adaptasi Pariwisatanya

Sektor industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang banyak memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi melalui pelaku yang dimotori oleh berbagai lapisan masyarakat. Sebab dalam industri ini bekerjasama melalui sejumlah bisnis lain seperti transportasi, hotel, restoran hingga UMKM. Sehingga tidak mengherankan apabila sektor ini turut dalam memberikan devisa terbesar dengan valuasi Rp 280 triliun pada tahun 2019 yang menorehkan peringkat kedua sebagai penyumbang devisa terbesar setelah sektor industri minyak sawit.

Advertisement

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2019 menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 16,11 juta kunjungan atau naik 1,88 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada periode yang sama pada tahun 2018 dengan jumlah 15,81juta kunjungan.

Semenjak pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal 2020 hingga saat ini. Dampak dari pandemi Covid-19 ini telah menyebar secara luas termasuk pada sektor industri pariwisata. Akibatnya permintaan wisatawan domestik hingga mancanegara terpaksa mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini disebabkan pemberlakuan mengenai pembatasan perjalanan yang diterapkan oleh banyak negara demi upaya untuk menanggulangi penyebaran Covid-19.

Baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan mengenai penurunan kunjungan wisata mancanegara mencapai 86,59% atau sebanyak 117 ribu pada Februari 2021 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 sebanyak 872,8 ribu. Sementara itu, Bank Indonesia juga merilis data mengenai penurunan wisatawan yang berdampak pada turunnya devisa hingga 97 persen.

Advertisement

Sampai saat ini sektor industri pariwisata di masa pandemi menjadi salah satu sektor yang banyak terdampak, seperti banyaknya bisnis yang terpaksa tutup akibat tidak dapat beradaptasi terhadap gempuran pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Untungnya pemberlakuan pembukaan objek wisata di sejumlah daerah ini seolah memberi angin segar bagi para pekerja di industri pariwisata untuk melanjutkan pergerakan roda perekonomiannya.

Protokol berbasis CHSE

Dengan pembukaan kembali sektor industri pariwisata maka pelaku dan konsumen diwajibkan untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE yang akan disesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Sejumlah destinasi wisata nampak telah kembali menerima wisatawan walau masih membatasi jumlahnya seperti yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta melalui destinasi wisata populer seperti Jalan Malioboro. Tindakan ini tidak terlepas dari pengawasan dari protokol kesehatan yang super ketat.

Penerapan protokol kesehatan ini akan terbagi kedalam lima zona yang masing-masing zona menampung beberapa pengunjung tergantung kepada kebijakan yang diterapkan. Lima Zona ini dimulai dari Zona 1 yang membentang dari Grand Inna hingga Malioboro Mall, Zona 2 yaitu dari Malioboro Mall hingga Mutiara, Zona 3 Halte Transjogja 2 hingga Suryatmajan, Zona 4 Suryatmajan hingga Pabringan, dan Zona 5 dari Pabringan hingga Titik Nol.

Tiap memasuki kawasan zona ini wisatawan diarahkan oleh petugas untuk melakukan scan barcode yang berisi instruksi untuk mengisi data diri untuk kepentingan monitoring. Selain itu wisatawan diharapkan untuk selalu menjaga jarak serta mencuci tangan menggunakan sabun di westafel yang telah disediakan. Selanjutnya petugas akan memeriksa suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun yang apabila suhu tubuh menunjukkan di atas 37,8 derajat celcius maka petugas akan melarang wisatawan tersebut untuk masuk kedalam area Jalan Malioboro.

Dalam rangka penerapan protokol kesehatan pada tiap kawasan zona ini, wisatawan yang tengah melakukan transaksi jual beli disarankan untuk menjaga jarak serta untuk tidak berkerumun. Seperti yang terjadi pada beberapa tempat duduk yang telah diberikan marka larangan duduk agar wisatawan dapat senantiasa untuk menjaga jarak. Apabila wisatawan tertangkap melanggar, maka petugas akan segera datang untuk mengingatkan

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE