Narasi
#WordlPoetryDay2022 – Suara Kegelisahan dan Elit Penguasa
Elit politik bermain kartu, siapa yang kemudian menang? Tak satupun berujung pada kami, pemegang kekuasaan dan kedaulatan sebenarnya.
#WorldPoetryDay2022 – Denganmu, Setidaknya Aku Merasa Lebih Sempurna
Hanya denganmu aku merasa begitu bahagia dicintai dan bersamamu membuatku merasa lebih sempurna.
#WorldPoetryDay2022 – Tak Ingin Lagi Sakit Hati
Tak ingin lagi sakit hati. Tentang rasa yang menyebabkan luka.
#WorldPoetryDay2022 – Setiap Perputaran
Tanpa tahu, kau berada tepat Sebagai dekap yang berdetakÂ
#WorldPoetryDay2022 – Tentang Aku
Tentang Malam Panjang Bersama Diriku di Kamar, Berselimut Tebal Berbaring diatas Bantal
#WorldPoetryDay2022 – Sajak Petani Kopi
Mereka bilang kopi seberang selalu menang Lantas dengan omong kosongnya menginjak, buat apa harus bersusah untuk hasil yang payah?
#WorldPoetryDay2022 – Akhir Pengembaraan
Sebagaimana titik pertemuan, melalui pengembaraan kita dipertemukan. Namun, tidak dipersatukan.
#WorldPoetryDay2022 – Aku Harus Pergi, Kita Sebatas Teman
Terimakasih sudah menjadi bagian dari perjalanan.
Melepas Kepergiaan Saudara, Adalah Hal Tersulit Setelah Mereka Kembali
Masa kecil memang indah dan merindukan. Ia tak terulang untuk kedua kalinya. Baik-baiklah dengan saudara serahim.