#Puisi Hipwee Doa Manusia, Pinta dan Takut

Hanya bahagia yang selalu diminta bukan derita yang menjejal begitu buta, tapi inilah hidup

Puisi 1: Doa Manusia

Advertisement

Entah berakhir dimana

Sepanjang jalan masih berakhir koma

Bahagia selalu diminta

Namun derita menjejal begitu buta

Mimpi yang tertulis rapi

Terbungkus ragu bertali janji

Berbingkai doa sepanjang langkah kaki

Harap akhir layaknya kisah revolusi

Luka berubah bahagia

Sadar

Dosa membara perkosa jiwa

Tapi apalah daya

Ini doa sebutir manusia

………

 

Advertisement

Puisi 2: Pinta

Jika masa telah merestui

Tak perlu disesali, apapun yang terjadi

Legamnya siksa hati, pengantar jiwa pada lorong berujung berdikari

Sepanjang waktu

Hanya bahagia yang kita minta bukan lara

Meski, pancaroba datang mengamuk buta

Olehnya,

Doa teguh berlarian menuju arsy

Menghantam badai yang bersembunyi dibalik ketiak awan hitam

Advertisement

………..

 

Puisi 3: Takut

Bulan datang memberi terang

Lenyap terselimut awan gelap

Pun bintang tersapu bersih

Terganti gelap pekat layaknya hadirnya laknat

Mencomot segala bentuk nikmat

Resah gelisah mencari arah

Dimana letak kiblat untuk mensucikan maksiat

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Malang

CLOSE