Saya selaku pengguna sosial media Instagram yang cukup aktif dan juga mengikuti beberapa akun gosip yang ada di Instagram, seringkali menemukan komentar netizen yang menulis “kasihan Gempi”. Padahal apa yang di posting oleh akun gosip itu sama sekali bukan berita mengenai Gempi ataupun kedua orang tuanya, Gading Marten dan Gisella Anastasia atau yang akrab disapa Gisel.

Beritanya tentang artis A komentarnya “kasihan Gempi” , beritanya tentang artis B komentarnya “kasihan Gempi” juga. Kadang juga saya menemukan komentar tersebut di kolom komentar artis atau public figure lain yang saya follow, dan apa yang di-posting oleh artis tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Gempi. Memangnya Gempi kenapa sih?

Advertisement

Mungkin ini semua berawal dari berita yang cukup mengagetkan bagi netizen yang budiman di sosial media yaitu mengenai perceraian antara Gading dan Gisel. Tidak ada yang menyangka bahwa keduanya memutuskan untuk berpisah setelah 5 tahun menikah. November tahun lalu, Gisel menggugat Gading Marten ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perpisahan mereka saat itu cukup menjadi berita yang hangat dikarenakan keduanya selama ini sering kali memamerkan kemesraan di akun sosial media mereka.

Saya pun juga kaget. Apalagi dengan adanya Gempita si keponakan online, rasanya pernikahan mereka sangatlah membahagiakan. Saya sendiri hanya mengikuti Gisel di Instagram, tidak dengan Gading. Tujuan saya mengikuti Gisel ya tentu saja untuk melihat tingkah pola yang lucu dari Gempi. Jadi sedikit banyak saya tahu kemesraan apa saja yang Gading Gisel tunjukkan.

Ketika itu di sosial media ramai dengan tagar #SaveGempi. Ya mungkin netizen yang budiman merasa kasihan kepada Gempi atas perceraian kedua orangtuanya, tapi kan Gempi sendiri masih kecil, tentu dia tidak akan mengerti apa yang terjadi antara kedua orang tuanya dan saya rasa, Gading dan Gisel pun tidak akan tega menjelaskan apa arti perceraian kepada gadis cilik itu.

Advertisement

Pada bulan Januari lalu akhirnya Gading dan Gisel pun resmi bercerai setelah menjalani berbagai proses sidang. Hak asuh Gempi jatuh kepada Gisel. Namun yang saya salut, keduanya tidak berebut hak asuh Gempi dan sangat membebaskan Gempi untuk tinggal di mana saja. Gisel tidak melarang Gading untuk bertemu Gempi begitu pun sebaliknya. Mereka memutuskan untuk berpisah baik–baik agar tidak melukai Gempi.

Saya pikir semua yang berkaitan dengan Gempi telah selesai seiring keputusan pengadilan, nyatanya memang ada–ada saja kelakuan netizen di negara berkembang ini. Kini muncul komentar “kasihan Gempi”. Awalnya saya pikir hanya satu atau dua, nyatanya banyak. Saya sampai bingung sendiri. Ini apaan sih, beritanya apa komentarnya “kasihan Gempi”.

Hal ini juga baru saja dialami oleh penulis buku juga musisi Fiersa Besari. Saat ia mem-posting foto yang tentunya sama sekali tidak ada kaitannya dengan Gempi, ada netizen yang mengomentari dengan kalimat “kasihan Gempi” yang kemudian dibalas seperti ini oleh Bung Fiersa “Kasian Gempi, kasian Gempi. Coba bercermin. Satu–satunya yang mesti kau kasihani adalah dirimu sendiri dan selera humormu” 

Tidak hanya di Instagram, di Twitter pun walau tidak seramai tagar #SaveGempi seperti waktu itu, namun ada saja netizen yang menulis “Kasihan Gempi”. Hingga seorang selebtweet pun mengemukakan pendapatnya seperti ini: "Kasian Gempi, kasian Gempi. kasian tuh sama diri lu sendiri"

Hingga kini saya masih tidak mengerti apa maksud netizen berkomentar seperti itu.  Mungkin netizen merasa iba dengan apa yang dialami oleh Gempi. Tapi kan tidak baik juga apabila terus menerus. Kelak ketika Gempi sudah besar dan bisa mencari jejak rekam digitalnya sendiri di internet dan ia membaca tagar #SaveGempi dan “Kasihan Gempi” dia pasti akan bertanya-tanya dan kebingungan kenapa itu terjadi.

Kan kasihan ke Gempinya juga nanti. Lagipula anak yang menjadi korban perceraian di negara ini tidak hanya Gempi. Mengapa yang dikasihani hanya Gempi? Apa karena Gempi anak artis? Atau ada yang salah dengan cara bercanda para netizen yang budiman? Bagaimana kalau nyatanya, Gempi yang kita kasihani karena orang tuanya berpisah justru hidupnya baik–baik saja? Malah justru hidup kita yang  sedang tidak baik–baik saja.

Nah alangkah baiknya jika kita lebih bijak dalam berkomentar di ranah sosial media. Tidak ada yang salah memang dari rasa simpati kita terhadap perasaan sedih yang orang lain alami. Tapi daripada mengeluarkan komentar yang kurang baik dan tidak membangun, lebih baik kita simpan sendiri saja komentar itu.

Jadi, bisa kan stop berkomentar “Kasihan Gempi”? Gempi tidak apa–apa kok. Saya rasa Gading dan Gisel pun lebih tahu apa yang terbaik untuk putri kecil mereka dibandingkan kita yang hanya penonton mereka di sosial media.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya