Kamu, yang lahir tepat 1 Januari. Wanita hebat yang selalu kurindukan sampai detik ini walaupun kita sudah terpisah beberapa tahun yang lalu dan ribuan kilometer jarak membentang. Darimu aku belajar bahwa tidak semua bidadari dunia itu cantik seperti yang terlihat, darimu aku pun sadar bahwa pemilik senyum indah itu ternyata menyimpan belati tajam di sela pesonanya. Dan darimu pula aku mampu menjadi pria tangguh yang terlihat bodoh dimata lingkunganku.

Aku begitu kokoh ketika pertama kali kamu mendua, ketika kamu begitu bahagia menggunakan safety belt mobil mewah sahabatku tanpa peduli gimana khawatirnya aku saat kamu menghilang tiba-tiba. Namun memaafkanmu adalah pilihan yang aku punya saat itu. Aku masih mampu tegap berdiri kala jemarimu melengkapi ruas jari pria lainnya, jangan kamu bayangkan gimana sakitnya aku karena kamu takkan mampu, karena jika itu terjadi terhadapmu maka akan butuh waktu yang lama untukmu mampu menghentikan air matamu, membuat wajah cantikmu kusam sampai aura pun hilang.

Advertisement

Aku pria yang menyayangimu setulus hati, aku memaafkanmu. Pernah terpikir untuk menyerah denganmu, tapi aku begitu lemah untuk melakukannya. Ternyata rasa sayang yang tulus tak mampu membuka hati dan jalan pikiranmu, kali ini aku tak sekokoh dan setegar dulu, aku lumpuh tak bertenaga ketika untuk ketiga kalinya kamu begitu bahagia memajang foto pria berseragam coklat lengkap dengan segala atributnya dan caption lambang hati dibawahnya, yang tak lain pria itu adalah sahabat baikku.

Itulah sakit yang tak ada obatnya yang pernah ku rasakan bahkan sampai detik ini. Aku tak menganggap itu salahmu ataupun salah dia, mungkin itu salahku yang begitu bangga memperkenalkanmu sama sahabat-sahabatku malam itu, tak pernah ku duga kalau moment itu kalian jadikan untuk menyayat punggungku ketika aku membasuh peluh sahabatku dan ketika aku menenangkan pikiranmu di dekapanku. Jika itu terjadi terhadapmu.


Mampukah kamu memaafkan orang yang melakukan hal tersebut ? Kata-kata makian seperti apa yang ingin kamu persembahkan untuknya ? Namun aku tidak demikian, aku memaafkan kamu dan kalian.


Advertisement

Bagaimana pun kamu sudah menunjukkan dan melepaskan topeng bidadari dari wajahmu yang tak pantas kau kenakan itu. Terima kasih juga sudah menunjukkan siapa sesungguhnya orang yang selama itu ku anggap sahabat baikku. Berkat luka itu kini aku sudah mampu berdiri dengan kemeja rapi beserta dasi dan sepatu mengkilap


Apakah aku sombong sekarang ? Tidak sama sekali, karena aku selalu mengucapkan selamat ulang tahun untukmu pada tanggal 1 Januari, pukul 00:02 WIB. Karena kamu selalu dihati bersama dengan luka menganga hadiah darimu. Terima kasih untukmu dan kalian.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya