9+ Tips Kelola Keuangan Pasca Nikah dari Para Ahli. Makan Cinta Doang Nggak Kenyang kan~

mengelola uang pasca menikah

Menikah adalah sebuah perjalanan dengan rute satu arah. Sekali sudah mulai dijalani, ya jelas nggak akan ada jalan untuk kembali. Oleh karena itu, merancang dengan matang perihal persiapan rumah tangga di awal pernikahan amat penting, agar kamu dan pasangan nggak sampai pusing dan ribut gara-gara masalah finansial. Entah itu kamu dan pasangan adalah pasangan bekerja atau hanya mengandalkan sang suami saja, menerapkan strategi jitu untuk kelola keuangan adalah salah satu kunci penting kehamornisan hubungan pernikahan.

Advertisement

Nah, mengatur keuangan di tahun pertama pernikahan memang susah-susah gampang. Agar nggak sampai salah langkah, pastikan kamu menerapkan 9 tips yang dilansir dari Forbes ini, agar kamu dan pasangan nggak sampai bangkrut duluan saat memulai bahtera rumah tangga kalian!

1. Therese Nicklas, certified financial planner dari Amerika Serikat mengatakan, kejujuran soal masalah keuangan adalah fondasi penting dalam pernikahan. Memang tak mudah, tapi harus dilakukan!

Credit: Pixabay from Pexels via www.pexels.com

Langkah pertama sebelum melangkah ke jenjang pernikahan adalah meluruskan segala macam permasalahan keuangan kamu dan pasangan. Ya, kadang memang agak sulit untuk saling terbuka soal ini, tapi membahas soal uang dan pengelolaannya sebelum pernikahan resmi digelar akan meminimalisir kesalahpahaman di masa mendatang, percayalah! Jadi jangan ragu untuk membicarakan tentang gol keuangan kamu dan pasangan, sejarah keuangan masing-masing dan kebiasaan.

Hayo, yang biasanya suka belanja kosmetik sampai berjuta-juta jangan diumpet-umpetin dari suami ya! Suami pun gitu, yang suka menghamburkan uang jutaan hanya demi hobi, jangan lupa terus terang di awal pada calon pasangan~

Advertisement

2. Langkah kedua, mulailah mengumpulkan semua aset yang kamu dan pasangan miliki dan kalkulasikan jumlahnya. Cek nominalnya berapa dengan detail

Credit: Breakingpic via www.pexels.com

Bersama dengan pasangan, kumpulkan segala aset kamu berdua, tabungan di bank, deposito, emas simpanan, tanah sampai cicilan dan hutang piutang yang belum terlunasi. Temukan nominal pasti harta kekayaan kalian berdua, dan pastikan berapa jumlah cicilan yang harus dilunasi bersama. Ingat, setelah menikah seyogyanya harta sudah jadi milik bersama, bukan lagi milikku dan milikmu.

3. Menetapkan financial goals penting, agar pengelolaan uang untuk masa depan nggak sampai terlalaikan

Therese Nicklas menganjurkan untuk menetapkan 3 macam gol finansial, misalnya nih gol pertama adalah membuat simpanan darurat untuk 3-6 bulan ke depan. Lalu gol untuk simpanan jangka menengah, yaitu sekitar 5 tahun depan untuk uang muka atau dana liburan. Yang ketiga adalah menyisihkan dana simpanan jangka panjang, misal untuk persiapan sekolah anak.

4. Menentukan bujet untuk segalanya sangat penting di awal pernikahan. Agar keuangan kamu dan pasangan nggak sampai besar pasak daripada tiang

Jadi kalau mampunya beli parfum 200 ribuan, taati bujet itu. Nggak perlu sok gengsi beli parfum 1 jutaan yang jelas-jelas over budget ya. Tentukan bujet untuk semua hal, mulai dari belanja bulanan, anggaran untuk rekreasi sampai ongkos transportasi. Ya, memang butuh tekad kuat untuk ini!

5. Putuskan kamu dan pasangan mau menerapkan sistem simpanan keuangan bersama, terpisah dan bersama atau benar-benar terpisah

Dari awal, diskusikan dengan pasangan soal simpanan uang berdua akan dijalankan dengan sistem apa. Nggak usah baper kalau diajak simpan terpisah, demikian pula jangan sampai kalap kalau sampai uangnya disimpan bersama. Komunikasikan semuanya demi kebaikan bersama dan pastikan keputusan adalah hasil kesepakatan berdua, bukan sepihak saja.

6. Tentukan siapa yang harus membayar semua pengeluaran mingguan, bulanan atau tahunan reguler. Pastikan kamu dan pasangan meluangkan waktu setiap 2 minggu untuk membahas ini juga

Credit: Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via www.pexels.com

Gunanya agar keuangan tetap terkontrol dengan baik. Membicarakan masalah keuangan dengan pasangan secara profesional harusnya nggak akan sulit kalau kamu dan pasangan sudah sepakat dan dewasa soal pengelolaan keuangan.

7. Tentukan nominal pasti, berapa batas minumum pengeluaran yang wajib kamu dan pasangan diskusikan

Credit: Photo by Anna Shvets from Pexels via www.pexels.com

Misalnya nih, menghabiskan sekitar 200 ribuan untuk keperluan pribadi nggak akan jadi masalah buat pasangan. Nah, lain hal kalau menghabiskannya di atas 5 juta, itu harus berdasarkan kesepakatan bersama agar tak ada pasangan yang kecewa atau kaget dengan jumlah pengeluaran tersebut.

8. Selalu komunikasikan juga dengan pasangan, soal berapa jumlah yang harus dikeluarkan saat tiba-tiba teman atau keluarga meminjam uang

Kedengaran sepele ya? Padahal ini penting banget lho. Diskusikan sejak awal bersama pasangan, bagaimana harus bersikap saat orang terdekat tiba-tiba membutuhkan bantuan dana. Ini untuk menghindarkan kesalahpahaman di masa mendatang.

9. Jika memungkinkan, perbaharui dokumen-dokumen keuangan yang perlu persetujuanmu sehingga pasangan juga dapat dilimpahkan kuasa yang sama

Ini opsional ya, jadi jangan lupa komunikasikan dengan pasangan.

10. Terakhir, sebagai bonus tambahan…agar berhasil survive di awal pernikahan, jangan sok gengsi belanja barang diskon dan rajin memasak di rumah. Ini bisa memangkas pengeluaran cukup banyak lho!

Credit: Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via www.pexels.com

Masak memang agak repot, jadi selama masih bisa dilakukan (misalnya belum ada punya anak yang bakal suka recokin di dapur), lakukanlah semampunya agar keuangan keluarga senantiasa terjaga. Makan di luar terus bakal boros banget lho!

Nah, sudah nggak bingung lagi ‘kan bagaimana mengelola keuangan di awal pernikahan? Tahun-tahun pertama pernikahan memang cukup berat, terutama kalau kamu dan pasangan memulai dari 0, ditambah habis tekor mengadakan pesta resepsi idaman orangtua, hehe. Semoga kamu dan pasangan tetap semangat ya, ingat kesusahan di awal akan berangsur-angsur hilang seiring perjalanan nikah. Ingat, segala sesuatu ada waktunya kok!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE