Kesalahan Tak Terlihat Saat Melamar Kerja. Walau Sepele, Bisa Fatal Pengaruhnya

Berkali-kali Satria mengirimkan lamaran kerja. Terhitung sudah mencapai ratusan lamaran, bahkan tahun ini adalah tahun keduanya menganggur. Kalau mengingat perjalanannya, perjuangan Satria nggak main-main demi mendapatkan pekerjaan. Tekadnya nggak gampang patah, semangatnya nggak mudah tumbang, dan usahanya untuk berbenah diri terus dirawat.

Sekilas sih, dengan usaha sebesar itu, Satria seharusnya bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya. Namun, mengapa ia belum juga meraih impian itu, ya?

Ternyata, SoHip… Setelah ngobrol dengan seorang teman yang bekerja sebagai praktisi Human Resources (HR), Satria melakukan kesalahan yang tak terlihat selama apply pekerjaan. Kesalahan ini memang sulit sekali disadari, apalagi dideteksi. Makanya, tak sedikit pelamar yang bernasib sama seperti Satria. Meski cenderung sepele, kesalahan ini nyatanya berakibat fatal, SoHip.

Apa saja kesalahan nggak terlihat ketika melamar pekerjaan?

Temukan jawabannya di ulasan ini. Catat dan perhatikan, ya~

1. Terlihat sama, padahal resume dan CV berbeda. Kalau salah kirim, lamaranmu bisa gagal~

Siapa yang masih mengira bahwa resume dan curriculum vitae (CV) adalah dua hal yang sama? SoHip, sebaiknya buang pemikiran ini segera karena resume dan CV berbeda. Kalau kamu salah memahami keduanya, dapat dipastikan kamu selalu salah mengirimkan dua dokumen tersebut ketika melamar pekerjaan.

CV merupakan template tertentu yang berisi riwayat karier dan pencapaian seseorang. Di dalam CV, pelamar juga bisa mengisi informasi pribadi seperti status perkawinan, kewarganegaraan, tanggal lahir, dan foto.

Sementara itu, resume adalah ringkasan singkat yang berisi keterampilan, kualifikasi, dan pendidikan seseorang. Panjang halaman hanya 1 lembar saja. Biasanya, resume ini disebut sebagai ‘iklan’. Jadi, pastikan ringkasan dirimu di dalamnya cukup ‘menjual’. Tujuannya agar HR tahu bahwa kamu kandidat terbaik untuk posisi yang dibutuhkan.

2. Gunakan alamat e-mail yang jelas, tepercaya, dan pastinya profesinonal. Jangan pakai e-mail dengan kriteria sebaliknya

Sebenarnya, semakin banyak orang yang paham soal pentingnya penggunaan e-mail profesional. Nama e-mail yang jelas dan tepercaya tentu meningkatkn atensi HR saat melihat lamaranmu sehingga nggak ada kecurigaan bahwa alamat e-mail-mu palsu.

Usahakan memakai nama lengkap tanpa imbuhan berlebihan untuk nama e-mail. Gunakan nama asli agar HR pun makin percaya kalau kamu serius. Hindari menggunakan nama orang lain, nama kiasan, atau nama samaran demi terkesan misterius dan unik. Contoh alamat e-mail yang tidak direkomendasikan:

ditacantikselalu@gmail.com

fardirawan12386908@gmail.com

mimoet0875ada@gmail.com

3. Sepele sih, tapi salah menamai dokumen bisa bikin lamaranmu nggak masuk prioritas utama

Saat melamar kerja, biasanya kandidat akan mengirimkan dokumen sesuai persyaratan, seperti CV, resume, cover letter, dan portofolio. Pastikan semua dokumen itu dinamai sesuai jenisnya. Hindari menamai CV pada dokumen resume atau sebaliknya. Penamaan yang sembarangan dan cenderung ceroboh akan meninggalkan kesan yang kurang baik di mata HR. Bisa-bisa kamu dianggap nggak sungguhan mencari kerja.

4. Siapa yang masih mengirim satu surat lamaran kerja untuk semua lowongan? Duh, hentikan mulai sekarang!

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.

Tim Dalam Artikel Ini