Banyak sarjana lulusan bahasa dan sastra yang mengaku bingung mau jadi apa. Padahal jurusan yang kerap dipandang kurang bergengsi ini punya peluang kerja yang prospektif, seperti yang sudah pernah Hipwee bahas di sini. Tinggal bagaimana para penyandang gelarnya memanfaatkan kesempatan yang ada.

Kabar baik buatmu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia resmi membuka pendaftaran bagi calon tenaga pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Program ini diperuntukkan bagi para lulusan bahasa dan sastra di tanah air untuk masa tugas 2020 mendatang. Nah, kalau kamu adalah salah satu lulusan bahasa dan sastra yang tertarik mengikuti seleksinya, simak ulasan Hipwee Sukses berikut.

BIPA merupakan program pembelajaran keterampilan berbahasa Indonesia yang dikhususkan bagi penutur asing. Jadi, yang bakal jadi muridmu itu adalah warga negara asing

mengajarkan bahasa Indonesia bagi penutur asing via www.validnews.id

Advertisement

Sama halnya dengan kamu belajar bahasa Jerman bersama seorang native teacher yang juga berasal dari Jerman dan mengetahui kaidah berbahasa Jerman yang baik dan benar, program BIPA juga mengajarkan bahasa Indonesia ke penutur asing. Keterampilan dasar yang akan diajarkan nantinya berupa keterampilan berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan. Dilansir Kompas, saat ini ada 45 negara yang menjadi peserta BIPA, dengan 174 tempat pelaksanaan BIPA yang tersebar di negara-negara tersebut.

Sedangkan 22 negara yang menjadi tujuan BIPA kali ini antara lain Inggris, Rusia, Finlandia, Jerman, Austria, Bulgaria, Italia, Perancis, Uzbekistan, Amerika Serikat, Mesir, India, Tunisia, Australia, Papua Nugini, Cina, Timor Leste, Vietnam, Filipina, Thailand, Kamboja dan Laos.

Syarat utama pendaftaran BIPA untuk masa tugas 2020: minimal lulusan sarjana bahasa dan sastra, baik kependidikan maupun non kependidikan

berbeda dengan mengajar pada umumnya via www.suarakarya.id

Menjadi pengajar BIPA tentu nggak boleh sembarang orang. Ada beberapa persyaratan tertentu yang harus kamu penuhi untuk bisa lolos menjadi pengajar BIPA. Di antara sederat kualifikasi yang disyaratkan, yang paling utama adalah lulusan sarjana bahasa dan sastra, baik itu kependidikan maupun non kependidikan.

Advertisement

Kalau ada yang tanya: “Lulusan bahasa dan sastra apa nih?”, jawabannya tentu lebih diutamakan lulusan dari prodi bahasa dan sastra yang sesuai dengan negara yang dituju. Selain itu, ada persyaratan khusus yang diminta oleh masing-masing negara, termasuk memiliki keterampilan dalam kesenian tradisional Indonesia.

Nggak sekadar jadi pengajar bahasa Indonesia di luar negeri, kamu juga berperan sebagai agen diplomasi budaya lo!

jadi agen diplomasi juga via bhsindothailand.blogspot.com

Menjadi pengajar BIPA selain mengajarkan dan menyebarluaskan bahasa Indonesia, kamu juga berperan sebagai agen diplomasi budaya yang memperkenalkan berbagai informasi tentang Indonesia, temasuk masyarakat dan budayanya. Jika penutur asing bisa memahami bahasa dan juga budaya Indonesia, harapannya akan memupuk rasa saling menghargai sehingga makin meningkatkan persahabatan dan kerja sama antarbangsa.

Selain nominal gaji yang ditawarkan oleh pemerintah, sebagai pengajar BIPA kamu juga berkesempaan mempelajari budaya negara setempat yang menjadi tujuan pengajaran, juga berbagi pengalaman dengan pengajar lainnya. Seru, bukan?

Kalau kamu adalah lulusan bahasa dan sastra serta punya mimpi bekerja dan tinggal di luar negeri, nggak ada salahnya mendaftarkan diri sebagai pengajar BIPA untuk masa tugas 2020 mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa mengakses laman resmi Kemendigbud di sini. Siapa tahu jadi rezekimu. Semoga sukses, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya