Mengenal Strategi Penyesuaian Jualan, Pivot Bisnis. Mode Bertahan Paling Realistis Saat ini!

pivot bisnis itu apa

Banyak usaha atau bisnis yang terpaksa harus melakukan pengurangan karyawan atau bahkan tutup sementara karena adanya pandemi Corona. Sebagian yang lain memilih untuk bertahan walaupun harus dengan jumpalitan mengatur strategi demi tetap kokoh berdiri di masa sulit ini. Hal ini tak hanya dialami oleh bisnis dengan skala besar saja lo, namun juga memengaruhi usaha kecil menengah atau bahkan mereka yang sedang merintis. Mungkin kamu malah jadi salah satu korbannya.

Advertisement

Agar tak buru-buru memutuskan untuk menutup usahamu, mungkin kamu bisa mempertimbangkan salah satu strategi yang banyak pula dilakukan oleh berbagai sektor usaha yaitu pivot bisnis. Taktik apakah ini dan bagaimana kamu harus melakukan pivot usaha? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini yuk!

Mungkin ada yang baru tahu istilah ini belakangan ini dan baru akan mencoba mempraktikkannya. Lalu apakah pivot dalam bisnis?

Ganti strategi/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Dilansir dari Warta Ekonomi, pivot bisnis adalah aktivitas mengembangkan bisnis dengan mengubah model bisnis itu sendiri. Istilah ini terinspirasi dari olahraga basket yang artinya mengubah arah namun tetap berpijak pada satu kaki yang tujuannya adalah memasukkan bola ke dalam keranjang. Jadi, bagian manapun yang akan diubah maka visinya harus tetap sama saat awal membentuk bisnis ini. Pivot bisa dilakukan setelah perusahaan melakukan riset pasar dan mendapatkan hasilnya bahwa produk yang dijual kini tak lagi memenuhi kebutuhan.

Pivot ini banyak dilakukan saat perusahaan masih awal berdiri, namun juga diterapkan saat krisis seperti terjadinya pandemi seperti sekarang. Hal-hal yang diubah bisa meliputi pemfokusan produk, penambahan fitur, mengganti segmentasi konsumen, dan lain sebagainya.

Advertisement

Selama pandemi ini ada banyak sekali perusahaan yang mengalami pivot bisnis, simak contohnya agar lebih mudah memahami

Jualan masker/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Grup Sinarmas yang selama ini lebih fokus pada produksi pulp dan kertas, agribisnis dan makanan, jasa keuangan, dan lain sebagainya, kini lebih fokus memproduksi masker karena produk inilah yang saat ini paling dicari. Selain Sinarmas, kini Martha Tilaar yang biasanya membuat kosmetik memilih untuk ikut memproduksi hand sanitizer.

Selain perusahaan skala besar, ada juga lo coffee shop yang tadinya khusus menjual kopi, kini juga menjual berbagai kebutuhan pangan layaknya buah dan sayur segar. Bisnis sejenis juga banyak yang lebih memilih menutup toko dan memulai sistem delivery order dengan menjual kopi kemasan literan.

Ada kualifikasi kapan sebaiknya pivot bisnis mulai dipertimbangkan untuk dilakukan, tidak bisa sembarangan

Advertisement

Sales menurun/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Dilansir dari Founder Institute, ada beberapa indikasi saat usahamu sudah mulai butuh melakukan pivot, yaitu:

  • Jika progres dalam perusahaan terasa sangat lambat padahal segala upaya dan kerja keras sudah dilakukan, mungkin kamu bisa mulai mengubah produk atau pemilihan pasar
  • Pada awalnya mungkin kamu merasa bahwa idemu original namun ternyata ada banyak pesaing yang memiliki lebih banyak sumber dana dan akhirnya menarik semua pelangganmu. Tak ada pilihan lain, kamu bisa mulai banting setir
  • Saat ada satu aspek yang paling laku, sedangkan bagian lainnya jatuh maka ada baiknya untuk fokus pada satu produk tersebut
  • Saat jelas-jelas respons yang didapatkan dari pasar sangat terbatas maka ada baiknya mengganti produk

Melakukan perubahan pada perusahaan yang dibangun dengan konsep matang di awal mungkin akan sulit, maka harus tahu strateginya dulu

Tetap dipertahankan/ Credit: Unsplash via unsplash.com

Kamu perlu melakukan pivot sesegera mungkin namun tetap dengan perhitungan yang matang demi menghemat waktu, tenaga, dan uang yang dihabiskan. Saat melakukannya kamu juga perlu membuat sebuah tujuan tapi tetap sejalan dengan visi di awal. Ingat walau perubahan dilakukan namun ada beberapa hal yang bisa dipertahankan untuk nantinya kembali digunakan saat perusahaan sudah kembali mapan. Hal yang terpenting dari semua ini adalah terus mendengar apa yang diinginkan pasar sebagai indikator untuk pivot atau tidak.

Hal ini sebenarnya tak hanya berlaku saat pandemi Covid-19 namun pivot bisnis bisa juga diterapkan saat usahamu sewaktu-waktu menemui kebuntuan. Walau banyak terjadi perubahan namun kamu harus ingat visi dari awal yang harus dipegang teguh.

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE