4 Jenis Daun Bawang yang Ukuran, Rasa, dan Kegunaannya Beda-beda

Udah pernah dengar kucai? Itu salah satu jenis daun bawang juga lo!

Sayur-sayuran dan bumbu yang tersedia di Indonesia memang ada banyak sekali jenisnya. Mulai dari sayuran hijau sampai sayuran yang digunakan untuk pelengkap masakan, semua tumbuh di sini. Salah satu sayuran yang paling sering digunakan sebagai pelengkap masakan adalah daun bawang. Selain menambah rasa, daun bawang juga bisa digunakan untuk mempercantik makanan karena warna hijau yang segar.

Advertisement

Namun, apakah kamu tahu kalau bahan masakan yang satu ini ada beberapa macam jenisnya? Ya, terdapat empat jenis daun bawang yang bisa kita temukan dengan mudah di pasaran. Jika diperhatikan sekilas, bentuk daun bawang ini memang mirip. Nggak heran banyak orang yang sulit membedakannya. Namun, keempat jenis daun bawang ini berbeda dari segi rasa, ukuran, dan fungsinya pada masakan. Apa saja empat jenis daun bawang itu dan apa perbedaannya? Supaya nggak salah menggunakannya, yuk, simak ulasan berikut ini.

1. Pertama, yang paling sering ditemui adalah daun bawang atau spring onionĀ 

Daun bawang yang paling sering dijumpai | Photo by Eleonora Sky from Pexels

Daun bawang yang paling sering kita jumpai ini adalah salah satu jenis sayuran yang memiliki nama ilmiah allium fistulosum. Jenis bawang daun ini memiliki daun berwarna hijau terang dan akar berwarna putih berserabut. Batang daun bawang memiliki rasa yang cenderung manis, sementara bagian hijau daunnya memiliki rasa yang segar dan sedikit menyengat.

Seperti yang biasa kita temui, daun dan batang daun bawang jenis ini bisa digunakan untuk berbagai jenis masakan. Jenis daun bawang ini biasa digunakan untuk isian lumpia, isian martabak telur, atau sayur sup. Selain itu, daun bawang juga biasa ditambahkan untuk bumbu tumis supaya lebih harum dan nikmat. Selain membuat makanan menjadi nikmat, daun bawang juga memiliki kandungan mineral yang berguna untuk kesehatan jantung dan vitamin C yang bisa mengontrol kadar gula darah.

Advertisement

2. Kedua, ada daun bawang prei yang rasanya seperti bawang bombai

Daun prei memiliki ukuran yang lebih besar dari daun bawang biasa | Credit: world.openfoodfacts.org

Jenis kedua adalah daun bawang prei yang dikenal dengan nama allium ampeloprasum atau allium porrum. Jenis daun prei ini masuk ke dalam keluarga bawang. Meskipun jarang ditemukan di Indonesia, daun bawang prei VS daun bawang biasa secara ukuran memiliki diameter lebih besar sampai dua inci dan tinggi 10 inci. Akarnya sama-sama berwarna putih dan berbentuk silinder. Tumbuhan ini banyak hidup di Etiopia, Irak, hingga beberapa negara Eropa.

Berbeda dengan daun bawang biasa, daun bawang prei memiliki rasa yang mirip dengan bawang bombai, tetapi tak begitu tajam. Manfaat yang terkandung dalam daun bawang prei adalah tinggi vitamin C dan zat besi serta mengandung kalori yang rendah. Di luar negeri, daun bawang jenis ini biasa dihaluskan untuk sup kentang daun bawang. Di Eropa, bawang prei biasanya ditumis dengan mentega sebelum dicampur dengan masakan lain.

3. Ketiga, daun kucai memiliki ukuran yang kecil dan berwarna hijau terang

Daun kucai ukurannya kecil dan memanjang | Credit: Piqsels

Advertisement

Berbeda dengan ukuran daun bawang dan bawang prei yang cukup besar, kucai mempunyai ukuran yang lebih kecil. Daunnya tumbuh memanjang dan berwarna hijau terang. Sayur ini tidak memiliki umbi dan termasuk dalam golongan allium tuberosum. Daun bawang kecil ini juga biasa disebut dengan chinese chives karena asalnya dari Tiongkok.

Bentuk dan aroma daun kucai ini lebih mirip bawang putih daripada daun bawang. Aromanya cukup tajam dan menyengat sehingga kerap dicincang dan digunakan untuk menumis dalam masakan Cina. Supaya rasa dan aromanya tidak berkurang,

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE